I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 166



Dapat Alvi lihat Melliza begitu lahap ketika memakan bubur yang dibuat langsung oleh penjual, padahal sering kali dirinya melihat Melliza mual ketika makan. Duh melihat istrinya menikmati bubur itu membuat Alvi ingin mencicipinya juga.


"Enak banget ya?" tanya Alvi penasaran.


"Iyaa, mau? A" ucap Melliza sambil menyuapinya.


"Gimana?" tanya Melliza setelah satu sendok bubur itu masuk ke dalam mulut Alvi.


"Enakan buatan aku tadi" ucap Alvi bohong.


"Tapi menurut aku enakan ini ko" ucap Melliza sambil terus memakan buburnya.


"Yaudah kamu abisin buburnya" ucap Alvi sambil terus memperhatikan istrinya.


Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan ke rumah sakit. Setelah tiba mereka langsung masuk ke dalam ruangan dokter kandungan, mereka tidak perlu menunggu antrian karena sebelumnya mereka telah membuat janji.


"Selamat Pagi, Bu Melliza" sapa dokter perempuan yang dapat diperkirakan jika usianya sudah menginjak angka empat.


"Pagi juga Dok" jawabnya.


Kemudian Melliza pun membaringkan tubuhnya secara telentang di atas ranjang pasien. Dokter pun mulai mengoleskan gel khusus untuk mencegah terjadinya gesekan antara kulit dan transducer. Kemudian transducer itu digerak-gerakan di bagian atas perut Melliza.


"Wah ko ini ada dua ya" ucap Dokter itu kaget.


"Maksudnya Dok?" tanya Melliza dan Alvi bersamaan.


"Kehamilan ibu Melliza sepertinya memang kembar" ucap Dokter yang membuat Alvi dan Melliza terkejut.


Kehamilan kembar sudah bisa di deteksi saat usia kandungan empat minggu sejak kehamilan pertama. Saat pertama kali Melliza melakukan pemeriksaan saat itu Dokter pun sudah melihat jika sudah ada dua kantung janin. Namun Dokter ingin lebih memastikan lagi sehingga dalam pemeriksaan kali ini Dokter sudah memastikan jika janin dalam kandungan Melliza benar-benar kembar.


"Kita bakalan punya baby twins sayang" ucap Alvi senang sambil mengecup tangan Melliza.


"Pada usia kehamilan delapan minggu ini, detak jantung bayi sudah dapat terdengar" jelas dokter yang kemudian Alvi dan Melliza mendengar suara detak jantung bayi mereka.


Saat mendengar itu tanpa sadar kini air mata Alvi menetes begitu saja karena tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan dua baby sekaligus.


"Jadi jenis kelaminnya apa Dok?" tanya Alvi penasaran.


"Sabar ya Pak, untuk saat ini masih belum bisa dipastikan apakah laki-laki atau perempuan. Biasanya akan terlihat jelas untuk memastikan jenis kelamin saat usia kandungan delapan belas atau dua puluh minggu" jawab Dokter.


"Semoga baby nya satu cowok satu cewek ya sayang" ucap Alvi yang dibalas senyuman oleh Melliza.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan USG Dokter pun menyarankan Melliza untuk lebih banyak beristirahat mengingat kehamilannya yang kembar.


Dokter pun meminta Alvi untuk memberikan perhatian ekstra pada Melliza, karena pada usia kehamilan delapan minggu ini penciuman ibu akan semakin sensitif, mual dan cepat lelah akan semakin sering terjadi sehingga sangat diharapkan bagi suami untuk mengerti dan memahami kondisi ibu.


"Baik Dok" ucap Alvi dan Melliza setelah mendengarkan penjelasan Dokter.


"Hmm Dok saya mau tanya sesuatu" ucap Alvi ragu.


"Silahkan Pak".


Alvi melirik ke arah Melliza. "Kalau kita berhubungan 'gituh' boleh ga?" tanya Alvi yang kemudian mendapatkan cubitan di pahanya sehingga membuat Alvi sedikit meringis.


Duh Melliza benar-benar merasa malu, bisa-bisa nya suaminya itu menanyakan hal seperti itu. "Tidak apa-apa Bu, justru hal seperti itu harus ditanyanya" ucap Dokter tersenyum.


Alvi yang merasa di bela dengan senang tersenyum ke arah Melliza. "Kalau untuk itu boleh, hanya saja jangan terlalu sering takut berbahaya kepada janinnya" ucap Dokter yang membuat Alvi senang.


***


Maaf ya kalau ada salah-salah, soalnya aku ga tau soal kehamilan. Belum pengalaman juga 😬 Aku cuman cari informasinya di google aja😢


Jangan lupa ya di like, komen, vote dan kasih rate bintang lima.


Buat teman-teman baca juga yu ceritaku yang lain judulnya UNEXPECTED LOVE


TERIMAKASIH💚💚💚