I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 97



Setelah sampai di tempat proyek. Alvi langsung menggenggam tangan Melliza erat, sedangkan Melliza dia merasa aneh dengan sikap Alvi yang seperti ini terlebih lagi karena dia masih tidak berani jika semua orang tau dia menjalin hubungan dengan Bossnya.


Baru saja Melliza akan meminta Alvi melepaskan tangannya, tapi Alvi malah terlebih dahulu berbicara.


"Aku mau kita ginih, biar Andre ga godain kamu"ucap Alvi takut jika sahabatnya itu menggoda kekasihnya.


Padahal Andre sengaja menggoda Melliza karena dengan begitu dia akan melihat sahabatnya yaitu Alvi kesal karena ulah genitnya kepada wanita yang di sukainya. Andre hanya suka dan menggagumi sosok Melliza saja, dia tidak mungkin mau menyukai wanita yang sama dengan sahabatnya apalagi itu Alvi.


Dengan terpaksa Melliza pun menuruti kemauan Alvi karena dia tak ingin membuat Alvi cemburu atau pun salah paham kepada sahabatnya sendiri.


Dari jauh Andre melihat Alvi bergandengan tangan dengan Melliza membuatnya bingung hingga mengerutkan keningnya. Andre berpikir jika dirinya pasti salah lihat, secara Alvi selama ini sangat gengsi mengakui bahwa dia cinta pada Melliza bahkan dihadapan sahabatnya sendiri Alvi sangat sulit untuk mengaku apalagi di depan Melliza.


"Pasti ada yang salah nih sama mata gua, kenapa tuh anak pegangan tangan sama Melliza? Padahal ga nyebrang ko. Hah apa mereka pacaran? Ga mungkin ga mungkin" Gumam Andre sambil terus menatap heran Alvi.


"Kenapa lu? Kesambet?" ucap Alvi melihat sahabatnya diam saja dengan terus menatapnya.


"Lu kali yang kesambet, ga nyebrang aja pake gandengan tangan" balas Andre.


"Enak aja lu"


"Terus lu kenapa gandeng-gandeng Melliza segala? Ga perlu acting pacaran di depan gue mah" ucap Andre karena tau jika Alvi dan Melliza pura-pura pacaran di depan Clara dan Ibunya.


"Lu kalau ngomong ya Dre"


"Udah Syaa kamu ngapain lagi mau-mau aja di gandeng sama ini curut" ledek Andre.


Sedangkan Melliza dari tadi hanya terdiam sambil senyum-senyum sendiri melihat keduanya ribut seperti itu.


"Lu mau gue pecat ya?"


"Engga, ampun Bossque"


"Gue sama Melliza pacaran beneran. Awas ya kalau lu godain dia lagi!"


"What? Lu serius Bro?" tanya Andre tak percaya.


Alvi memilih pergi bersama Melliza meninggalkan Andre yang masih diam terpatung tak percaya jika sahabatnya telah jadian dengan Melliza.


Andre yang masih tak percaya akan ucapan sahabatnya, kini berjalan mengejar keduanya. Andre sekarang lebih memilih bertanya kepada Melliza karena Melliza tak mungkin berbohong seperti Alvi.


Dengan berjalan di samping Melliza, Andre terus berbisik menanyakan kepada Melliza. Tapi Alvi yang melihat itu malah cemburu dan melarang Andre dekat-dekat dengan Melliza.


"Lu kan tukang kibul makanya gue ga percaya. Syaa jadi kamu pacaran ga sama Alvi? Jawab gue jujur Syaa, jangan mau di suruh pura-pura sama Alvi"


"Iyaa Kak aku sama Pak Alvi pacaran" ucap Melliza.


"Tuhh denger kan lu?" ucap Alvi.


Andre pun mengucapkan selamat kepada Alvi karena kini mereka telah resmi berpacaran, Andre senang akhirnya sahabatnya itu kembali memiliki kekasih dan yang penting Alvi tidak terlambat menyadari perasaannya kepada Melliza dan berani mengungkapkannya.


"Eh ko lu bisa juga sih nembak Melliza? Gimana ceritanya" Bisik Andre kepada Alvi.


"Kepo deh lu, tadinya gue mau langsung nikahin dia tapi malah di tolak" bisik Alvi tapi malah membuat Andre tertawa sehingga Melliza melirik keduanya.


"Bagus deh Syaa, emang pantes cowok kaya lu ditolak. Lagian mana mau Melliza sama lu hahaa" ledek Andre tertawa langsung ditatap tajam oleh Alvi. Alvi sungguh malu sebab itu akan sangat terlihat jika dirinya benar-benar ngebet ingin menikahi Melliza.


Mendengar perkataan Andre, Melliza langsung berbicara tak ingin Alvi memikirkan kata-kata Andre barusan.


"Mau ko, cuman bukan sekarang" ucap Melliza pelan lalu langsung Alvi memegang kedua pipinya agar dia bisa melihat wajah cantik Melliza.


"Aku tau Sayang" ucap Alvi.


"Woii ada orang disini" teriak Andre.


"Tuh lu dengerkan barusan kata Melliza 'MAU' " ucap Alvi.


Setelah selesai urusan yang ada disana, Alvi langsung mengantarkan Melliza ke appartementnya karena memang ini telah sore hari, jam kantor pun sudah berakhir.


Di dalam perjalanan Melliza terus kepikiran dan dia perlu menjelaskan kepada Alvi dan menanyakan semua hal yang ada di dalam pikirannya.


"Maaf ya, aku bukannya nolak kamu atau ga mau sama kamu" ucap Melliza pelan.


"Sayang aku ngerti, dan aku bakalan nunggu sampai kamu mau dan aku bakalan berusaha bikin kamu yakin sama aku" Ucap Alvi memegang tangan Melliza.


"Aku ga akan berpaling ke cewek lain. Kamu ga usah khawatir, aku bakalan tetep setia nunggu kamu" sambung Alvi kembali.


"Kamu serius?"


"Sumpah aku serius sayang"


Ntah kenapa hanya ucapan saja sudah membuat Melliza senang mendengarnya dan merasa lega karena dia tak perlu memikirkan ketakutannya akan perkataan Tania yang mengkhawatirkannya. Perlahan Melliza mulai percaya akan cinta Alvi kepadanya, mungkin esok atau lusa jika Alvi terus seperti ini bisa membuatnya perlahan yakin dan percaya, mungkin Melliza bisa menerima lamaran Alvi.