
Andre yang menyadari bahwa Melliza tidak ada bersama mereka lagi mencoba menguhubunginya dan ternyata Melliza telah berada di luar menunggu di depan parkiran.
Melihat Alvi masih asik mengobrol dengan Clara dan teman mereka yang lain nya, Andre langsung berbicara pelan memberitau Alvi.
"Vin, Melliza nunggu lu tuh"
Ketika itu juga Alvi baru sadar ternyata Melliza tidak ada bersamanya.
"Dimana dia?"
Andre pun langsung memberitahu Alvi keberadaan Melliza sekarang.
Seketika Alvi meninggalkan obrolan dengan Clara dan teman mereka lain nya. Memilih menghampiri Melliza.
Sementara kini raut wajah Clara menunjukan ketidaksukaan. Clara tadi telah berhasil membuat Melliza pergi, tapi Alvi malah mencarinya.
"Kenapa pergi?" Tanya Alvi kepada Melliza.
Melliza memberanikan diri dan berkata
"Maaf Pak, saya tidak nyaman didalam sana. Pak Alvi masuk lagi aja, saya nunggu disini"
"Gua kesini bareng sama lu buat nemenin gua Melliza.." ucapan Alvi terhenti karena Melliza menyangganya
"Lalu saya didalam sana harus ngapain? Menyimak kalian berbicara dan ditatap sinis oleh mantan Pak Alvi? Saya ga suka Pak diliatin seperti itu"
"Ya bagus dong kalau Clara natap lu sinis, itu artinya lu berhasil manas-manasin dia"
"Huhf tapi itu sungguh tidak nyaman" Ucap Melliza sambil menarik nafasnya.
"Udahlah ayo lu ikut gua, gua bakal kasih lu bonus"
Melliza tetap diam dan memainkan handphonenya seolah tidak mendengarkan Alvi berbicara, karena dia memang benar-benar merasa tidak nyaman berada disana.
Alvi yang melihat tidak direspon oleh Melliza, langsung menggenggam tangan Melliza dan memaksanya berjalan mengikuti dia. Melliza mencoba melepaskan genggaman itu kerana genggaman Alvi sangat kuat dan membuat pergelangan tangannya sedikit sakit.
"Lepasin Pak, sakit!!!" Akhirnya Alvi melepaskan genggamannya, melihat Melliza kesakitan memegang tangan yang tadi dia genggam, membuat dirinya merasa bersalah.
"Sorry, gua ga sengaja" ucap Alvi
"Apa?" Tanya Alvi dengan menaikkan alisnya.
"Ah engga Pak"
Ketika Alvi dan Melliza masuk kembali, Clara menatap sinis Melliza lagi. Di dalam hati Clara, dia akan berusaha untuk membuat Alvi kembali kepada diri nya.
"Apa pun caranya, aku bakalan bikin kamu balik lagi ke aku Vin" ucap Clara dalam hatinya sambil terus menatap Melliza dan Alvi yang sedang berjalan beriringan bersama.
Kini Melliza dan Alvi duduk berdua di keramaian acara reuni itu, mungkin Alvi tidak ingin membuat Melliza tidak nyaman. Jadi dirinya memilih untuk duduk berdua dan tidak bergabung dengan teman yang lainnya. Namun walau pun mereka duduk berdua tetap saja mereka saling diam.
"Lah kenapa kalian pada diam aja?" Tanya Andre yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Terus gua harus ngapain?" jawab Alvi melihat ke arah Melliza.
"Kalian kan lagi pacaran, ups pura-pura. Tapi kalian harus tetep mesra. Lu ga liat Clara mantau terus dari tadi, nanti bisa-bisa dia curiga" katanya dengan suara pelan.
Kemudian Andre mengangkat tangan Alvi dan menaruhnya di pundak Melliza. Alvi dan Melliza memang duduk bersebelahan hingga memudahkan Andre menjalankan aksinya, dan itu membuat Melliza dan Alvi menatap Andre bersamaan dengan tajam.
"Sstt biar mereka semua percaya, masa pacaran canggung diam-diam gituh" kata Andre mengedipkan matanya kepada Alvi dan melliza.
Tidak ada penolakan dari keduanya, Melliza menyadari bahwa ini merupakan tugas untuk membantu CEO nya dan Alvi pun tak menolak karena tujuan dirinya melakukan ini ingin membuat Clara menyesal meninggalkan dia.
.
.
.
.
.
.
Saya ucapkan Terima Kasih bagi yang sudah setia menunggu dan membaca novel ini๐
jangan lupa like๐๐