
Alvi merasa sangat lengket dengan badannya, karena keringat ketika olahraga tadi, dia pun memutuskan untuk mandi, sedangkan Melliza masih belum sadarkan diri.
Ketika sedang mandi, bel apartement nya terus berbunyi dan itu membuat Alvi mandi dengan terburu buru.
"Siapa sih tuh orang?" kata Alvi kesal dengan melilitkan handuk di pinggang nya.
Dengan buru buru Alvi memakai pakaiannya, sambil berjalan menuju pintu, Alvi berusaha mengancingkan bajunya.
Dia begitu kaget ketika membuka pintu dan melihat ternyata yang datang adalah Clara mantan pacarnya.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Alvi bingung.
"Ko aku ga di izinin masuk dulu sih? Kamu ga sopan banget sama tamu" jawab Clara genit.
Alvi bingung bagaimana bisa dia membiarkan Clara masuk sedangkan Melliza ada di dalam kamar nya, dan itu bisa saja membuat Clara berpikiran negatif terhadap dirinya.
Melihat Alvi yang diam saja, Clara langsung masuk dengan sendiri nya tanpa permisi. vi kaget dan mengikuti Clara.
Ternyata Clara duduk di ruang tamu yang bertepatan di depan kamar Alvi, hati nya sangat cemas. Bagaimana jika Melliza bangun dan keluar, lalu bertemu dengan Clara.
Tanpa basa-basi, Alvi langsung bertanya pada Clara maksud dan tujuannya datang ke apartement nya
"Kamu ada apa ke sini?"
"Aku pengen ketemu kamu doang, mau ngajak kamu makan siang sih. Kan udah lama kita ga makan siang bareng"
"Sorry aku ga bisa" tolak Alvi
Sedangkan di dalam kamar, kini Melliza mulai sadar walaupun badannya masih terasa lemas. Dia mendengar suara orang yang sedang mengobrol, dia bengong melihat tempat sekitarnya. Dia berpikir ini bukan di apartement nya, ini sangat luas dan ini seperti kamar laki-laki.
Sekarang Melliza ingat, bahwa tadi dia pingsang
"Apa mungkin aku sekarang ada di rumah Alvi?" tanya Melliza pada dirinya sendiri.
Kemudian Melliza pum bangun dari tempat tidur dan keluar melihat siapa yang sedang mengobrol itu.
Cclekkk (Suara pintu terbuka)
Wajah Clara begitu kaget saat melihat Melliza keluar dari kamar Alvi dengan wajah Melliza yang khas bangun tidur, membuat Clara curiga dan menatap Alvi tak percaya.
Begitupun Melliza kaget karena melihat Clara dan Alvi yang sedang duduk bersama.
"Maaf" ucap Melliza
"Kesinilah, duduk bersama" pinta Alvi
Clara yang melihat itu sangat kesal dan pikirannya sudah kemana-mana. "Huh pantes saja dia lama buka pintu ternyata ada cewe murahan ini" ucapnya dalam hati.
"Kamu ingat kan? ini Clara" ucap Alvi kepada Melliza.
"Ohhiyaa, saya tau" jawab Melliza.
"Apakah kalian tinggal bersama?" ucap Clara kepada alvi dan Melliza
"Tii---" seketika ucapan Melliza terpotong oleh Alvi.
Melliza seketika langsung mengerti apa yang diucapkan Alvi tadi, dia sekarang harus memerankan perannya sebagai pacar bohongan Alvi. Kemudian Alvi mengalihkan pembicaraan.
"Ohhiyaa sayang, Clara kesini ngajak makan siang tapi aku kan udah janji mau nganter kamu ke salon, ya kan sayang?"
"Iyaa, maaf ya ka Clara" ucap Melliza
"Tidak apa-apa aku mengerti, mungkin nanti kita harus makan siang bertiga dengan mu juga, bagimana Melliza?"
"Hmm baiklah" jawab Melliza
Kemudian Clara pun pamit untuk pulang, tapi ketika bersalaman dengan Melliza, dia membisikan di telinga Melliza. "Inget gua bakalan buat Alvi balik lagi ke gua" mendengar itu Melliza hanya diam.
Ketika Clara sudah pergi, Alvi menatap Melliza.
"Gimana, lu udah baikan?" tanya Alvi
"Sudah mendingan, terima kasih Pak. Maaf merepotkan" Sebenarnya saat ini wajah Melliza masih pucat tapi tidak sepucat tadi.
"Makasih juga lu tadi udah bantuin gua"
"Kalau gituh saya akan pamit pulang Pak" ucap Melliza kerana merasa tidak enak jika berada disana.
Apalagi mengingat keduanya yang selalu bersikap canggung. "Biar gua anterin lu"
Melliza menaikkan alisnya,ntidak percaya bagimana mungkin Alvi yang dingin bisa bersikap perhatian.
"Tidak usah Pak, nanti merepotkan" tolak Melliza.
"Udahlah, ini sebagai permintaan maaf gua karena gara-gara gua, lu tadi pingsan" Akhirnya Melliza pun pulang diantar oleh Alvi.
Setelah dua puluh menit akhirnya sampai, sebelum Melliza turun Alvi memberitau Melliza. "Ohhiya ini obat dari dokter. Terus kata dokter, lu juga jangan lupa sarapan, banyak makan buah, sayur dan minum" ucap Alvi kepada Melliza.
"Kalau nanti senin lu masih ga enak badan, lu boleh ga masuk kerja" ucap Alvi.
"Hmm baik Pak"
Kemudian Alvi malah kembali berbicara ketus
"Tapi lu jangan pura pura sakit karena males kerja"
"Baru aja gua puji itu orang bisa perhatian juga, sekarang mulai lagi" ucapnya dalam hati sambil berjalan memasuki apartementnya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan minta bantuan untuk vote ya💕