
Melliza kini sedang menginput beberapa data pada komputernya, tiba tiba telponnya berbunyi terlihat nomor baru menghubunginya, Melliza pun dengan cepat menjawabnya
"Hallo, maaf ini siapa ya?"
"Melliza ini Tante Mitha, Mamahnya Alvi"
"Ohh maaf Tante, Melliza ga tau"
"Ga apa apa, Melliza tante mau ngajak kamu shopping. Kamu mau kan?"
"hmm gimana ya Tan, bukannya Melliza ga mau tapi Melliza lagi ada pekerjaan nanti Pa Alvi marah"
"duhh kamu ini masih saja panggil Pa, profesional sekali"
Melliza gugup karena keceplosan memanggil Alvi dengan sebutan Pa dan takut jika Mitha mencurigainya
"hehe kebiasaan Tan, kan ga enak sama yang lain kalau Melliza ga panggil Alvi dengan sebutan Pa" elak Melliza
"iyaa Tante mengerti ko, ohhiyaa kamu ga usah khawatir Alvi marah. Tante udah bilang ko sama Alvi dia ngizinin kamu jadi kita bisa pergi shopping, kamu mau ya?"
"iyaa baiklah Tan" jawab Melliza yang terpaksa mengikuti kemauan Ibu dari bossnya tersebut, Melliza bukan tidak ingin shopping hanya saja dia takut sandiwaranya terbongkar
"Yaudah nanti tante suruh supir jemput kamu ya"
"Ga usah tan makasih, Tante kirim alamatnya aja nanti Melliza kesana" ucap Melliza sopan
"Oke nanti tante kirim lokasinya, sampai ketemu nanti ya Sya"
Panggilan telpon pun berakhir, Melliza mulai membereskan beberapa dokumen yang ada dimejanya
Untung saja hari ini Melliza membawa mobil karena Key tidak menjemputnya karena dia pergi ke luar kota untuk pekerjaan
Sebelum Melliza pergi dia ke ruangan Alvi terlebih dahulu karena walaupun Mitha memberitau jika Alvi sudah mengizinkannya tapi Melliza tetap harus lapor meminta izin pada Alvi langsung
"Masuk" jawab Alvi saat Melliza mengetuk pintunya
Melliza pun langsung berjalan menuju Alvi yang tengah duduk sambil fokus menatap selembar kertas serta pulpen ditangan nya sehingga Alvi tidak melirik Melliza sekali pun
"Pa" ucap Melliza membuat Alvi seketika menatapnya, karena Alvi sudah tau bahwa suara itu Melliza
"hmm oke"
"Dan inget jangan bikin nyokap gua curiga apalagi sampe sandiwara ini terbongkar"
"Iyaa, saya permisi dulu Pa" ucap Melliza tetap sopan dan langsung meninggalkan ruangan Alvi
Melliza pun langsung mengendarai mobilnya menuju tempat yang telah Ibu Alvi kirimkan padanya
Hanya butuh waktu dua puluh lima menit Melliza sudah sampai di Mall yang memang mall tersebut Melliza ketaui sebagai mall milik keluarga Alvi
Melliza langsung masuk ke dalam salah satu toko dengan brand yang sangat terkenal di dunia, ketika Melliza masuk ternyata sudah ada Mitha Ibu nya Alvi yang sedang memilih pakaian yang ada disana, Melliza pun langsung menghampirinya
"Tante, maaf ya Melliza telat" ucap Melliza sambil cipika cipiki
"Ga apa apa sayang, yang ada tante yang minta maaf tante ngerepotin minta ditemenin sama kamu"
"Ga apa apa ko Tante jangan sungkan"
Melliza dan Mitha pun mulai berbelanja, tak sungkan Mitha meminta Melliza untuk membantunya memilih beberapa baju, tas, atau sepatu untuk dirinya dan ternyata pilihan Melliza sama dengan selera Mitha Ibu Alvi sehingga membuat dia memuji dan tambah menyukai Melliza
Tak hanya itu Ibunya Alvi pun membelikan Melliza tas branded, awalnya Melliza menolak karena itu terlalu berlebihan tapi apa daya Melliza terpaksa menerima itu
"Maaf tante bukannya Melliza ga suka, hanya saja ini terlalu berlebihan"
"Ayolah Sya terima ini Tante ngasih ini sebagai hadiah karena kamu udah nemenin tante shopping seharian ginih sampe malem hahaa, lagian apa salahnya kan ngasih ini ke pacar anak sendiri" ucapnya
"hmm baiklah tante terimakasih banyak"
Memang benar mereka berdua menghabiskan waktu dari siang sampai malam hari sampai tubuh Melliza terasa lelah karena telah berjalan jalan memasuki toko satu ke toko lain dengan menggunakan high heel hanya untuk berbelanja, dasar orang terlalu kaya selalu menghabiskan waktu dan uangnya untuk berbelanja barang barang branded
Setelah merasa puas berbelanja perut mereka terasa lapar karena tenaganya telah terkuras untuk berbelanja mereka pun langsung menuju restoran yang sangat terkenal dan terenak di mall itu, sambil menunggu makanan yang di pesan datang Mitha mengungkapkan rasa bahagianya dan terima kasih karena telah ditemani Melliza berbelanja dan dia pun mencerikan hal hal tentang Alvi kepada Melliza, Melliza hanya bisa tersenyum, tertawa dan menggelengkan kepada ketika mendengar pernyataan dari seorang Ibu laki laki yang dia cintai, andai saja dia pacar Alvi yang sesungguhnya, mungkin dia akan merasa lebih bahagia karena bisa sedekat ini
Jangan Lupa Like Komen dan Vote
TERIMAKASIH💕