
Setelah sampai di apartement, Melliza membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia merasa hari pertama masuk kerja sangat melelahkan, apalagi sikap canggung diantara Melliza dengan Alvi.
"Hmm kenapa harus dia sih yang jadi Boss gua? Dan kenapa juga rasa dua tahun lalu muncul lagi? Kalau terus terusan ginih yang ada gua malah makin suka sama dia, ya walaupun dia songong tapi kan dia ganteng" dalam hatinya sambil melihat langit langit kamar
Tapi tiba-tiba dia tersadar ketika mengingat Alvi yang membelikan cake dan hadiah ulang tahun untuk perempuan.
"Sadar Melliza sadar! Stop berharap lagi! Dia udah punya cewe" ucapnya tegas
Melliza kemudian mandi, dia berendam di dalam bathupnya dengan bath bomb Twilight yang mengandungĀ lavender untuk membuatnya rileks dan menghilangkan semua rasa lelahnya. Sambil berendam, Melliza pun menceritakan kejadian hari ini, bahkan memberitau bahwa CEO nya adalah Alvi kepada kedua sahabatnya yaitu Salsa dan Audi melalui pesan singkat.
Setelah selesai mandi, Melliza yang merasa sangat ngantuk akhirnya tertidur.
Hari kedua kerja Melliza berniat pergi ke kantor menggunakan taksi, tapi saat dia menunggu di depan gedung apartement, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Kemudian orang didalam mobil tersebut menurunkan kaca mobilnya
"Melliza kamu lagi ngapain?" tanya seseorang
" Pak Andre, saya lagi nunggu taksi" kata Melliza kaget
"Yaudah kalau gituh kamu bareng sama saya saja"
"Makasih Pak, saya naik taksi aja. Takut nanti ngerepotin" tolak Melliza sopan
"Tidak sama sekali. Lagian saya juga akan ke kantor hari ini. Ayo bareng saya, nanti kamu telat di marahin Pak Alvin" kata Andre membujuk
Akhirnya Melliza pun ikut bersama Andre. Selama perjalanan, Andre selalu mengajak Melliza ngobrol, mulai dari dimana kota asal, tempat tinggal sekarang, sampai alasan Melliza masuk ke perusahaan.
Tapi tiba-tiba Andre pun membahas tentang Alvin. Menanyakan kepada Melliza, bagaimana sosok Alvin menurutnya, Andre pun memberitau Melliza untuk memaklumi sikap dingin Alvi dan untuk tidak memasukan ke dalam hati setiap perkataan Alvi yang menyakitkan. Tak lupa, Andre juga menawarkan diri jika Melliza butuh bantuan, dia akan selalu siap membantunya dengan senang hati.
Melliza yang hanya menjawab Iya Pak, Iya Pak kepada Andre, membuat Andre tak suka karena dia berpikir usia mereka tak berbeda jauh. Memang genit Andre ini.
"Kamu dari tadi Iya Pak, Iya Pak aja, panggil Kaka aja ya! Ga usah Pak, lagian umur aku sama kamu kayanya ga beda jauh tuh. Ohhya, aku dua puluh enam tahun, kalau kamu?"
"Saya baru mau dua puluh dua tahun" kata Melliza sambil tersenyum
Andre yang mendengar itu hanya mengembangkan senyumnya. Tak terasa kini mereka pun sudah sampai di kantor, kedatangan mereka bersamaan dengan kedatangan Alvi, sehingga Alvi melihat mereka berdua datang bersama.
Andre pun menyapa hangat Boss sekaligus sahabatnya itu. Tapi Alvi malah memasang ekspresi tak percaya pada Andre, karena selama ini Andre jarang datang ke kantor.
"Wajahnya aja polos kaya anak kecil, tapi baru ketemu sama Andre kemarin aja, sekarang udah bareng" ucap Alvi dalam hatinya melihat Melliza datang bersama Andre
"Tumben lu ke kantor" tanya nya kepada Andre, tapi pandangannya pada Melliza
"Ya karena gua mau deket sama tuh cewek, makanya gua ke kantor dan bakalan sering ke kantor" bisik Andre ke telinga Alvi
"Pagi Pak" sapa Melliza tersenyum, karena dirinya terus dipandang sinis oleh Alvi. Tapi Alvi tak merespon sama sekali ucapan Melliza.
"Terserah lu" ucap Alvi kepada Andre sambil meninggalkannya.
Melliza pun segera pergi ke ruang kerja nya, tapi ketika dia berjalan, dua orang wanita sedang menggosipinya. Ternyata itu wanita yang sama dengan yang kemarin.
"Kemarin di lift sama Pak Alvi, sekarang dianterin sama Pak Andre, dasar cewe murahan" katanya dengan nada judes dan kencang sehingga terdengar oleh Melliza
Tapi ketika Melliza membalikkan badan untuk menanggapi ucapan wanita tersebut, tiba tiba pundaknya di tepuk
"Sudah, ga usah ditanggapin" kata seorang wanita sehingga Melliza pergi bersama wanita itu
Melliza dan Tania pun menjadi dekat, bahkan kini mereka sudah saling bertukar nomor telpon, dan mereka sampai janjian untuk makan siang bersama.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam istirahat, tapi sebelum keluar makan siang bersama Tania, Melliza masuk ke dalam ruangan Alvi terlebih dahulu.
Tok tokk tokk
"Masuk"
"Permisi, Pak ini ada yang perlu ditanda tangani"
Tiba tiba ada Andre masuk ke dalam ruangan Alvi
"Brother, ayo kita makan siang"
Andre yang melihat Melliza segera melanjutkan ucapannya
"Melliza, ayo kita makan bersama. Sebagai penyambutan kamu berada di kantor ini" ucap Andre
Alvi yang mendengar ucapan sahabatnya itu, hanya menatap Andre tak suka
"Bukan kah begitu Pak CEO?" kata Andre
"Lu aja sana" ucap Alvi singkat
"Ayoo lah, kita udah lama ga makan siang bareng" bujuk Andre, sedangkan Melliza hanya berdiri menunggu Alvi menandatangani dokumennya.
Alvi berpikir, benar juga dia sudah lama tidak makan bersama sahabatnya itu. Tapi dia merasa canggung jika harus bersama Melliza
"Hm terserah lu" kata Alvi dingin
"Bagaimana Melliza?"
"Hmma maaf Pak, saya sudah janji makan siang dengan Tania" tolak Melliza sopan
Andre pun terus memaksa Melliza, sampai Melliza menyetujuinya. Bahkan Andre pun menyuruh Tania ikut bergabung bersama mereka, dengan alasan Tania juga bekerja di perusahaan ini dan juga karena Tania merupakan karyawan terbaik selama ini.
Melliza pun keluar setelah Alvi mendatangani dokumennya, dia pun segera memberitahu Tania bahwa mereka akan makan siang bersama CEO nya
.
.
.
.
Terima kasih bagi yang sudah membacaš
Semoga kalian suka
Jangan lupa like, komen dan voteš