
Sore hari besoknya, Melliza dan Alvi pergi ke Singapura untuk perjalanan bisnis. Hanya butuh waktu sekitar dua jam dengan menggunakan pesawat untuk sampai di Changi Airport Singapura.
Penampilan Alvi dan Melliza saat sampai di Changi Airport Singapura.
Setelah sampai mereka di jemput oleh tim yang ada disana, mereka memasuki mobil hitam mewah dan menuju apartement milik Alvi yang ada di Singapura.
Mereka pun akhirnya sampai di apartement yang sangat mewah dan besar itu, kira-kira dua atau tiga kali lebih luas dari apartement Melliza.
"Lu tidur di kamar itu" ucap Alvi sambil tangannya menunjuk ke arah pintu kamar.
"Saya tidur disini juga?" tanya Melliza bingung karena ia kira dia akan mengantar Alvi lalu pergi ke hotel. Tapi ternyata Alvi menyuruhnya tinggal bersama di apartement milik nya sendiri.
"Terus lu mau tidur dimana? Lagian nanti lu harus ngerjain sesuatu dan gua harus ngawasin lu, biar lu ngerjainnya bener" ucap Alvi dingin.
"Hmm iyaa" jawab Melliza dan langsung pergi ke kamar yang Alvi tunjuk tadi.
Ketika berada di dalam kamar, Melliza merebahkan tubuh nya di atas kasur dan mengabari orang tua nya jika dia telah sampai. Setelah itu Melliza mandi agar tubuh nya menjadi segar.
Tapi bukan nya segar, Melliza malah mengantuk dan akhirnya dia tertidur dari sore hari sampai langit sudah berubah menjadi gelap tanda nya sudah malam.
Begitu pun dengan Alvi, malah dia dari baru sampai langsung tidur tanpa mandi dulu.
Kemudian Melliza terbangun dari tidur nya.
"Astaga jam berapa ini? Pasti aku telat" ucap Melliza panik dan bangun dari tempat tidur nya.
Tapi saat melihat handphone ternyata ini jam sebelas malam, dia berpikir ini sudah pagi dan dia telat.
"Huh untung aja ini masih malem, kalau beneran gua bisa-bisa di marahin abis-abisan sama Alvi" gumam Melliza.
Krubukkkk- krubukkk....
Perut Melliza bersuara, saat sampai dia belum makan sama sekali sehingga pantas saja jika dia lapar. Melliza pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar dan mencari dapur. Dia membuka pintu kulkas dan begitu mengejutkan saat banyak makanan di situ, Melliza sangat senang karena dia menumukan mie instan dan juga sosis.
Sambil menunggu mie nya matang, Melliza menonton tv. Alvi yang mendengar suara berisik dari tv yang Melliza tonton akhirnya bangun dan keluar dari kamar nya dengan wajah khas bangun tidur dia berjalan dan mengacak-ngacak rambut nya.
"Maaf saya mengganggu" ucap Melliza kaget melihat Alvi keluar dari kamarnya.
"Lu ngapain jam segini belum tidur?" tanya Alvi menatap Melliza.
"Saya baru bangun, terus lapar. Jadi saya masak mie" Jawab Melliza
Tiba-tiba perut Alvi pun berbunyi cukup keras hingga terdengar oleh Melliza.
"Mau saya buat kan mie juga Pak?" tawar Melliza kepada Alvi, sedangkan Alvi wajah nya memerah merasa malu karena suara perut nya itu.
"Ga usah, nanti gua bisa bikin sendiri" ucap Alvi dingin.
"Dasar lagi laper gituh aja gengsi dan songong nya masih tinggi" ucap Melliza dalam hati.
"Udah ga apa-apa saya bikinin aja sekalian Pak. Tunggu sebentar ya" ucap Melliza kepada Alvi.
Melliza pun membuat kan mie untuk Alvi, lalu ketika matang dia menaruhnya di meja makan.
"Pak ini udah jadi, mau saya bawa kan ke situ?" tanya Melliza, lalu Alvi pun menuju meja makan. Duduk dan memakan mie yang telah Melliza buat untuk nya.
Tak perlu waktu lama untuk menyantap mie itu karena mereka berdua sangat lapar sehingga mudah sekali untuk menghabiskan nya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen.