
Di dalam kamar Melliza tak bisa tidur dia terbayang akan ucapan Alvi tadi, hal yang biasa namun begitu terkesan karena Alvi tak pernah seperti itu sebelumnya
Selama tiga hari di Bali membuat mereka semakin dekat, walaupun bekerja tapi ini seperti kencan bagi Alvi dan Melliza karena setelah menyelesaikan pekerjaan atau meeting Alvi selalu mengajak Melliza jalan jalan mengelilingi kota Bali malam hari hanya berdua, mereka pun makan malam di pinggir pantai dengan suasana privat dan romantis
Yang tadinya Melliza ingin menarik ulur tapi kini tak lagi. Karena dia sudah cukup melihat kesungguhan Alvi padanya.
Bahkan ketika mereka berjalan jalan malam hari Alvi mencoba menggenggam tangan Melliza dan Melliza tidak menolaknya, itu membuat Alvi sangat senang
Namun ketika kini sudah pulang dari Bali dan masuk bekerja kembali di kantor, seperti biasa Alvi melihat Melliza di antarkan oleh Key, dan itu membuat Alvi cemburu Karena kemarin sewaktu di Bali semua perlakuannya pada Melliza diterima dengan baik tanpa penolakan sehingga Alvi berpikir bahwa Melliza masih menyukainya dan ingin bersamanya
Tapi pagi ini ketika melihat Key mengantarkan Melliza, Alvi berpikir jika dia salah mengartikan semua yang terjadi saat di Bali
Sebelum pulang Alvi mengirim pesan kepada Melliza memintanya untuk tidak langsung pulang dan menunggu dirinya karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan dan Melliza mengiyakan keinginan Alvi
Saat sudah jam pulang kerja dan hampir semua staff sudah pulang Melliza masih setia menunggu Alvi di meja kerjanya, sambil menunggu Alvi dia pun mengirim pesan pada Key untuk tidak menjemputnya
Tak lama Alvi keluar dari ruangannya dan menghampiri Melliza, kemudian mereka menuju mobil Alvi.
Melliza tidak menanyakan hal apa yang ingin Alvi bicarakan pada dirinya, dia hanya diam duduk di kursi sebelah Alvi, sedangkan Alvi fokus mengemudi mobilnya
Mobil Alvi pun berhenti disalah satu restoran mewah
"Ayo kita makan dan nanti ada yang mau aku omongin sama kamu Sya"
ucap Alvi melepaskan seat belt nya
Merekapun turun dari mobil dan memasuki restoran tersebut, Alvi sengaja memilih makan dilantai atas dengan pemandangan sore yang indah. Di lantai atas hanya ada mereka berdua, tak ada pengunjung lainnya karena memang Alvi sengaja memasan lantai atas restoran tersebut hanya untuk dirinya dan juga Melliza
Beberapa pelayan datang menghidangkan beberapa makanan spesial mereka dan juga minuman nya, setelah memakan makanan utama pelayan tersebut kembali datang membawakan beberapa dessert yang sangat menggoda
Setelah selesai makan, karena Alvi tak kunjung berbicara pada Melliza akan hal yang ingin dia sampaikan maka Melliza pun bertanya pada Alvi duluan karena dia sungguh penasaran pada hal apa yang akan Alvi sampaikan pada dirinya
"Jadi apa yang mau dibicarain?"
tanya Melliza ragu
Alvi pun mencoba untuk memulai membahas hal yang ingin dia sampaikan pada Melliza mulai dari pengakuan perasaannya sampai pembahasan mengenai kontrak pacaran mereka
"Hmm ginih Syaa, aku ga tau harus bilang berapa kali lagi ke kamu soal keseriusan aku sama kamu. Aku juga ga tau apa hubungan kamu sama cowo itu. Jujur Syaa aku kemarin berpikir kamu bakalan milih aku dan aku masih ada kesempatan buat deket sama kamu. Tapi hari ini saat kita balik ke sini, aku liat kamu sama dia lagi kamu ketawa bareng dan itu aku ga suka, aku ga suka liat kamu sama dia, aku ga suka kamu ketawa karena dia, aku ga mau kamu deket dia"
"Hmmm"
ucap Melliza menatap mata Alvi yang tampak sendu
"Aku ga tau Syaa harus buktiin gimana lagi, saat aku ngelamar kamu di depan orang tua kamu itu adalah hal pertama bagi aku dan itu menurut aku udah menunjukkan keseriusan aku, tapi ternyata aku salah. Kamu malah berpikiran aku main main dan malah ingin melibatkan kedua orangtua kamu dalam sandiwara antara aku sama orangtua aku"
"Yaa itu kan dadakan banget aku jadi curiga"
ucap Melliza ragu
"Lagian langsung ngelamar aja, kan aku belum siap"
Sambung Melliza pelan
"Aku beneran sayang sama kamu dan serius sama kamu Syaa. Sekarang hari ini aku mau bilang sekali lagi. Aku cinta kamu, aku sayang kamu, mungkin emang kemarin aku salah terlalu cepat ngelamar kamu gituh aja sedangkan kita ga pernah pacaran. Tapi sekarang aku mau bilang, Mau ga Kamu jadi Pacar aku?"
ucap Alvi serius menatap Melliza
Melliza sangat bahagia ketika mendengar ucapan Alvi tersebut sehingga dia hanya diam tak merespon ucapan Alvi yang meminta dia menjadi kekasihnya
ucap Alvi pesimis karena Melliza tak meresponnya
"Iyaa emang kamu harus jelasin semuanya ke orang tua kamu"
ucap Melliza
Deg hati Alvi serasa patah ketika mendengar semua itu, jadi dengan kata lain Melliza tetap menolaknya?
"Iyaa nanti aku jelasin ke mereka, Ayo aku antar kamu pulang"
ucap Alvi lirih kemudian memundurkan kursi dan berdiri melangkah pergi
Tapi baru saja beberapa langkah Alvi terkejut merasakan tubuhnya di peluk, ya benar kini Melliza sedang memeluknya dari belakang. Alvi yang tak ingin nantinya dia menyalah arti kan perlakuan Melliza yang memeluknya itu mencoba melepaskan tangan Melliza yang melingkar di pinggangnya
"Udah Syaa ga usah ginih, nanti aku malah salah paham sama semua sikap kamu"
ucap Alvi lirih
"I Love You My Boss"
ucap Melliza yang masih menempelkan kepalanya di belakang punggung Alvi
"Salah denger pasti"
gumam Alvi karena tak yakin akan hal yang di dengarnya
"I Love You My Boss"
ucap Melliza kembali dan melepaskan pelukannya
Alvi yang terkejut langsung menatap Melliza bingung, sedangkan Melliza kini hanya tersenyum menatap Alvi
"Coba sekali lagi apa Syaa?"
ucap Alvi tak percaya
"Ga ada siaran ulang ah"
ucap Melliza tersenyum
Alvi yang bahagia dan masih tak percaya kini hanya bisa memeluk Melliza erat berharap bahwa ini semua nyata, bahkan jika ini mimpi pun Alvi tak ingin bangun dari mimpi indahnya itu
.
.
.
haiii gimana nih eps kali ini?
Komen dibawah yaa
LIKE juga yaa karena Like itu gratis
VOTE juga dong biar aku semangat nulisnya hihiiii
TERIMAKASIH😘💕