
Setelah pemeriksaan itu selesai, Alvi bermaksud mengantarkan Melliza kembali ke rumah karena dia harus segera pergi ke kantor. Alih-alih ingin cepat segera ke kantor, justru kini Melliza malah memperlambat Alvi.
Wanita hamil itu kini sangat manja meminta ditemani oleh Alvi pergi ke super market. Padahal Melliza sendiri tidak tau apa yang akan dia beli disana. Mobil Alvi sudah terparkir rapih, mereka pun segera masuk ke dalam super market tersebut.
"Kamu mau beli apa sih sayang?" tanya Alvi penasaran, pasalnya saat ditanya tadi di dalam mobil, Melliza hanya mengatakan ada sesuatu yang ingin dia beli tanpa menyebutkan namanya.
"Ga tau" jawabnya polos lalu menggandeng tangan Alvi manja.
"Ko ga tau sih?" ucap Alvi heran menatap istrinya.
"Iya, aku ga tau sayang mau beli apa. Aku cuman pengen ke supermarket aja, adem gituh enak" jawab Melliza yang semakin membuat Alvi heran.
"Kan di rumah juga adem, pake AC. Aku tuh harus kerja Syaa, aku harus ke kantor" ucap Alvi yang seketika membuat mood Melliza menjadi buruk.
"Oh yaudah kamu pergi aja ke kantor. Aku bisa sendiri ko, ga perlu di temenin" jawab Melliza datar tanpa menunjukkan ekspresi apapun padahal di dalam hatinya dia begitu kecewa ketika mendengar seolah-olah Alvi tidak mau menemaninya.
"Oke baiklah, aku bakalan temenin kamu sampai selesai terus nganter kamu pulang, baru nanti aku pergi ke kantor" ucap Alvi tersenyum lalu mengelus perut Melliza.
"Aku beneran ko ga apa-apa. Kamu pergi aja ke kantor, karena aku ga mau kalau raga kamu sama aku tapi hati sama pikiran kamu ada disana" jawab Melliza yang membuat Alvi tertawa mendengarnya.
"Ish ko kamu ketawa sih?" tanya Melliza bingung.
"Abisnya kamu lucu pake bilang kaya gituh segala" ucap Alvi sambil mencubit hidung Melliza.
"Hati sama pikiran aku ada disini ko, sama kamu dan dia" ucap Alvi yang kini menurunkan tangannya pada area perut Melliza lalu mengelus-elusnya dengan lembut.
Saat Alvi akan mengecup pipinya dengan cepat Melliza membungkam bibir Alvi dengan telapak tangannya karena malu ketika dia sadar ada beberapa orang yang sedang melihat tingkah mereka berdua.
"Malu ih, tuh diliatin" bisik Melliza yang kemudian berjalan menjauhi Alvi. Alvi melirik kesekitar lalu melebarkan bibirnya tersenyum kepada orang yang ada disana.
"Tidak apa-apa nak, kami mengerti ko. Lanjutkan nanti di rumah ya" ucap pria paruh baya yang sedang bebelanja bersama istrinya.
Mendengar itu Alvi pun hanya bisa tersenyum malu lalu bergegas menyusul Melliza yang kini sedang mamasukkan buah strawberry ke dalam trolinya. Kemudian kini Melliza berpindah memilih buah jeruk.
"Sayang, boleh minta tolong ga?" tanya Melliza.
"Minta tolong apa bumil cantik?" jawab Alvi dengan nada manja.
"Ambilin aku sayur bayam ya, nanti sore aku mau makan itu " jawab Melliza tersenyum. "Biar cepat selesai, kamu kan mau ke kantor" sambungnya agar Alvi mau.
"Iya siap nyonya" jawab Alvi tersenyum lalu pergi mengambil apa yang Melliza mau.
Saat Alvi akan mengambil sayur bayam, tangan seseorang memegang punggung tangannya tanpa sengaja, karena perempuan itu juga akan mengambil sayur bayam tersebut. "Eh, maaf" ucap seorang perempuan.
"Ga apa-apa Mbak" jawab Alvi sambil melirik melihat siapa perempuan tersebut.
"Wah Pak CEO. Ga nyangka kita bertemu lagi" kaget perempuan tersebut yang tak lain adalah Nayshila.
"Oh ini sayang udah" jawabnya sambil menunjukkan sayur bayam yang Melliza mau.
"Saya permisi" pamit Alvi tersenyum kepada Nayshila. Dan dengan cepat menghampiri istrinya lalu pergi memilih barang yang ingin Melliza beli selanjutnya.
"Siapa sayang?" tanya Melliza penasaran karena dia tadi mendengar Alvi pamit dan tersenyum kepada perempuan itu.
"Oh itu, dia pernah melamar jadi sekretaris tapi ga keterima" jawab Alvi jujur.
"Kenapa?" tanyanya.
"Ya karena Beno lebih unggul darinya sayang" jawab Alvi yang hanya dibalas Oh oleh Melliza. Melliza bersyukur Alvi tidak memilih sekretaris yang memiliki body seksi seperti itu, sepertinya Melliza akan curiga dan cemburu jika Nayshila menjadi sekretaris Alvi.
Sementara kini, Nayshila menatap kepergian sepasang suami istri itu. Dia merasa kecewa ketika saat itu mengetahui Alvi telah menikah dan dia lebih kecewa dan kesal lagi ketika dia tau bahwa dirinya di tolak kerja di perusahaan Alvi. Nayshila pun akhirnya kini bekerja di perusahaan pacarnya.
Akhirnya setelah empat puluh menit berada di super market, Melliza pun merasa puas dan meminta diantarkan pulang ke rumah sebelum Alvi pergi ke kantor. Sebenarnya mereka hanya membeli strawberry, jeruk dan sayur bayam, mereka menghambiskan waktu hampir satu jam lamanya hanya untuk mengelilingi super market yang menurut Melliza memiliki tempat yang enak karena adem.
***
Dua hari kemudian, di hari weekend ini orang tua Melliza dan juga orang tua Alvi sedang berkumpul di rumah mereka. Ini adalah pertemuan keluarga setelah pertemuan saat pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu.
Kini Papah Putra, Papah Raka dan juga Alvi sedang berada di halaman belakang rumah menunggu para wanita yang sedang menyiapkan makanan.
"Kamu hebat Vin, sekali dapat langsung dua" ucap Raka bangga pada menantunya karena akan memberikannya cucu kembar.
"Siapa dulu dong Papahnya" ucap Putra sombong yang lalu terdengarlah gelak tawa diantara ketiga pria itu.
Mamah Mitha dan juga Mamah Icha begitu senang ketika mengetahui kehamilan Melliza yang kembar. Saat ini mereka sedang berada di dapur. Kedua ibu itu meminta Melliza duduk.
"Udah biar kita aja Syaa, kamu cukup duduk liatin" ucap Mamah Mitha kepada menantunya.
Kedua ibu-ibu itu begitu memanjakan Melliza, mereka tidak mau jika Melliza kelelahan. Mereka pun kini menanyakan apa yang dimau perempuan hamil itu.
"Ohya sayang, kamu mau Mamah masakin sesuatu ga? Yang lagi kamu pengen gituh" tanya Icha pada putrinya, sudah lama memang Icha tidak memasak untuk anaknya.
"Ga usah Mah, lagian Mamah tuh pasti cape baru datang jadi Mamah istrirahat aja" jawab Melliza.
"Kalau pengen sesuatu bilang ya sayang, jangan ditahan. Kalau Alvi lagi kerja pun, terus kamu lagi pengen banget makan sesuatu, kamu telpon aja suruh dia beli. Nanti kalau dia ga nurut kamu telpon Mamah. Soalnya Mamah takut nanti cucu Mamah ileran" ucap Mitha tertawa yang disetujui Icha.
***
Jangan lupa di like, komen, vote dan kasih rate bintang lima. Maaf ya cuman up satu, soalnya pas up dua like nya malah turun, sedih:((
Baca juga ya cerita ku satu lagi judulnya UNEXPECTED LOVE.
Terimakasih💚💚💚