
Kini Melliza sudah sampai dikantor. Dia pun segera masuk menuju ruangan CEO nya yaitu Alvin Sanjaya. Namun tidak ada jawaban, Melliza pun masuk dan mempersiapkan makanan yang telah dia beli tadi.
Tapi tiba-tiba Alvi datang didepan Melliza dan membuat dirinya kaget.
"Huh, yaampun" kesal Melliza sambil mengelus dada nya
"Kamu kenapa?" tanya Alvi
"Ya kagetlah Pak. Datang tiba tiba, ga ketauan munculnya dari mana"
Ternyata tadi saat Melliza masuk, Alvi sedang berada di dalam kamar mandi yang berada di ruangannya. Alvi yang melihat wajah Melliza, kini malah menertawakannya karena gemas dengan ekspresi kaget Melliza.
"Kenapa Pak?" tanya Melliza bingung karena Alvi tertawa
"Lucu" jawab Alvi dengan suara pelan
"Apa Pak?" Melliza memastika kembali apa yang Alvi ucapkan padanya
"Tidak" jawab Alvi kembali dingin
Alvi memang mengatakan lucu, karena menurutnya Melliza begitu lucu dan menggemaskan ketika sedang terkejut seperti itu.
Melliza yang mendengar jawaban Alvi, kembali menyiapkan makanan tersebut dan dia terus berpikir tentang ucapan Alvi tadi.
"Perasaan tadi gua denger dia bilang lucu deh. Hm udahlah ga usah dipikirin juga, mungkin gua salah denger"
Ketika sudah selesai, Melliza memberikan kembali ATM kepada Alvi, dan ketika Melliza hendak pergi tiba tiba Alvi menahannya
"Mau kemana?"
"Saya mau keluar Pak"
"Temenin gua makan" ajaknya dingin
Melliza bingung akan sikap Alvi yang mengajaknya makan bersana, sampai-sampai dia melamun sebentar.
"Hah gua ga salah denger nih? Dia minta gua nemenin dia makan, diruangannya berdua? Ah no, Melliza lu jangan baper"
"Jangan-jangan dia minta beliin makanan dua porsi, emang niat buat gua sama dia kali ya? Aah Melliza mana mungkin? Stop ngekhayal yaa!" sambungnya kembali dalam hati
"Tidak Pak, makasih. Saya akan melanjutkan pekerjaan saja"
Melliza menolak tawaran Alvi dan memilih melanjutkan pekerjaannya, karena memang jam istirahat sudah habis.
"Lu tenang aja, yang ngasih lu kerjaan gua. Lu bisa makan dulu disini, gua ga mau dibilang Boss kejam yang ga ngasih waktu makan sekretarisnya. Cukup lu bilang gua laki-laki sombong aja" kata Alvi dingin
Melliza hanya terdiam, didalam hatinya dia memikirkan sesuatu.
"Dia masih terus aja ngebahas itu, bener-bener deh tuh orang dendam sama gua. Gua lagi malah baper diajakin makan, padahal dia ngajak makan cuman ga mau dibilang bos kejam, bukan karena bener mau ngajak gua makan" Ucap Melliza dalam hati
"Udahlah gua tau ko lu laper, lagian gua ga racunin lu ko. Kan lu sendiri yang beli itu makanan"
Terdengar suara perut Melliza
Alvi menatap Melliza dengan senyum simpulnya. Melliza kini malu, dan akhirnya dia pun menerima tawaran Alvi untuk makan bersamanya.
Mereka makan dengan duduk saling berhadapan, sesekali Melliza dan Alvi saling menatap. Namun, tiba tiba jari Alvi mengusap lembut bibir Melliza dan itu membuatnya kaget bahkan sangat kaget.
Alvi melihat ekspresi wajah Melliza yang bengong dan terdiam, dengan segera dia menepiskan tangannya dari bibir Melliza
"Sorry, gua ga sengaja"
"Huhh?" kata Melliza gugup
"Lu makan kaya anak kecil aja, sampai belepotan gituh" kata Alvi dingin
Dengan terburu-buru, Melliza mengambil tissu dan membersihkan bibirnya sendiri.
"Kalau ginih, jadinyayang ada gua jadi tambah cinta. Jadi makin berharap lebih dari yang dulu dulu"
"Astaga, apa sih yang gua pikirin? Ayo Melliza profesional! Jangan sampe rasa suka lu bertambah!" sambung kembali dalam hati
Tiba tiba handphone Alvi berbunyi, dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari Andre. Alvi pun dengan langsung menjawabnya, namun sedikit menjauh dari Melliza.
Ternyata Andre menghubunginya hanya untuk memberitau jika besok ada acara reuni dan meminta Alvi untuk datang di acara tersebut. Awalnya Alvi menolak untuk datang, tapi ketika Andre mengatakan jika Clara baru pulang ke Indonesia dan dia akan ikut acara reuni itu, Alvi langsung berubah pikiran. Panggilan pun telah Alvi akhiri, dia kembali melanjutkan makannya.
Setelah mereka selesai makan. Saat Melliza akan keluar dari ruangan tersebut, tiba tiba terdengar suara Alvi yang berbicara kepadanya.
"Gua minta, besok lu temenin gua ke acara reuni. Dan ga ada kata penolakan. Karena lu sekretaris pribadi gua, lu harus siap kapan pun" kata Alvi dingin
"Hmm Baiklah"
"Besok gua jemput lu jam 8 malam, jangan sampai telat!"
Saat keluar, Melliza merasa senang karena diajak untuk ikut keacara reuni Alvi. Tapi disisi lain, dia juga terus memikirkan alasan kenapa Alvi mengajaknya?
"Hah dia ga salah, nyuruh gua nemenin dia ke acara reuninya? Kenapa ga ngajak cewenya aja? Kalau pacarnya tau, bisa bisa salah paham sama gua"
.
.
.
.
.
Like, vote dan komen
Terima kasih💕