
Di dalam mobil menuju pulang Melliza masih merasa kesal, dia terus melihat ke arah jendela mobil mengabaikan Alvi yang terus miliriknya, Melliza kesal akan ucapan Alvi tadi di depan orangtuanya, bagaimana pun seharusnya Alvi membicarakan ini terlebih dahulu dengannya agar Melliza tidak kaget dan salah paham seperti tadi
"Syaa kamu marah? maaf aku ga minta izin ke kamu dulu, aku bingung harus buktiin kaya gimana lagi ke kamu? karena ada kesempatan yaudah aku ngelamar kamu aja langsung, biar kamu percaya kalau aku itu serius"
ucap Alvi lirih
"Terus menurut Pa Alvi sekarang aku percaya gituh? Engga!"
ucap Melliza tersenyum sinis
"Ga segampang itu buat percaya sama cowo yang dulu kita suka tapi sama sekali ga respon yang ada malah dingin dan sering ngerendahin, terus sekarang tiba tiba bilang suka dan langsung ngelamar gituh aja, ya gimana mau percaya coba?"
sambung Melliza
"Syaa aku akuin emang bener aku suka ngerendahin kamu bikin kamu kesel, aku minta maaf. tapi dibalik itu aku selalu menyangkal perasaan aku ke kamu, beberapa kali Andre bilang aku udah jatuh cinta sama kamu tapi aku ga berani ngakuin itu aku terlalu pengecut untuk bisa ngakuin itu semua, dan sekarang saat aku ngeliat kamu makin deket sama cowo itu aku ga mau terlambat, aku ga mau kamu dimilikin sama yang lain"
Melliza hanya diam mencerna semua perkataan yang Alvi ucapkan, dia bingung harus bagaimana untuk saat ini
Dalam perjalan mereka hanya saling diam, Alvi tak berbicara lagi karena dia mengerti mungkin Melliza butuh waktu untuk ini
~
Sampai pada saat kembali masuk kerja, Melliza mencoba bersikap seperti biasa pada Alvi sedangkan Alvi terus berusaha untuk mendekati Melliza
Saat jam pulang kerja kini Melliza sedang menunggu Key menjemputnya tepat didepan pintu kantor, Alvi yang melihat Melliza berdiri sendiri disana menghentikan mobilnya dan turun menghampiri Melliza untuk mengajaknya pulang bersama
"Syaa kamu pulang?"
"Iya Pa"
"Yaudah ayo sama aku bareng, nanti dianterin"
"Ga usah Pa, makasih"
Ketika Alvi akan berbicara untuk membujuk Melliza ikut bersamanya, tiba tiba dibelakang mobil Alvi datang mobil berwarna putih lalu pemiliknya turun yang tak lain adalah Key, sehingga Alvi tak jadi berbicara karena dia tau betul Key datang untuk menjemput wanita yang dia sukai.
"Sorry ya, nunggu lama?"
tanya Key pada Melliza
"Ngga ko, Ayo"
"Pa saya duluan"
sambung Melliza pada Alvi
Alvi terus menatap Key tak suka apalagi tatapannya sangat tajam saat Key membukakan pintu mobil untuk Melliza, dia benar benar cemburu saat Melliza malah memilih pria lain dibanding dirinya
Sedangkan kini di dalam mobil Key merasa aneh akan sikap Alvi yang menatapnya seperti itu
"Syaa tadi itu boss kamu bukan? ko natap aku gituh banget sih"
"Iyaa, udahlah Ka ga usah dipikirin orangnya emang rese gituh ga usah ditanggepin"
jawaban Melliza yang seperti itu malah membuatnya semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tak biasa antara boss dan gadis disampingnya itu, karena sebagai laki laki Key tau jika tatapan Alvi tadi pada Melliza itu menandakan Alvi mencintai Melliza dan dia cemburu saat dirinya datang menjemput Melliza
"Syaa dia suka sama kamu ya? apa dia gangguin kamu?"
"Ngga ko Ka"
"Udah deh jangan boong kamu ini ga pinter nyembunyiin sesuatu Syaa, kalau ada apa apa cerita aja, jangan merasa ga enak, anggap aku ini Kaka Kamu"
Karena Key telah berbicara seperti itu Melliza pun menceritakan semuanya dari awal pada Key, dia ingin tau sudut pandang Key sebagai laki laki akan tanggapannya kepada Alvi yang tiba tiba seperti itu
Tak disangka setelah menceritakan semuanya, jawaban Key akan pandangannya pada Alvi membuat Melliza sedikit lega pasalnya sebagai laki laki Key benar benar paham bahwa ekspresi yang Alvi tunjukan itu benar benar tulus bahwa dia mencintai Melliza dan juga benar cemburu karena rasa sayangnya pada Melliza
Sampai pada akhirnya untuk membuat Melliza yakin pada Alvi, Key menyarankan Melliza untuk berpura pura bahwa dia telah pacaram dengannya dan melihat hal apa yang akan dilakukan oleh Alvi
"Udah kamu tinggal ikutin aja semua kata Kaka, nanti kamu bakalan tau dia benar benar mencintai kamu atau ngga"
"Tapi Ka, kalau dia ga ngerespon? atau dia malah macem macem sama Ka Key gimana?
"Kita liat aja, kamu ga usah khawatir sama hal yang akan dia lakuin nanti. Cuman dengan cara ini biar kamu bisa yakin sama perasaan dia"
ucap Key
Jangan Lupa Like Komen dan Vote (Tip)
Terimakasih💕💕