
Setelah selesai mandi Alvi langsung ke taman dan matanya tertuju pada senyuman Melliza yang sedang membakar sosis sambil bercanda dengan adiknya
Tak sadar Alvi pun tersenyum melihat keakraban Melliza dengan keluarganya, ntah mengapa dia merasa bahagia melihat Ayah, Ibu dan adiknya tersenyum hangat bersama Melliza, dan sungguh Alvi tidak ingin mengecewakan keluarganya yang sudah terlanjur menyukai Melliza
"Ngapain kamu disitu? bukannya bantuin" ucap Ayah Alvi melihat anaknya hanya diam dipojokan sambil tersenyum
Dengan segera Alvi menghampiri mereka dan ikut bergabung membakar seafood
Setelah selesai aksi bakar bakarnya, mereka langsung menyantap makanan tersebut
Alvi dan Melliza sama sama diam fokus pada makanan, sedangkan Ibu Alvi merasa curiga karena setelah Alvi turun dan ikut bergabung dalam bakar bakar tersebut Alvi dan Melliza tidak terlihat mengobrol, Ibu Alvi berpikir mungkin anaknya dan Melliza sedang bertengkar sehingga mereka terus berdiam saja
Karena itu Ibu Alvi langsung menanyakannya secara langsung disaat itu juga "ehmm kalian Mamah perhatiin ko diem dieman sih? lagi berantem ya?"
"Iyaa tuh Mah bener" ucap Elvina sedangkan Ayahnya hanya melirik ke arah Alvi dan Melliza
"Ah tidak ko Mah, kita baik baik saja kan Sayang?" ucap Alvi pada Melliza sambil menggenggam tangan gadisnya
Melliza hanya tersenyum dan menepuk nepuk pelan tangan Alvi yang sedang menggenggam tangannya dan membulatkan mata kepada Alvi agar Alvi melepaskan tangannya tapi Alvi malah melingkarkan tangan satunya untuk memeluk pinggang Melliza dan itu membuat Melliza terkejut
"hehee iyaa betul Mah kita baik baik aja ko" jawab Melliza
Kemudian tangan Melliza mencubit tangan Alvi yang melingkar dipinggangnya itu tapi Alvi malah mempereratnya
"Cari kesempatan banget nih orang" ucapnya dalam hati
"Syukurlah jika kalian baik baik saja, Melliza jika Alvi macam macam bilang langsung sama Tante ya" ucap Ibu Alvi sambil mengedipkan satu matanya
"hehe baiklah Tante" jawab Melliza
Merekapun melanjutkan makannya kembali, dan setelah selesai Ibu dan Ayah Alvi mulai pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat dan dilanjut oleh Elvina
"Aku masuk duluan ya Ka" ucap Elvina
Dan diangguki oleh Melliza dan juga Alvi, Saat Melliza akan beranjak pergi dari tempat duduknya tangannya ditahan oleh Alvi
"Kenapa?" tanya Melliza
"Jangan sampe keluarga gua curiga kaya tadi lagi"
"Iyaa ga bakalan" tegas Melliza
"terus kalau lagi bareng gituh gua harus gimana?" sambung Melliza pelan tapi masih terdengar Alvi
"Ya lu perhatiaanlah sama gua, tawarin gua makanan ke tadi tuh jangan diem mulu" ucap Alvi
"hmm" ucap Melliza pelan sambil pergi
"Gua belum selesai ngomong, main tinggal aja"
"Ngantuk" ucap Melliza sedikit teriak
Alvi hanya menggelengkan kepala dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena hari sudah malam
Pagi harinya setelah siap Melliza turun menuju ruang tamu berbarengan dengan Ibunya Alvi yang akan menuju dapur
"Morning Melliza" sapa Ibu Alvi
"Morning Tante"
"Gimana semalem tidurnya nyenyak ga?"
"Nyenyak sekali, Tante mau kemana?"
"Mau bantu pelayan di dapur"
"Aku ikut ya Tan"
"Boleh sayang jika kamu mau"
Melliza pun ikut bersama Ibunya Alvi untuk membantu para pelayan menyiapkan makanan mereka, tak lama Elvina pun hadir dan membantu mereka
Setelah masakan selesai mereka mulai menata sarapan di meja makan, Alvi dan Ayahnya mulai turun dan duduk dimeja makan
Merekapun mulai makan, melihat Melliza hanya diam tidak seperti yang Alvi perintahkan semalam membuat Alvi harus memulai permainan lebih dahulu agar Ibunya tidak curiga
"Sayang aku mau tambah itu dong" ucap Alvi pada Melliza sambil menunjuk salah satu makanan yang ada didepannya
Melliza langsung mengambilkan makanan tersebut dan tau jika itu permainan yang Alvi buat agar Ibunya tidak curiga
"Kaka ini ambil sendiri kenapa, lagian itu didepan Kaka, manja banget" ledek sang Adik
Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat Elvina mengejek Kakanya
Tak lama setelah sarapan mereka meninggalkan villa mewah itu dan kembali pulang karena adik Alvi siang ini harus pergi ke LN
Diperjalanan Alvi merasa mengantuk dan dia pun berhenti di s***buck hanya untuk meminum kopi
"Ayo turun ngopi dulu bentar, Gua ngantuk" ucap Alvi pada Melliza
Melliza pun turun dari mobil dan kini Alvi sedang memesankan kopi untuk dirinya dan Melliza.
Melliza dan Alvi pun kini sedang menikmati kopi tersebut dengan saling duduk berhadapan dan membuat mereka saling menatap, dalam hati keduanya ada rasa kagum pada seseorang yang sedang mereka tatap, bagaimana tidak Alvi terlihat sangat tampan saat menggunakan pakaian casualnya dan Melliza selalu terlihat manis
Namun tiba tiba terlihat seorang pria tampan dibelakang Alvi sedang berjalan menuju mereka, Melliza merasa tak asing dengan pria tersebut
"Melliza" ucap Laki laki tersebut setelah menghampiri Melliza dan Alvi
"Kak Key" ucap Melliza terkejut
"Iyaa ini Aku, kamu apa kabar? kita sudah lama tidak bertemu"
Ya dia adalah Key cinta pertama Melliza, dia merupakan Kaka kelas Melliza dan pernah berpacaran saat Melliza masih sekolah, Key sudah lama tidak kembali ke kota Melliza karena setelah dirinya lulus kuliah di Amerika dia mendirikan perusahaan sendiri di kota besar ini.
Ohyaa walaupun Key mantan Melliza tapi hubungan keduanya sangat baik karena memang saat mereka pacaran itu hanya cinta monyet dan mereka putus pun karena kesepakatan berdua karena pada saat itu mereka masih anak anak sehingga memutuskan untuk fokus terhadap pendidikan masing masing
"Aku baik Ka, Kaka apa kabar? Ohyaa gimana kabar Tante dan Om"
"Aku baik Sya, Mereka pun sama" ucap Key
Alvi merasakan terabaikan karena kedatangan Key dan merasa tak suka karena Key sangat terlihat dekat dengan Melliza
"ehem" suara Alvi pura pura batuk
Melliza pun menoleh ke arah suara tersebut, astaga Melliza benar benar lupa saking bahagianya bertemu dengan Key sehingga melupakan bahwa disini ada Alvi
"Syukurlah, Eh iyaa Ka kenalin ini atasan Aku" ucap Melliza
Key pun memperkenalkan diri pada Alvi dan mulai menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Alvi, Key menatap Alvi yang berpakaian casual begitu juga Melliza, mereka terlihat tidak sedang bekerja tapi ah ya sudahlah Key tidak memperdulikan itu
"Key" ucapnya pada Alvi
"Alvi" balasnya
"Ohhiyaa Melliza seperti Aku harus pergi, boleh aku minta nomor mu?"
"Boleh Ka"
Melliza pun memberikan nomor telponnya kepada Key dan Key pun berpamitan karena harus pergi
Setelah Key pergi Alvi penasaran siapa itu Key dan mulai memberanikan diri bertanya pada Melliza
"Siapa dia?" tanya Alvi dingin
"Oh itu Ka Key kaka kelas Aku sekaligus cinta pertamaku" ucap Melliza terus terang dan dengan sengaja memberitau Alvi bahwa Key adalah cinta pertamanya
"Oh" ucap Alvi
Melliza kesal karena setelah dia memberitau hanya kata oh yang diucapkan Alvi
Sebenarnya entah kenapa saat mengetaui Key adalah cinta pertama Melliza ada hawa panas dalam tubuhnya dia tidak suka saat Melliza bilang Key adalah cinta pertamanya
"Ayo pulang" ajak Alvi karena sudah kehilangan selera untuk menghabiskan sisa kopinya
.
.
.
.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan jadikan Favorite
Terimakasih💕