
Melliza sekarang sudah bersama Alvi di dalam mobil, Alvi yang merasa kesal dengan ucapan sahabatnya tadi yaitu Andre langsung mengingatkan Melliza untuk menjauh dari laki laki tersebut
Karena yang Alvi tau Andre menyukai Melliza dan selalu mendekatinya dengan cara ikut bergabung makan bersama, Tapi Andre hanya mengagumi Melliza tak lebih dari itu, semua laki laki wajar pasti menyukai sosok Melliza yang cantik, baik dan juga pintar.
Dan lagi Andre pun tau jika sahabatnya itu telah menyukai Melliza walau pun Alvi tak pernah bercerita ke Andre tentang perasaannya pada Melliza, tapi sebagai sahabat, Andre mengerti bagaimana perasaan Alvi yang dapat dia lihat dengan jelas ketika mereka bersama dimana Alvi selalu menatap Melliza dengan penuh kagum
"Kamu jangan deket dekat lagi sama Andre apalagi sampe dengerin ucapan dia tadi"
"Siapa juga yang deketin, temen kamu aja tuh yang suka ikut gabung sama ka Tania dan aku"
ucap Melliza
"Yaudah kamu tolak ke"
"Yaampun masa iyaa orang cuman mau makan bareng aja ga boleh, lagian ga enak masa aku nolak"
"Aku tuh ga mau kamu di deketin sama cowo lain"
"Ka Andre itu ga deketin aku, tapi dia deketin ka Tania"
"Tania? sejak kapan?"
tanya Alvi penasaran
Melliza menceritakan kepada Alvi yang saat itu dia sudah pergi duluan ke Kantor karena meresa kesal akan perkataan Andre, jadi tidak tau hal apa yang terjadi diantara sahabat dan stafnya itu
Tadi siang di restoran ketika Melliza telah kembali dari toilet dan akan kembali ke meja dimana Andre dan Tania duduk, tiba tiba dia menghentikan langkahnya karena Melliza tak sengaja mendengar Andre mengajak Tania nonton bersama setelah jam kerja berakhir dan ternyata di setujui oleh Tania
"Bagus deh kalau dia mau sama Tania"
"Iyaa makanya jangan cemburu sama sahabat sendiri"
ucap Melliza kesal
Alvi yang gemas akan tingkah Melliza yang kesal padanya seperti itu malah mencubit manja hidung kekasihnya tersebut
"Ih malah cubit cubit aja"
ucap Melliza melepaskan tangan Alvi di hidungnya
"Hehe abisnya gemes sih kalau kamu lagi kesel gituh"
"Terus kamu mau aku kesel terus gituh?"
ucapnya menatap Alvi
"Ngga dong sayang"
balas Avi mengelus rambut Melliza
"Kita ke rumah mamah dulu yu, aku mau jelasin semuanya"
Ajak Alvi yang ingin menepati keingin Melliza yang memintanya untuk menjelaskan semua kepada orang tua yang telah dia bohongi
"Kalau mau ke rumah Mamah kamu kita pergi aja, tapi ga usah jelasin semuanya. Aku tau kamu mau nepatin janji karena aku yang minta waktu itu, tapi setelah aku pikir pikir. Lebih baik kita ga usah ngelakuin itu, Aku ga mau bikin orang tua kamu kecewa karena udah bohongin mereka, toh sekarang kita juga udah pacaran beneran kan"
"Hmm iyaa sayang aku ikut gimana baiknya kamu aja, jadi sekarang kita ke rumah mamah aku jangan?"
"Boleh, tapi beli makanan dulu yaa"
Mereka pun berhenti di salah satu toko cake kesukaan Ibu Alvi yang sempat Melliza beli ketika pergi bersama calon Ibu mertuanya waktu itu
"Ko Kamu tau sih apa aja kesukaan Mamah"
"Kan waktu itu aku nemenin mamah kamu terus mampir ke sini, dia cerita ke aku soal cake apa aja yang dia suka di toko ini jadi aku tau"
"Emang calon mantu idaman mamah nih"
ucap Alvi
"Apaan sih"
ucap Melliza tersenyum malu
Kini mereka tiba di rumah kedua orang tua Alvi, seperti biasa kedua orang tua Alvi sangat baik pada Melliza, kedatangannya saat ini berbeda dari sebelumnya karena kali ini dia datang sebagai pacar sungguhan Alvi, sungguh Melliza sangat beruntung memiliki orang tua kekasih yang sangat baik pada nya
Walaupun tak jadi memberitau kebenaran kepada orang tua nya tentang awal hubungannya dengan Melliza tapi Alvi tetap akan menceritakan niatan nya untuk berhubungan serius dengan Melliza sekretaris pribadi yang telah memikat hatinya
Namun sebelum Alvi berbicara membahas semua itu, Ibu nya terlebih dahulu menanyakan perihal kapan anaknya akan melamar Melliza calon menantu idaman nya tersebut.
Alvi pun mengatakan bahwa dia tidak ingin terburu buru menikah dia ingin menjalani masa pacaran apalagi mengingat Melliza baru saja lulus kuliah serta permintaan kekasih yang tak ingin terburu buru untuk menikah.
Orang tua Alvi pun menyetujuinya dan menyerahkan segalanya kepada Alvi dan Melliza, mereka sadar dan tak mau memaksa anak tampannya itu untuk cepat menikah apalagi mereka paham jika Melliza baru saja lulus kuliah dan tak mau merenggut karir Melliza yang baru saja dia mulai
"Baiklah Mamah sama Papah ga akan maksa kalian buat cepat cepat nikah, Mamah paham sebagai perempuan Melliza harus memikirkan karirnya juga apalagi dia baru saja lulus kuliah, dan Kamu Alvin jangan memaksanya untuk cepat menikah dan juga jangan menyakiti calon mantu Mama!"
"Ohya Syaa kalau Alvin macem macem lapor aja ke Mamah, biar nanti mamah kasih hukuman buat anak nakal"
sambung Ibu Alvi dengan menatap anaknya tajam
Melliza pun sangat senang mendengar dan melihat respon kedua orang tua Alvi yang begitu baik, sungguh Melliza telah menjadi wanita cantik yang sangat beruntung telah mendapatkan kekasih tampan, kaya, dan juga orang tua kekasih yang sangat baik serta pengertian
Kini saat mereka di dalam perjalanan kembali menuju appartement Melliza, tiba tiba ponsel Melliza berbunyi dan ternyata itu dari Ibu nya yang memberitau dia bahwa kedua orang tua nya akan datang sabtu besok ke appartementnya
"Mamah? Kenapa?"
tanya Alvi setelah Melliza selesai berbicara pada Ibunya
"Besok mamah sama papah mau ke sini"
ucap Melliza tersenyum bahagia
"Tapi maaf ya berarti kita ga jadi pergi"
ucap Melliza sedih karena tadi di perjalanan sebelum ke rumah orang tua Alvi, mereka merencanakan bahwa besok akan pergi jalan jalan bersama
"Iyaa ga apa apa, lagian kita bisa pergi nanti lagi kan"
ucap Alvi tersenyum mengelus lembut pipi Melliza
Jangan Lupa
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
TERIMA KASIH💕💕💕💕💕