I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 176



"Kak, selamat ya." ucap Elvina memeluk Melliza.


Ya, adik kandung Alvi yang sedang menjalani pendidikan di luar negeri kini kembali ke Indonesia hanya untuk melihat keponakan kembarnya yang menggemaskan. Walaupun pertemuan Melliza dengan adik suaminya bisa di hitung jari, tapi tidak membuat mereka canggung. Elvina dan Melliza selalu bertukar kabar walaupun hanya melalui media sosial.


"Makasih, El." balas Melliza sambil tersenyum.


"Ko gemesin banget sih mereka berdua, jadi ga rela nih aku ninggalin mereka." ucapnya saat melihat dua keponakannya yang sedang tertidur di dalam box bayi.


"Eh iya Kak, ini aku bawain sesuatu buat Kakak. Semoga suka ya." ucapnya sambil memberikan sebuah bingkisan pada Melliza.


"Buat Kakak mana dek?." tanya Alvi.


"Yeh kan yang melahirkan Kak Melliza, jadi ya ngasihnya buat Kak Melliza aja."


"Tapi kan Kakak yang bikin, dek." ucap Alvi murung.


"Udah deh, kamu ini apaan sih. Inget tuh udah dua, lagian yang ada juga kamu ngasih hadiah ke istri kamu, bukan malah kamu minta sama adik sendiri." ucap Mitha.


"Nah iya tuh bener banget kata Mamah. Kamu harusnya ngasih aku hadiah sayang." ucap Melliza.


Alvi hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, gara-gara ibunya kini Melliza jadi menanyakan kado. Padahal beberapa bulan lalu dia sudah membelikan istrinya tas branded dengan series terbaru yang harganya tidak murah.


"Iyaa sayang, nanti ya." ucap Alvi tersenyum.


"Nanti kapan? Kan aku lahirannya sekarang, masa kadonya nanti. Yang ada disini udah ngasih aku hadiah loh, cuman kamu yang belum." ucap Melliza dengan wajah cemberut.


"Pasti aku kasih ko sayang, sabar ya. Jangan gituh deh bibirnya, jadi gemesin tau." ucap Alvi kemudian mencium bibir istrinya karena tak tahan melihat bibir istrinya yang cemberut menggoda.


Melliza sedikit memberontak, karena tak enak dengan orang tua mereka dan juga Elvina yang ada disini. Tapi nyatanya Alvi tidak perduli dan tidak tau malu.


"Alvin, ga liat situasi banget sih." ucap Mamah Mitha sambil menjewer anaknya, sedangkan wajah Melliza hanya merah merona karena menahan malu.


"Ya maaf, Mah. Abisnya dia malah cemberut gituh kan gemes, lagian ya Mah sama istri sendiri ko." ucap Alvi mengusap kupingnya yang sakit akibat jeweran ibunya.


"Ga di depan kita juga, Vin. Inget tuh baru juga keluar." ucap Mamahnya yang membuat semua orang terkekeh.


"Ga apa-apa, biarkan aja." ucap Bu Icha yang membuat Alvi tersenyum.


Kini diruang inap hanya ada Melliza, Alvi dan juga Elvina karena orang tua mereka telah pulang. Elvina sengaja tidak pulang karena takut kakaknya kesulitan menjaga anak dan istrinya sendirian.


Dan benar saja, jam dua pagi baby twin kini menangis bersamaan membuat mereka terbangun. "Kayanya mereka haus deh." ucap Melliza, kemudian menerima baby Brian dari tangan Alvi dan dengan segera, Melliza memberikannya asi.


"Sabar ya sayang, tunggu kakak dulu." ucap Alvi mengusap pipi Gaby yang sedang digendong Elvina.


Seolah mengerti dengan ucapan ayahnya, Gaby kini terdiam tidak merengek lagi. "Pinter banget sih, bisa langsung diem gituh." ucap Elvina takjub, yang disenyumi Melliza.


"Anak gue tuh dek." ucap Alvi bangga.


"Iya tau Kak, siapa bilang juga anak tetangga." ucap Elvina.


Setelah memberikan asi kepada Brian, kini bayi laki-laki itu sudah kembali tidur nyenyak. Dan kini saatnya Melliza memberikan asi untuk Gaby, bayi perempuannya.


"Maaf ya, El. Kamu tidurnya jadi keganggu." ucap Melliza tidak enak, karena pada akhirnya yang menemani dan membantu dia adalah Elvina, adik iparnya. Sementara Alvi, suaminya sendiri malah kembali tertidur sejak tadi.


"Ga apa-apa Kak, lagian aku juga tadi belum bisa tidur karena masih jet lag mungkin." jawabnya sambil kembali merebahkan Gaby pada box bayi.


***


Sudah dua minggu ini Melliza menjadi seorang ibu, dia benar-benar merasakan lelah dan juga bahagia di saat bersamaan. Waktu tidurnya yang dulu sangat cukup, kini terganggu karena harus mengurus baby twin.


Tapi Melliza tidak pernah mengeluh, bahkan dia menolak adanya baby sister. Walaupun dia kewalahan dalam menghadapi dua bayinya yang kadang akan bersamaan merengek, tapi Melliza masih bisa menangani itu.


Dia juga tidak sendirian, karena Mamah Mitha setiap hari selalu datang ke rumahnya, dan di malam hari ada Alvi yang akan membantunya, walaupun lelah seharian bekerja tapi suaminya itu bisa di sebut sebagai suami siaga, yang siap membantu Melliza kapanpun.


Dan di weekend pagi ini, Alvi mengajak Melliza untuk keluar rumah. "Mau apa sih sayang?." tanya Melliza.


"Udah ayo ikut aku aja, di depan rumah doang ko. Ga kemana-kemana." ucapnya.


"Iya, udah sana Sya. Mau pergi keluar lama juga ga apa-apa, kan ada Mamah disini jagain mereka." ucap Mamah Mitha.


Alvi pun menggandeng tangan Melliza menuju ke luar rumahnya. "Tutup mata dulu deh." ucap Alvi saat akan membuka pintu rumah.


"Mau apa? Ga mau ah." tolaknya.


"Ayo dong sayang." bujuk Alvi yang akhirnya dituruti Melliza.


Alvi menuntun istrinya berjalan dan kini mereka telah sampai di depan rumah. "Coba deh buka matanya sayang." ucap Alvi yang kemudian Melliza membuka matanya dengan perlahan.


"Mobil?." tanya Melliza ketika melihat mobil suv yang dihiasi pita.


"Iya, buat kamu sayang. Maaf ya hadiah lahirannya lama." ucap Alvi tersenyum.


"Ini seriusan sayang hadiahnya mobil?." tanyanya tak percaya yang diangguki Alvi.


"Kan sekarang kita udah berempat, eh mungkin nanti nambah." ucap Alvi yang seketika mendapatkan cubitan dari Melliza di perutnya.


"Baru juga beberapa minggu sayang ngelahirin, udah bilang mau nambah."


"Iya kan nanti. Yaudah karena sekarang kita berempat, jadi butuh mobil yang lebih besar, biar kamu sama anak-anak nanti nyaman." ucapnya yang kemudian mendapatkan pelukan dari Melliza.


"Makasih sayang." ucap Melliza bahagia, kemudian Alvi mencium keningnya.


"Aku yang makasih sayang, karena kamu udah mau menikah sama aku, hidup bersama aku, dan menjadi ibu dari anak-anak aku. Beruntung banget aku punya kamu dan baby twin yang menggemaskan. Aku janji akan selalu berusaha membuat kalian semua bahagia."


"I love you." ucap Alvi menatap istrinya lalu tak lama dia mencium bibir Melliza dengan lembut.


***


END.


Tidak pernah menyangka cerita pertama saya bisa menembus 8M. Saya benar-benar ucapkan Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk para pembaca. Terima kasih telah memberikan dukungannya kepada saya, untuk terus menulis cerita Melliza dan Alvi, maaf jika saya tidak bisa membalas komentar kalian semua.


Mohon maaf jika selama ini banyak kesalahan dalam penulisan, maaf jika cerita yang saya buat tidak sesuai dengan yang kalian inginkan.


Jangan dulu di unfavorite ya. Karena nanti akan ada extra partnya. Mungkin tidak bisa ditentukan kapan waktunya, bisa beberapa hari ke depan atau pun satu minggu ke depan. Jadi jangan dulu di unfavorite, agar kalian dapat notif saat extra part saya publish.


Tanpa readers saya bukan siapa-siapa.


Terimakasih banyak, love untuk kalian semua💚💚💚