I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 151



Siang Melliza baru saja sampai rumah, dia langsung memasuki kamarnya dengan raut wajah yang bahagia. Kemudian dia mengambil suatu benda dari dalam tasnya, dia lihat baik-baik benda itu kemudian dia masukan ke dalam sebuah kotak.


"Aku ga sabar nunggu hari spesial itu tiba." ucap Melliza sambil menyimpan kotak itu ke dalam laci.


**


Alvi kini berada di sebuah gedung tinggi menjulang yang tak lain adalah kantornya. Pria itu kini akan memasuki suatu ruangan dimana terdapat beberapa orang kandidat yang akan menjadi sekretaris barunya.


Dia melewati beberapa calon sekretaris barunya, tapi ketika dia akan masuk, seseorang menghentikan langkahnya. "Hai." sapa seorang perempuan.


Alvi hanya berdiam menatap perempuan itu dengan wajah bingung karena dia tidak mengenal sosok perempuan yang kini berada di depannya. "Ah pasti kau tidak ingat aku ya? Aku perempuan yang menabrak mu waktu di Swiss." sambung perempuan itu sambil terus mengukir senyuman di bibirnya.


"Ohh, Hai." ucap Alvi yang masih tak mengingatnya, hanya saja dia mencoba menghargai orang yang menyapanya.


"Aku kira kamu bukan orang Indonesia, ternyata kita sama ya. Sekali lagi maaf dulu aku tidak sengaja, perkenalkan nama ku Nayshila." ucap Nayshila tidak tau malu.


"Ohya, Saya permisi dulu." ucap Alvi langsung masuk.


Terlihat jelas jika perempuan bernama Nayshila itu seperti bahagia ketika bertemu dengan Alvi, lihat saja bahkan perempuan itu masih tersenyum walau pun Alvi sudah tidak ada disana.


"*Akhirnya ketemu cowok itu lagi." ucap Nayshila dalam hati.


"Tunggu, kenapa dia ada disini? Apa mungkin dia bekerja sebagai manajer? Atau bahkan CEO? Huhf tapi sepertinya dia laki-laki yang dingin, bahkan dia tak memperkenalkan dirinya walau pun aku sudah memperkenalkan diriku terlebih dahalu." ucapnya dalam hati*.


Satu persatu dari lima orang kandidat calon sekretaris baru kini mulai dipanggil untuk memasuki ruangan. Orang pertama sepertinya tidak masuk ke dalam kriteria Alvi, begitu pun dengan orang ke dua dan keempat. Kini selanjutnya orang kelima yang dipanggil masuk.


"Selamat Siang." ucap Nayshila sambil membungkukkan badannya.


Nayshila menatap orang yang ada di depannya yaitu Alvi, Johan dan Riki staf rekrutmen. Nayshila membaca sebuah papan nama yang ada di depan Alvi, dia tidak begitu terkejut karena tadi dia sudah menduganya.


Nayshila pun diberikan beberapa pertanyaan oleh Johan dan Riki secara bergantian. Dari jawaban Nayshila sepertinya cukup meyakinkan dan bisa di masuk ke dalam kategori Alvi, hanya saja Nayshila terlihat begitu dibuat-buat. Gaya bicara dan tingkahnya manja seperti berusaha menggoda.


Saat giliran Alvi mengajukan pertanyaan, tiba-tiba telponnya berdering dan itu dari Melliza. Dengan cepat Alvi menekan tombol hijau pada layar ponselnya. "Maaf, istri saya menelpon." ucap Alvi pada mereka.


Alvi keluar meninggalkan wawancara tersebut. Walaupun dalam keadaan sibuk tapi Alvi menjawab telpon Melliza, apalagi hari ini Alvi sangat mengkhawatirkan istrinya karena tadi pagi Melliza terlihat pucat dan mengeluhkan perutnya yang sakit.


"Ah sial dia udah punya istri. Ternyata yang waktu itu di Swiss istrinya, aku pikir itu adiknya. Padahal aku sudah berencana meninggalkan Richo demi dia yang lebih kaya." ucapnya dalam hati.


**


Melliza hanya terkekeh menertawakan suara Alvi yang terdengar sangat mengkhawatirkannya. "Syaa, kamu baik-baik aja kan?" tanya Alvi bingung ketika mendengar istrinya malah tertawa.


"Tentu, aku sangat baik-baik saja sayang. Lucu saja nada suara kamu seperti orang yang khawatir" jawab Melliza.


"Aku memang sangat mengkhawatirkan kamu. Aku kan tadi bilang kalau ada apa-apa telpon aku, aku kaget dan takut saat kamu telpon" jawabnya.


"Tenanglah, aku hanya ingin mengajak kamu makan siang bersama. Kita kan udah lama ga makan di luar karena kamu itu terlalu sibuk, sangat sibuk bahkan" ucap Melliza.


"Yaudah aku kita makan siang, nanti aku jemput kamu" ucap Alvi.


"Ga usah, kita ketemu aja ketemu di restoran dekat kantor" jawab Melliza.


"Ga boleh, kamu itu lagi sakit. Gimana kalau kamu kenapa-kenapa?" ucap Alvi khawatir.


"Aku baik-baik aja, percaya deh" ucap Melliza.


Akhirnya Alvi pun mengalah dan membiarkan Melliza mengemudi mobilnya sendiri. Dia kembali masuk ke dalam dan melanjutkan wawancara dengan Nayshila.


***


Hai haii gimana nih? Kira-kira hari spesial yang Melliza maksud apa ya? Dan apa yang dia masukin ke dalam kotak?


Tunggu kejutan dari aku😜


Teman-teman terima kasih banyak lohh kalian udah kasih aku semangat dan minta cerita ini cepat up. Luvv deh sama kalian.💚


Tapi maaf ya kalau aku suka telat, itu karena aku suka ga semngat klo liat jumlah likenya sedikit dan jauh dari jumlah view:(


Jadi mohon dukungannya untuk terus like, komen dan vote biar aku semangat cepat up :(( Maaf ya banyak maunya:(


Kasih rate bintang lima juga yaa. Sedih nih ratenya jadi turun:( Aku udah berusaha bikin cerita yang menarik padahal buat kalian.


semoga eps ini kalian suka ya💚


Terima kasih💚