I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 165



Setelah selesai mandi Melliza melihat pantulan dirinya dicermin, dia merasa jika tubuhnya semakin hari semakin besar. Padahal kehamilannya baru memasuki usia minggu ke delapan.


"Duh ko makin hari makin gendut sih" gumamnya.


Setelah itu Melliza segera menghampiri Alvi yang sudah menunggu dilantai bawah, pagi ini mereka akan melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kehamilan Melliza. Ini juga merupakan pemeriksaan pertama setelah waktu itu dia dinyatakan positif hamil.


"Sudah siap sayang?" tanya Alvi ketika melihat Melliza menghampirinya.


"Udah, yu" jawabnya sambil menggandeng tangan suami.


Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Melliza melihat pedagang kaki lima yang berjualan bubur ayam sangat ramai dikunjungi pembeli. Banyak sekali orang-orang yang makan disana dengan lahap, membuatnya tergoda untuk ikut mencicipinya.


"Aku mau bubur ayam yang tadi deh sayang" ucapnya. Kemudian Alvi melihat layar kaca spion mobilnya.


"Engga, nanti aja suruh Bi Imas bikin buat kamu" ucap Alvi kembali fokus menyetir.


Mendengar Alvi melarangnya membuat Melliza merasa sangat sedih, dia benar-benar ingin memakan bubur itu bukan bubur buatan Bi Imas, pembantu rumah tangganya.


Melliza merasa sangat kesal kepada Alvi, dia memilih untuk melihat ke arah luar dan tanpa sadar kini air matanya terjatuh. Alvi yang melihat Melliza diam saja setelah dia melarangnya, menjadi khawatir takut jika perempuan itu marah.


"Sayang" panggil Alvi memegang tangan Melliza dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya tetap menyetir.


"Hmm" hanya itulah yang dibalas oleh Melliza, Alvi pun memegang dagu istrinya sehingga membuat Melliza kini menghadap kearahnya.


Dapat dilihat dengan jelas olehnya jika pipi perempuan itu basah. "Kamu kenapa nangis?" tanya Alvi khawatir dan kemudian menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Hey kamu kenapa sih sayang?" tanyanya menangkup pipi Melliza dengan kedua tangannya lalu mengahapus air mata istrinya.


"Aku tuh pengen bubur" jawabnya yang membuat Alvi membuka mulutnya tak percaya.


"Kenapa istri gue cengeng ginih? Masa cuman pengen bubur doang nangis" ucapnya dalam hati.


"Kan nanti aku bilang sama Bi Een buat bikinin kamu bubur, yaudah deh aku telpon sekarang ya biar nanti pas kita pulang buburnya udah jadi" ucap Alvi yang hendak mengambil ponselnya dari dalam saku celana.


"Ih aku tuh pengen bubur yang tadi" ucap Melliza masih tetap menangis.


"Ga boleh, aku takut itu ga higienis. Kamu liatkan tadi tukang buburnya jualan dipinggir jalan. Kita cari restoran aja ya yang jualan bubur, oke?" ucap Alvi yang tidak ingin Melliza makan di tempat seperti itu.


"Ga mau. Pokoknya aku mau bubur yang tadi" ucap Melliza dengan nada tinggi dan semakin terisak.


"Huhf ya ampun" Alvi pun menghembuskan nafasnya kasar karena frustasi harus menuruti kemauan istrinya.


"Oke oke, udah dong kamu jangan nangis lagi. Kita beli bubur yang tadi" jawabnya.


"Beneran?" tanya Melliza tak percaya, kemudian dibalas anggukan oleh Alvi. Seketika raut wajah Melliza berubah, yang tadinya sedih dengan seketika kini terlihat binar bahagia di wajahnya.


"Yaampun ternyata bener ya apa yang dikatakan Johan. Hormon ibu hamil itu cepat berubah" ucap Alvi dalam hati.


"Asiik" ucapnya seperti anak kecil, lalu mencium pipi Alvi kilat.


Setelah itu dengan segera Alvi memutar mobilnya menuju tukang bubur yang diinginkan Melliza. Sampai disana, tempat itu masih saja ramai oleh pembeli. "Sayang kamu tunggu aja disinya ya, biar aku yang pesen nanti kamu makan di dalam mobil aja".


"Ga mau, aku mau makan disana kaya orang lain" jawab Melliza dengan wajah yang akan kembali menangis.


Melihat itu dengan cepat Alvi mengiyakan keinginan istrinya agar Melliza tidak kembali menangis. Mereka berdua pun turun dari mobil, semua orang merasa kagum ketika melihat mereka berdua turun dari mobil sport mewah dengan pakaian yang rapih tapi masih mau makan dipinggir jalan seperti ini.


Alvi pun mendekat ke arah penjual yang sedang menyiapkan pesanan. "Pak boleh saya pesan? Tapi saya sendiri yang membuatnya" ucap Alvi karena melihat penjual tersebut menyiapkan pesanan tidak menggunakan sarung tangan yang menurutnya itu tidak higienis.


"Silahkan, silahkan" ucap penjual itu ramah.


"Kamu ngapain?" tanya Melliza ketika melihat suaminya mengambil bubur sendiri lalu dimasukan ke dalam mangkuk.


"Aku mau bikin buat kamu, kan kamu mau bubur" jawabnya sambil mendengarkan istruksi dari bapak penjual.


"Aku kan ga minta kamu buatin, aku mau bapak nya aja yang buat".


"Mau makan bubur ini atau engga sama sekali?" ucap Alvi, Melliza pun hanya bisa cemberut. Andai saja tidak banyak orang disini, sudah dipastikan Melliza akan kembali menangis.


Para pembeli yang lain memperhatikan Alvi yang dengan teliti menyiapkan bubur untuk Melliza walaupun dengan bantuan dari bapak penjual.


"Duh suami idaman ya".


"Sampai ga mau pake msg tuh, bener-bener perhatian sama kesehatan istrinya" ucap pembeli wanita melihat Alvi menolak saat disuruh memasukan bumbu penyedap ke dalam bubur itu oleh bapak penjual.


"So sweet banget sih suaminya".


"Mau juga punya suami kaya gituh, udah tampan, perhatian lagi" itulah pujian yang Melliza dengar dari mulut para pembeli wanita yang ada disana. Melliza hanya bisa tersenyum.


Setelah itu Alvi pun membawa satu porsi mangkuk bubur ayam untuknya. "Nah ini kamu coba" ucap Alvi.


Dengan ragu Melliza pun mencoba mencicipi bubur yang dibuat suaminya tadi. "Ih ga enak" ucapnya.


"Masa sih? Orang aku ngikutin bapaknya" jawab Alvi kemudian mengambil mangkuk itu dan mencicipinya.


Alvi merasa jika buburnya memang terasa hambar. "Yaudah aku bikin lagi deh" jawabnya hendak berdiri namun Melliza melarangnya.


"Please aku mau bubur bikinan bapaknya. Kamu ga kasian sama dedek bayinya? Nanti gimana kalau dia jadi anak yang ileran?" tanya Melliza sambil menunduk mengelus perutnya.


Alvi pun hanya bisa pasrah dan menyetujui keinginan istrinya.


***


Haii terimakasih atas sarannya. Kali ini aku double up untuk kalian. Jangan lupa ya di like, komen, vote dan kasih rate bintang lima.


Buat teman-teman baca juga yu ceritaku yang lain judulnya UNEXPECTED LOVE


TERIMAKASIH💚💚💚