
Oleh-oleh yang Melliza beli saat honeymoon sudah dia kirim untuk orang tua, sahabat dan sodaranya lewat jasa pengiriman. Sedangkan untuk Tania, Melliza memberikannya secara langsung pada wanita itu saat dia datang ke kantor Alvi.
Sudah satu bulan ini Melliza menjalankan perannya sebagai seorang istri, setiap pagi Melliza bangun lebih awal dari pada Alvi karena harus membantu pelayannya menyiapkan sarapan. Walaupun sudah berkali-kali Alvi dan Bi Imas pelayannya melarang Melliza untuk membantu memasak, tetap saja wanita itu bersikap keras kepala.
Dia belajar dari Mitha dan Ibunya, sesibuk apapun seorang perempuan dia harus melayani suaminya dengan baik, termasuk menyiapkan makanan untuknya. Biasanya setelah menyiapkan sarapan, Melliza membangunkan Alvi lalu menyiapkan pakaiannya untuk ke kantor.
Sore harinya Melliza pun sama, dia membantu Bi Imas untuk memasak makan malam dan setelah itu dia membersihkan diri dan menunggu Alvi pulang. Ketika Alvi pulang maka hal yang akan dia lakukan, membantu Alvi melepaskan jas dan membawakan tasnya. Menyiapkan pakaian Alvi lalu makan malam bersama dimeja makan.
Seperti saat ini, Alvi baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya digarasi rumah mereka. Melliza langsung membuka pintu rumahnya, dia tersenyum dan kemudian mencium punggung tangan suaminya.
"Gimana kerjaan kamu sayang?" tanya Melliza.
"Hari ini rasanya aku lelah banget, proyek pembangunan Mall ada sedikit masalah" jawabnya.
"Yaudah sekarang kita masuk dulu, kamu mandi ya terus nanti kita makan malam. Nanti aku pijitin deh" ucap Melliza yang membuat Alvi tersenyum.
Alvi merasa sangat bahagia setelah menikah dengan Melliza, dia tidak salah memilihnya sebagai seorang istri karena Melliza begitu baik menjalankan perannya. Disaat lelah dengan pekerjaan kantor, ketika tiba dirumah semua itu terasa hilang ketika Melliza wajah cantik dan perlakuan baik istrinya.
"Lebih dari pijat boleh?" goda Alvi.
Melliza mengerti apa yang dimaksud oleh Alvi, dia tersenyum ke arah suaminya yang menatapnya nakal lalu dengan gerakan pelan Melliza menganggukan kepalanya sebagai jawaban jika dia mengizinkannya.
"Yaudah ayo" ucap Alvi senang dan penuh semangat ketika melihat respon Melliza.
Alvi pun langsung mandi sementar Melliza menyiapkan pakaiannya. "Sayang aku kebawah duluan ya, mau nyiapin makanannya" ucapnya sedikit teriak, takut Alvi tak mendengarnya.
"Iyaa sayang" jawab Alvi di dalam kamar mandi.
Melliza pun keluar dari kamar lalu turun ke bawah menuju dapur, dia memanaskan kembali masakan yang tadi telah dia buat dengan Bi Imas. Melliza melakukannya sendiri, karena itu hal mudah untuk dia lakukan.
Tak lama setelah itu terdengar langkah kaki seseorang mendekatinya, lalu dia menoleh ke arah belakang dan ternyata itu adalah Alvi.
"Sudah selesai?" tanyanya.
"Sudah sayang" jawab Alvi hendak menghampirinya.
"Yaudah tunggu aja di meja makan sayang, ini udah selesai ko" ucap Melliza.
"Terima kasih sayang" ucap Alvi yang dibalas senyuman olehnya.
Mereka fokus pada makanannya sehingga sangat hening diantara keduanya dan hanya terdengar suara dari gesekan sendok dan garpuh yang mereka gunakan.
Setelah selesai makan, mereka tak langsung menuju kamar tapi mereka memilih untuk menonton televisi di ruang keluarga sambil beberapa kali mengobrol.
"Gimana sayang udah dapat sekretaris barunya?" tanya Melliza mengingat Alvi belum merekrut sekretaris baru pengganti dirinya.
"Belum sayang, mereka belum nemuin yang cocok kaya kamu" ucap Alvi sambil mencium gemas pipi istrinya.
"Jangan nyari yang kaya cocok kaya aku dong, nanti kamu tergoda gimana?" ucap Melliza dengan nada lirih.
"Ga mungkinlah sayang, kalau kamu minta aku pilih sekretaris pria aku lakuin ko" ucap Alvi membuat Melliza tersenyum.
"Ga perlu sayang, kamu pilih pria atau perempuan yang penting kemampuan dia bagus" ucap Melliza, karena dia tak mau egois.
"Bener nih ga masalah kalau cewek?" tanyanya.
"Beneran, aku percaya suami aku ini bisa jaga hatinya" ucap Melliza membelai lembut pipi suaminya.
Alvi tersenyum menatap kedua mata indah istrinya. Beberapa detik kemudian dia langsung menggendong Melliza ala bridal style menuju kamar mereka.
"Aku mau nagih janji" ucap Alvi sambil berjalan menggendong Melliza dengan senyuman penuh arti.
***
Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya yaa..
Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya yaa..
Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya yaa..
Terimakasih💚💚💚