
Melliza pulang ke rumah sudah larut malam, karena dia menghabiskan waktu bersama teman temannya di mall hanya untuk menemani dia berbelanja dan bermain di kids fun seperti anak kecil.
Mereka sengaja memang menghabiskan malam bersama sebelum Melliza yang nantinya akan benar benar sibuk dan jauh dari mereka. Melliza pun datang ke rumah dengan membawa belanjaan yang begitu banyak sekali di tangannya.
"Huhf, bentar lagi kalau aku mau kemana mana harus sendiri, ga bisa kaya ginih, minta anter sama Audi atau Salsa lagi"
gumamnya lirih
Karena dia merasa belum mengantuk, Melliza pun mengemasi barang barang yang diperlukan ke dalam kopernya, dia mempersiapkan dari sekarang agar nanti dirinya bisa lebih santai.
Pagi pagi Melliza terbangun, dia baru menyadari jika semalam dia ketiduran
"Astaga ko aku bisa ketiduran, mana ini masih berantakan belum selesai lagi"
katanya dalam hati sambil mengikat rambutnya
Ketika hendak ke kamar mandi, tiba tiba suara pintu kamar berbunyi, ternyata itu Icha sang Ibu yang masuk ke kamarnya.
"Sayang ko ini berantakan ginih sih?"
"Iya mah semalam aku packing tapi malah ketiduran"
ucap Melliza tersenyum
"Kamu ini ya, kenapa ga nanti siang aja? Lagian kamu bisa minta bantuan Mamah atau Bibi"
"Hmm Mamah kan sibuk"
katanya sedih
"Kan Mamah bisa bantuin kamu dong sayang kalau Mamah udah selesai kerjanya. Yaudah mana aja yang mau kamu bawa?"
ucap Ibunya sambil membereskan pakaian yang ada dikarpet
Melliza pun menyebutkan apa saja yang akan dia bawa, dan Ibunya pun membantu mengemasi barang barang yang akan dibawa melliza.
"Makasih ya Mah"
ucapnya sambil memeluk Ibunya
"Sama sama sayang, eh iyaa Mamah sama Papah udah dapet beberapa apartement buat kamu, tapi masih belum fix takutnya kamu pengen liat liat dulu"
kemudian Icha pun menunjukan handpohe nya kepada Melliza
"Nih sayang,bkamu liat! Tinggal pilih aja mana yang kamu suka"
Melliza terus melihat layar ponsel Ibunya, sambil terus menggeser slide demi slide foto apartement. Dia merasa bingung harus memilih yang mana yang akan dia tinggali nanti.
"Mah, aku bingung deh pilih yang mana yah?"
"Aku pengen yang kecil aja Mah, ga mau yang terlalu luas seperti ini, aku takut kalau terlalu besar ginih"
"Hm, ya sudah Namah kasih tau Papah, biar nyari yang sesuai sama kamu"
"Kayanya Aku pengen apartement type alcove studio aja deh Mah"
"Baiklah sayang, ya udah kamu sana mandi gih, kita sarapan nanti Papah marah kalau kita telat"
Melliza pun pergi ke kamar mandi menuruti perkataan Ibunya, kini Icha sudah selesai packing dan Melliza pun sudah selesai mandi.
"Sayang udah Mamah beresin tuh, kamu cepet pakai baju ya, Mamah tunggu dibawah"
"Iyaa Mah, makasih yaa"
Setelah sudah siap, Melliza pun turun ke bawah menghampiri Ayah dan Ibu nya yang telah menunggu dia dari tadi untuk sarapan.
Mereka pun sarapan bersama, tak lama setelah sarapan terdengar suara pesan masuk ternyata itu suara handphone Raka, Ayah Melliza. Raka langsung membuka isi pesan itu dan menunjukan kepada Melliza, ternyata itu pesan dari orang suruhannya.
"Sayang nih kamu liat, kamu pilih aja mana yang kamu suka, ini apartement type alcove studio sesuai yang kamu pengen"
ucapnya sambil memberikan handphone kepada Melliza.
"Pah, Mah, kayanya aku ini aja deh, ini pas buat aku, ga terlalu kecil dan ga terlalu besar juga"
sambil menunjukan gambar yang dia pilih
"Hmm baiklah sayang, Papah akan urus itu nanti dan kita akan kesana satu hari sebelum kamu masuk kerja, sekarang Papah sama Mamah berangkat dulu ya, soalnya ada meeting penting hari ini dengan staff rumah sakit. Kamu ga usah khawatir semuanya sudah kita urus"
"Iyaa sayang, nanti Mamah suruh orang buat atur lagi dekor apartementnya biar kamu suka dan nyaman tinggal disana"
"Iyaa Pah, Mah. Makasih ya, hati hati dijalan"
sambil mencium tangan kedua orang tuanya
.
.
.
.
.
Like dan komen yaa💕