
Melliza sangat senang ketika Alvi pulang kantor dengan membawa kantung Gucci yang berisikan tas yang dia minta dua hari lalu. Tapi seketika wajah bahagianya hilang begitu saja setelah Alvi mengatakan akan pergi ke Kalimantan untuk proyek barunya yang akan dibangun disana.
"Ga akan lama ko sayang, cuman lima hari aja." ucap Alvi yang kini memeluk tubuh istrinya.
"Ga mau, pokoknya ga boleh. Nanti aku sendirian dong dirumah. Kamu ga khawatir apa ninggalin aku disini?." ucapnya.
Semenjak menikah, Melliza memang belum pernah ditinggal pergi ke luar kota oleh Alvi. Jadi saat ini ketika akan ditinggal, dia merasa sedih dan takut, apalagi saat ini dia sedang mengandung.
"Ayolah jangan gituh, ini proyek penting sayang. Aku ga bisa wakilkan ke Johan atau pun Beno. Nanti aku beliin tas lagi deh, janji." ucap Alvi membujuk istrinya.
"Ga mau. Jangan-jangan kamu beliin aku tas ini juga ngebujuk aku kan? Kalau gituh nih aku balikin lagi. Aku ga butuh tas, aku cuman mau kamu disini sama aku." ucapnya melepaskan pelukan Alvi.
"Bukan gituh sayang, aku bahkan baru tau tadi kalau aku lusa harus ke Kalimantan." jawabnya jujur.
"Ayo dong Syaa, jangan kaya gituh. Ini demi kamu juga ko, aku cari uang kan buat kamu sama anak kita ini." ucapnya sambil mengelus perut Melliza.
"Yaudah kalau gituh aku ikut sama kamu. Aku ga mau sendirian di rumah." rengek Melliza.
"Kamu ga bisa ikut, aku ga mau kamu nanti kecapean."
"Kalau gituh, kamu ga boleh pergi."
"Sayang tolong dong ngerti, aku bakalan selesaikan pekerjaan aku dengan cepat ko supaya cepat pulang dan ketemu kamu. Aku janji, aku ga akan sampai lima hari."
"Kalau gituh dua hari gimana?." tawar Melliza.
"Ga mungkin dong, tiga hari ya sayang." tawar Alvi tersenyum manis.
"Yaudah kalau gituh jangan pergi." jawab Melliza hendak berdiri pergi. Namun ditahan oleh Alvi dan kini Melliza duduk dipangkuannya.
"Iya dua hari sayang, janji dua hari bakalan udah di rumah." ucap Alvi.
"Awas aja kalau bohong." ancam Melliza dengan tatapan tajam.
"Aku pasti tepatin janji. Nanti kamu tinggal di rumah Mamah dulu ya? Jangan dirumah sendirian." ucap Alvi yang mengkhawatirkan istrinya.
"Ga mau ah, aku disini aja sama Bibi. Mamah juga kan suka ga ada di rumah. Eum boleh ga kalau aku minta temenin sama Salsa?." tanyanya.
"Tapi jangan jalan-jalan malem ya? Kalau mau shopping, sore harus udah pulang. Oh ya jangan sampai ketemu si cowok yang dulu naksir kamu itu." ucap Alvi.
"Endy maksud kamu?." tanya Melliza terkekeh lalu diangguki Alvi.
"Kenapa ketawa?." tanya Alvi bingung.
"Lucu aja, kamu cemburu kan sama Endy?." ledek Melliza.
"Ngapain aku cemburu sama dia, dia kan masa lalu kamu. Aku kan masa depan kamu." ucap Alvi mencium bibir istrinya.
"Ish bisa aja suamiku ini." ucap Melliza mencubit gemas hidung Alvi.
"Iya, engga bakalanlah sayang." jawabnya.
Tiba-tiba Alvi pun menggendong tubuh istrinya ala bridal style. Jujur saja sedikit lebih berat dari sebelumnya, mungkin ini karena Melliza sedang mengandung anak kembar ya. "Kenapa ko muka nya gituh? Berat ya?." tanya Melliza dalam gendongan Alvi.
"Engga ko sayang." jawabnya.
"Udah ah turun, aku tau ko aku tuh sekarang gendut jadi kamu pasti beratkan gendong aku nya." ucapnya sedih.
"Engga sayang, beneran deh." jawabnya tersenyum.
Lalu setelah sampai di kamar, Alvi pun membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang.
***
Melliza saat ini tengah menangis karena Alvi akan pergi ke Kalimantan. Entahlah padahal hanya ditinggal untuk urusan pekerjaan tapi dia merasa tidak rela, mungkin karena mengandung dia jadi cengeng dan manja seperti ini.
"Kamu jaga diri baik-baik di rumah. Nanti aku bakalan hubungin kamu terus ko disana, jangan lupa minum susu sama vitaminnya ya sayang." ucap Alvi lalu mencium kening istrinya.
"Kamu cepet pulang ya." ucapnya menangis.
"Belum juga pergi udah di suruh pulang kamu ini, udah ah jangan nangis. Kasian si kembar. Daddy pergi dulu ya sayang, kalian jangan nakal. Jagain Momy ya." ucap Alvi mengelus perut istrinya, seolah mengajak calon anaknya mengobrol.
"Sal, titip istri gue ya. Kabarin gue secepatnya kalau ada apa-apa sama dia." ucap Alvi pada Salsa yang sudah ada disana. Alvi berangkat sore sehingga Salsa kini sudah ada dirumahnya untuk menemi Melliza beberapa malam kedepan.
"Siap, loe tenang aja." ucap Salsa tersenyum.
"Aku pergi dulu ya, I love you." ucapnya pada Melliza sambil mengelus kemudian mengecup pipi chuby nya.
"I love you too." balas Melliza.
Kemudian Alvi pun masuk ke dalam mobil, melambaikan tangan pada istrinya dan perlahan mobil itu kini mulai keluar dari rumah mereka.
"Udah, nanti juga Alvi balik lagi ko Syaa. Yu ah sekarang masuk ke dalam." ajak Salsa.
"Gue tuh belum pernah Sal ditinggal dia. Gue ga ikhlas gituh dia pergi, apalagi gue lagi hamil nanti kalau gue ngidam pengen peluk dia gimana?." ucapnya sambil berjalan masuk.
"Ya loe ajak Alvi video call Syaa. Udah ah bumil jangan banyak pikiran, jangan nangis kasian nanti anak loe ikutan sedih Sya." ucap Salsa.
***
Segitu aja dulu, nanti kita lanjut lagi.
Ga bosen buat minta dukungan terus sama kalian untuk like, komen dan vote sebanyak-banyaknya.
Baca juga yu cerita ku satu lagi judulnya UNEXPECTED LOVE.
Terima kasih💚💚💚