
Haiii haiii....
Aku kembali lagi nih readers💛
Karena hari Raya Idul Fitri sebentar lagi, aku mau ngucapin Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya bagi readers yang merayakan.
Tetap jaga kesehatan kalian yaa, tetap stay at home !!
Selamat Membaca, Semoga Suka✨
Jangan lupa di like, di komen, di share dan tentunya vote yang banyak ya sayang-sayangku💛
*****
Pasangan pengantin baru itu kini pergi menuju restoran hotel karena kedua orang tua mereka telah menunggunya disana. "Selamat pagi semua" sapa Alvi dengan semangat pada mereka.
"Pagi juga. Wahh happy betul mukanya" ledek Putra.
"Kayanya bentar lagi kita bakalan punya cucu" ucap Raka tersenyum.
"Bikinnya yang banyak ya sayang, biar nanti kita ga rebutan. Ya ga jeng?" tanya Mitha pada Icha.
"Betul tuh, jadi ga sabar deh nimang cucu"
"Ohya kalian ga usah khawatir soal gimana nanti ngejagainnya, karena kita pasti bakalan bantu" sambung Icha yang disetujui Mitha.
Mereka yang ada disana tampak tertawa karena membayangkan mereka akan segera mendapatkan cucu. Apalagi jika bener Melliza hamil sudah pasti mereka akan sangat bahagia dan tentunya dia akan sangat diperhatikan karena itu cucu pertama untuk orang tua Melliza maupun orang tua Alvi.
Begitupun dengan Alvi, laki-laki itu tak ingin menunda untuk memiliki anak. Tapi berbeda dengan Melliza, wajah perempuan itu tersenyum paksa. Bukannya tidak ingin memiliki anak, tapi hanya saja dia ingin menundanya sebentar agar dia bisa menikmati masa mudanya terlebih dahulu, dia pun ingin kembali bekerja seperti yang dia katakan pada Alvi sebelumnya.
Setelah selesai sarapan bersama, mereka semua kini kembali ke kamar masing-masing. Melliza mulai mengemasi barang-barang ke dalam koper karena rencananya hari ini mereka akan pergi menuju rumah orangtua Alvi. Mereka akan tinggal selama satu minggu disana, kemudian setelah itu mereka akan pergi berbulan madu.
***
"Jaga Melliza ya, Vin. Jangan sampai kamu nyakitin putri Papah" ucap Raka ketika Alvi berpamitan padanya.
"Pasti Pah" jawabnya tegas.
"Melliza berangkat dulu ya Pah, Mah" ucapnya sambil bergantian memeluk kedua orang tuanya.
"Hati-hati ya sayang, sering kabarin Mamah" ucap Icha.
"Kalau ada apa-apa langsung lapor ke Papah ya" ucap Raka mengusap kepala anaknya.
Mereka pun pergi, sebelumnya orang tua Alvi telah duluan pergi meninggalkan mereka karena Elvina harus segera ke bandara. Gadis itu hanya datang untuk menyaksikan pernikahan kakaknya dan dia harus segera kembali ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan kuliahnya.
Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, akhirnya mereka telah sampai di rumah orangtua Alvi. Ini bukan pertama kali bagi Melliza datang ke rumah mewah ini, jadi dia sudah terbiasa dengan adanya beberapa pelayan yang datang menyambutnya.
"Selamat datang sayang, selamat bergabung bersama keluarga Sanjaya" ucap Mitha turun dari tangga menghampiri mereka.
"Semoga kamu betah dan nyaman ya tinggal disini" sambungnya kembali.
"Terima kasih Mah" jawab Melliza tersenyum.
"Baiklah, selamat beristirahat yaa. Nanti malam kita akan makan bersama" ucap Mitha.
Mereka pun kini menaiki anak tangga untuk menuju lantai dua karena kamar Alvi berada dilantai tersebut. Sebenarnya ini pertama kali Melliza masuk ke dalam kamar Alvi, saat pintu kamar itu dibuka begitu luas dan tertata rapih kamarnya. Seperti kebajakan pria lainnya, nuansa kamar Alvi sangat maskulin.
"Maaf ya sayang kalau ga suka sama kamarnya. Aku jarang tidur disini, semanjak lulus SMA aku tinggal sendiri di appartement" ucap Alvi.
"Tidak masalah sayang, ini bagus ko nyaman juga" jawabnya sambil duduk ditepi ranjang.
"Yaudah kalau gituh kamu mandi dulu gih, aku beresin baju dulu" sambung Melliza.
"Kita mandi bersama, gimana?" ucap Alvi menggoda Melliza.
"Alvin" ucap Melliza geram.
"Tenang aja nanti aku suruh bibi beresin baju ke lemari" ucap Alvi santai.
"Ga ya. Udah sana mandi ! " ucap Melliza kesal membuat Alvi terkekeh dan langsung pergi ke kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Tak butuh waktu lama, kini barang yang Melliza bawa telah masuk ke dalam lemari. Sambil menunggu Alvi selesai mandi, Melliza melihat setiap sudut yang ada di dalam kamar mengamatinya dengan baik.
Bibirnya tersenyum ketika melihat sebuah foto anak kecil yang sangat menggemaskan, siapa lagi jika bukan Alvi. Di foto itu terlihat Alvi yang sedang merengek sambil menyodorkan kedua tangannya, seperti minta digendong.
Lalu Melliza pun melihat album foto yang ada diatas laci, disana banyak sekali foto-foto Alvi bersama Elvina adik cantiknya. Walaupun sekarang Alvi tidak terlalu dekat dengan Elvina karena kesibukan masing-masing, tapi bisa dilihat dari album foto tersebut jika sebenarnya Alvi sangat sayang pada adiknya itu.
Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka tapi Melliza tidak menyadarinya, Alvi pun langsung menghampiri Melliza lalu memeluknya dari belakang. Melliza terkejut merasakan tangan yang terasa dingin sedang memeluknya. "Ngagetin aja tau ga" ucapnya kesal.
"Maaf, asik banget kayanya liat foto-foto aku yang dulu" ucapnya Alvi sambil mencium rambut Melliza.
"Gemes aku, baru tau ternyata kamu lucu ya" ucapnya melepaskan pelukan Alvi lalu mencubit pipi suaminya.
"Tapi dulu" ledek Melliza sambil menjauh dengan menjulurkan lidahnya.
"Dulu lucu, sekarang ganteng kan?" tanyanya.
"Biasa aja sih" ucap Melliza datar membuat Alvi mendengus, tak puas atas jawabannya.
Melliza pun kini menghampiri Alvi yang masih berdiri memperhatikannya. "Ini, aku udah siapin baju nya" ucap Melliza memberikan baju kepada Alvi, karena saat ini pria itu masih menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.
"Makasih sayang" ucapnya mencium bibir Melliza.
***
Duh jadi Alvi enak ya, semenjak nikah apa-apa diurusin sama Melliza.
Segitu dulu ya nanti dilanjut lagi teman-teman.
Jangan lupa di like, komen, share, vote yang banyak yaa.
Terimakasih💛