I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 118



Haiii aku datang lagi nihh


Yang nanya kapan mereka nikah, tenang semua akan terjawab di episode kali ini.


Eh emang bakalan jadi nikah gituh? Hahaa


Penasaran? Tunggu terus kelanjutannya ya.


Selamat Membaca✨


****


Setelah selesai makan siang mereka pun kembali ke ruangan masing-masing melakukan pekerjaan yang belum terselesaikan. Melliza masuk ke dalam ruangan Alvi dengan membawa berkas yang tadi diberikan oleh Tania. Saat wanita itu memasuki ruangan tersebut ternyata Alvi belum kembali.


"Duh ada apa ya? Ko belum ke kantor lagi?" gumamnya dalam hati sambil keluar dari ruangan Alvi.


Tak lama ponsel Melliza pun berbunyi menandakan ada pesan masuk dan ternyata itu dari orang yang sedang ia tunggu. Alvi mengabari Melliza meminta maaf dan memberikan penjelasan jika tadi dia tidak sempat memberitahunya karena saat dia menemui pegawai bagian marketing di lantai bawah kantor ini, tiba-tiba Ayahnya menelpon dan menyuruh Alvi untuk segera menemuinya.


Alvi pun meminta Melliza untuk tidak khawatir padanya, karena dia baik-baik saja. Mengenai Ayahnya, ia menghubungi Alvi karena ada sedikit permasalahan mengenai proyek pembangunan perumahan yang akan mereka lakukan.


Setelah mengetahui kabar sang kekasih dari Andre dan juga langsung di konfirmasi sendiri oleh Alvi membuat Melliza sedikit lega, pasalnya dia benar-benar berpikiran buruk tentang kekasihnya itu.


Waktu pulang kerja tinggal sepuluh menit lagi tapi Alvi belum juga kembali ke kantor. Padahal mereka telah memiliki janji untuk pergi ke butik karena akan melakukan fitting baju pengantin untuk yang terakhir karena acara pernikahan akan dilakukan sepuluh hari lagi. Melliza pun akhirnya mengirimkan Alvi pesan menanyakan keberadaan dan mengingatkan kekasihnya akan rencana mereka.


Alvi pun mengirimkan pesan kepada Melliza jika dia akan telat karena setelah menemui Ayah nya, Alvi harus pergi bersama Andre mengurus permasalahan tersebut. Alvi meminta Melliza untuk tidak datang ke butik tanpanya, dia menyuruh Melliza untuk pergi ke cafe yang tak jauh dari kantor mereka, meminta Melliza untuk menunggunya disana agar bisa pergi ke butik bersama.


Melliza pun membereskan berkas-berkas yang ada di mejanya lalu menyimpannya ke dalam laci yang berada di pinggir meja. Setelah itu dia pun memasukkan handphone dan mengambil kunci mobil di dalam tasnya dan langsung menaiki lift untuk mengantarnya ke basement tempat mobilnya terparkir.


"Syaa kamu mau pulang?" tanya Tania saat mereka bertemu di dalam lift.


"Iyaa Kak" jawabnya.


"Ga nunggu Pak Alvi? Kan katanya kalian mau pergi ke butik?" tanya Tania karena saat tadi makan siang Melliza cerita tentang hal tersebut.


"Aku disuruh nunggu di caffe xxx aja katanya" jawab Melliza.


"Yaudah ayo bareng, aku temenin. Kebetulan Kakak juga suntuk nih mau ngopi dulu disana" ucap Tania.


"Wah beneran nih Kak?" tanya Melliza senang.


Tania menganggukan kepalanya sebagai jawaban setuju. Mereka pun langsung pergi menuju cafe xxx menggunakan mobil masing-masing.


Hanya perlu waktu sekitar sepuluh menit akhirnya merekapun sampai. Sambil menuggu Alvi, Melliza memesan menu kesukaannya yaitu Green Tea Creme Frappuccino dan juga Almond Croissant, sedangkan Tania memesan Caramel Macchiato dan juga Via Red Velvet.


Setelah beberapa menit menunggu pesanan mereka pun datang. Keduanya terus mengobrol, baik itu tentang pekerjaan atau tentang kehidupan mereka masing-masing sambil sesekali menikmati minuman dan makanan mereka.


Sudah hampir dua puluh menit mereka disana, makanan pun sudah hampir habis tapi Alvi masih tak kunjung datang. Melliza pun sudah mencoba menelpon dan mengirim pesan tapi tak ada jawaban bahkan ketika dia mencoha menelpon kembali malah suara operator yang menyatakan jika nomor Alvi sedang berada diluar jangkauan.


Melliza merasa semakin aneh dengan sikap Alvi hari ini, pikiran buruknya malah semakin meningkat. Tapi lebih besar rasa khawatirnya takut terjadi suatu masalah dengan kekasihnya terlebih lagi sore ini cuaca hujan lebat dan petir terus bergemuruh membuat hatinya semakin cemas.


"Gimana Syaa?" tanya Tania.


"Mungkin dia lagi di jalan kali Syaa, terus ponselnya mati atau mungkin dia masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan" ucap Tania mencoba menenangkan Melliza.


"Mungkin. Aku penasaran ada masalah apa sampai Om Putra manggil dia langsung, biasanya kan kalau emang pekerjaan suka lewat aku atau Pak Johan sebelumnya"


"Kan Pak Johan lagi ke Singapur Syaa jadi dia langsung hubungin Pak Alvi. Mungkin juga dia ga lewat kamu karena memang ini urgent banget"


"Udah kamu jangan mikirin yang aneh-aneh Syaa, aku tau perasaan kamu saat ini karena kita sama-sama perempuan. Aku yakin Pak Alvi bisa dipercaya dan ga mungkin di luaran sana macem-macem. Syaa inget kalau kata orang tua, ketika seseorang akan menikah pasti aja bakalan ada kerikil kecil yang harus mereka hadapi" sambung Tania.


Mendengar itu Melliza hanya diam mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Tania. Dia pun mencoba membuang segala pikiran buruk yang mengganggunya.


"Kak terima kasih ya, ini sudah sore apa Kak Tania tidak akan pulang?" tanya Melliza takut Tania ada keperluan.


"Iyaa sih, tapikan kamu nanti sendirian disini" ucapnya.


"Aku ga apa-apa Kak, kakak pulang aja. Udah sore juga, sebelum ujannya tambah besar lagi" ucap Melliza.


"Yaudah aku pulang ya, kalau ada apa-apa telpon kakak oke?"


Akhirnya Tania pun pulang meninggalkan Melliza sendirian di cafe itu. Karena cuaca yang sedang hujan deras membuatnya menjadi pelan ketika mengendarai mobil.


Kini Melliza masih di cafe xxx, dia terus mencoba menghubungi kekasihnya. Dia sudah mulai merasa bosan menunggu sendirian, pandangannya terus tertuju pada pintu masuk cafe. Dia terus memperhatikan setiap orang yang muncul dari pintu itu, namun tetep saja bukan Alvi.



Posisi duduknya sudah mulai berubah-ubah karena sudah merasa tak nyaman. Melliza pun memesan kembali menu yang ada disana untuk menemani rasa suntuknya. Saat ini perasaannya benar-benar kesal kepada kekasihnya yang tak kunjung datang. Bahkan seharusnya Alvi mengabari Melliza jika memang dia tidak akan bisa datang jangan sampai wanita itu menunggunya.



Sedangkan kini setelah dua puluh menit akhirnya Tania sampai di appartement miliknya. Tania tidak langsung mandi atau pun merebahkan tubuhnya, tapi dia memilih duduk di sofa dan menelpon Melliza, menghubungi gadis itu memastikan jika Alvi telah bersamanya. Namun ketika di telpon ternyata Melliza masih di cafe sendirian.


Mengetahui jika sahabat yang sudah ia anggap sebagai adik itu masih sendiri disana, Tania pun menghubungi kekasihnya dan menanyakan keberadaannya karena menurut Melliza tadi Alvi bilang bahwa ia bersama Andre.


Akhirnya Tania pun berinisiatif mengirim Andre pesan, setelah hampir sepuluh menit barulah Andre membalas pesan Tania dan mengatakan jika saat ini sedang bersama Alvi untuk mengurus pekerjaan tentang permasalahan tadi mengenai proyek perumahan dan handphone Alvi mati.


Andre pun melalui Tania menyuruh Melliza untuk segera pulang karena Alvi mungkin tak akan bisa datang. Tania pun kembali menelpon Melliza memberitahu apa yang tadi Andre ucapkan. Terdengar suara kecewa Melliza saat Tania menelponnya.


Mengetahui itu Melliza rasanya ingin marah dan menangis. Bagaimana tidak, dia sudah menunggu satu jam lamanya. Namun Alvi tak bisa dihubungi dan malah memberitahunya lewat Andre, itu pun karena Tania. Melliza pun akhirnya hanya bisa menghela nafas berat dan pergi meninggalkan cafe itu dengan rasa kecewa.



*****


Jadi gimana nih menurut kalian? Apa Alvi benar-benar sama Andre? Apa ada yang Alvi sembunyiin dari Melliza? Di komen ya gimana tanggapan kalian.


**Jangan lupa di LIKE, KOMEN dan VOTE readers sayang.


Semoga kita selalu diberikan kesehatan terus yaa!!


Terimakasih💕**