
Saat ini Melliza sudah berada di appartement Salsa. Wanita ini tampak lebih tenang dari sebelumnya, dia pun mulai menceritakan hal yang terjadi dengannya kepada Salsa agar sahabatnya tidak bingung dan bertanya-tanya.
"Kalau loe belum siap buat cerita, ga apa-apa. Loe istirahat dulu aja" ucap Salsa.
"Gue sekarang udah baik-baik aja ko" jawabnya. Kedua wanita itu kini sedang duduk di sofa, Salsa menggenggam tangan Melliza agar sahabatnya itu tegar.
"Gue sekarang hamil Sal" ucap Melliza yang membuat Salsa terkejut tak percaya bahkan gadis itu menganga membuka mulutnya.
"Yaampun selamat Syaa, gue happy deh bentar lagi jadi onty" ucap Salsa ikut merasakan bahagia atas kehamilan Melliza.
"Tapi gue menyembunyikan itu dari Alvi" ucapnya yang membuat Salsa mengernyitkan dahinya karena tak percaya. Melihat ekspresi sahabatnya, Melliza pun melanjutkan bercerita.
"Gue tau gue salah, tapi ada alasan dari semua itu. Gue cuman pengen kasih tau dia disaat hari ulang tahunnya, gue berharap itu adalah kado terindah untuk dia. Dan gue pikir rencana yang udah gue persiapan ga akan gagal dan ga akan menimbulkan kesalah pahaman seperti ini, tapi ternyata semua diluar dugaan" ucapnya sampai tak terasa air matanya kembali terjatuh.
"Gue juga baru tau kalau gue hamil empat hari yang lalu Sal, saat itu tubuh gue beneran lemas bahkan gue merasakan kalau perut gue ga nyaman. Terus gue inget kalau gue udah telat datang bulan, akhirnya setelah Alvi berangkat kerja, gue pergi ke apotek beli tes kehamilan bahkan ga tanggung-tanggung gue beli lima alat tes kehamilan dengan merk yang berbeda. Gue langsung coba semuanya dan hasil dari semua itu dua garis biru Sal, gue bahagia banget. Tapi gue pengen lebih pasti lagi, saat itu juga gue pergi ke rumah sakit menemui dokter kandungan. Dokter itu bilang kalau gue beneran hamil dan usianya sekitar lima minggu, mendengar itu gue bener-bener amat sangat bahagia karena yang selama ini gue, Alvi dan orang tua kita harapkan hadir juga" ucap Melliza terus terisak, Salsa menghapus air mata pada wajah Melliza dengan ibu jarinya, kemudian dia memeluk dan mengusap punggung sahabatnya.
"Loe ga salah Syaa, ini cuman salah paham. Semua akan baik-baik, percaya" ucap Salsa melepaskan pelukkannya.
"Gue ga tau dia tau semua ini dari siapa, ga ada yang tau kalau gue hamil karena gue pengen dia orang yang pertama tau ini semua. Padahal tinggal tiga hari lagi ulang tahun dia dan saat hari itu tiba gue akan bilang semuanya. Tapi kenapa malah ginih? Kenapa yang udah gue rencanain ga sesuai sama harapan gue, Sal?" tanya Melliza pada Salsa.
"Dia cuman salah paham Sya, dia cuman ga terima saat dia ga tau kalau loe hamil. Gue yakin kalau dia tau alasan loe ngelakuin ini semua, dia bakalan menyesal" jawab Salsa.
"Loe seriusan Alvi bilang gituh?" tanya Salsa tak percaya dan di jawab anggukan oleh Melliza.
Salsa geram ketika mengetahui suami sahabatnya tega berbicara seperti itu. Pantas saja jika sekarang Melliza seperti ini, karena perempuan mana pun akan merasa sakit hati ketika mendengar sang suami telah menyesal menikahinya.
Ingin sekali Salsa marah dan memaki suami sahabatnya itu. Jika saja Audi berada disini, sudah dipastikan Alvi akan habis oleh mereka berdua karena telah berani-beraninya menyakiti Melliza.
"Tuh cowok mulutnya tajam ya kalau lagi emosi. Gue yakin dia bakalan nyesel udah bicara kaya gituh sama loe Syaa" ucap Salsa.
***
Gimana teman-teman eps kali ini? Sudah terjawab yaa alasannya. Kira-kira Alvi sekarang lagi ngapain ya?
Maaf nih ya ada yang komen ga masuk akal sama ceritanya. Yaudahlah yaa gimana lagi, ini pemikiran aku, ini khayalan aku sendiri guys. Mungkin cerita ini ada yang memang terjadi pada kehidupan nyata atau mungkin engga. Kalau pun engga ya inikan cuman cerita hihii tapi makasih yaa komentarnya, semoga aku bisa bikin cerita yang lebih bagus lagi.
Jangan lupa ya Like, Komen dan Vote sayang-sayang💚💚💚
Kasih rate bintang lima juga yaa luvvv✨✨✨✨✨
Terimakasihh💚💚💚