I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 100



Di dalam mobil Melliza hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dia merasa kesal akan sikap Alvi tapi jika Alvi tak melakukan hal itu, semua orang akan tetap memandang dirinya rendah.


"Kamu marah sama aku?" tanya Alvi.


"Engga ko"


"Terus kenapa diam aja? Kamu ga suka aku bilang ke mereka kalau kita pacaran?"


"Bukan gituh, aku takut aja kalau mereka malah makin benci sama aku karena iri Boss tampannya jadi pacar aku" Ucap Melliza jujur.


Alvi paham dari ucapan Melliza bahwa kekasihnya itu takut jika kembali menjadi sorotan atau cibiran orang kantor karena telah berpacaran dengannya, pasti segala sesuatunya akan menjadi perbincangan bagi mereka yang kurang kerjaan.


"Kamu ga perlu khawatir dan jangan pernah mikirin omongan negatif orang diluar sana tentang kamu, kamu jangan takut karena aku bakalan ada buat kamu untuk ngebasmi orang seperti itu"


"Makasih yaa, tapi kamu ga seharusnya bicara kaya tadi pake bilang 'silahkan kalain keluar dari perusahaan ini' "


Ucap Melliza menirukan gaya berbicara Alvi yang tegas.


"Aku kaya gituh demi kamu, aku ga mau kamu sedih dan ngehindar dari aku. Aku beneran sayang sama kamu, makanya aku pengen nikahin kamu karena aku pengen jadi orang yang pertama tau kamu kenapa, orang yang selalu pasang badan buat kamu, ngelindungin kamu"


Pernyataan Alvi membuat Melliza berpikir tentang apa yang selama ini sudah Alvi lakukan untuknya, banyak sekali hal-hal yang sudah Alvi korbankan dan tunjukan akan keseriusannya kepada Melliza.


Seperti beberapa hari yang lalu Alvi rela tak masuk kantor dan menyuruh Johan serta Andre untuk menggantikannya dalam agenda meeting penting dengan klien hanya untuk menjaga Melliza yang sedang sakit, bahkan Alvi seorang CEO memasak makanan sehat demi kekasihnya sendiri, dia juga menemani Melliza pergi ke Dokter untuk diperiksa.


Padahal Melliza bersi keras agar Alvi pergi kantor karena sebagai sekretaris Melliza tau bahwa meeting itu sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan tapi tetap saja Alvi pada pendiriannya menemani dan merawat Melliza sampai suhu demamnya kembali normal.


"Jadi kamu masih pengen nih nikahin aku?" tanya Melliza tersenyum.


"Yaiyalah sayang, pake nanya segala" ucap Alvi heran.


"Yaudah aku mau"


Ucapan Melliza membuat Alvi seketika menghentikan mobilnya dan menepi dipinggir jalan.


"Yaudah kalau kamu nganggepnya bencanda yaudah" ucap Melliza kesal memalingkan wajahnya.


Melliza sekarang sudah benar-benar yakin kepada Alvi, dia pun tidak akan memperdulikan perkataan orang yang beranggapan buruk tentangnya, karena bagaimana pun dia mencintai Alvi itu dengan tulus bukan karena Alvi seorang CEO yang kaya raya.


"Jadi kamu serius? Kamu mau nikah sama aku Syaa?" Tanya Alvi sambil memegang wajah Melliza agar bertatapan dengannya.


"Iya Bapak Alvin Sanjaya CEO tampan ku yang terhormat, aku mau menerima lamaran mu" Ucap Melliza genit.


Mendengar ucapan yang terlontar di bibir Melliza membuat perasaan Alvi sangat bahagia, dia langsung memeluk tubuh kekasihnya dengan erat tapi langsung dilepaskan karena ucapan Melliza.


"Eh tapi kan aku ga lagi dilamar ya" ucap Melliza sedih.


"Yaudah aku lamar kamu sekarang" ucap Alvi langsung mengambil sesuatu di dalam laci dasbor mobilnya.


Melliza begitu terkejut saat Alvi membukakan sebuah kotak kecil dihadapannya yang tak lain kotak itu berisi sebuah cincin berbentuk heart. Ternyata Alvi sudah membeli cincin itu sebelum dia melamar Melliza langsung dihadapan orang tuanya. Tapi sayang saat itu Melliza menolaknya maka dia mengurungkan niat untuk memberikan cincin berlian itu dan selalu menyimpannya di dalam mobil sport kesayangannya.



"Melliza Anantasya, Will you marry me?" tanya Alvi.


"Yes, I will" jawab Melliza terharu.


Hingga pada akhirnya hari ini Alvi dapat memberikan dan memasangkan cincin itu di jari manis Melliza.


"Makasih udah mau nerima aku, Maaf aku ngelamar kamu cuman di dalam mobil, tapi aku janji bakalan bikin pesta pertunangan kita yang sangat mewah Syaa" ucap Alvi sambil memeluk Melliza.


"Tapi aku pengen sederhana aja, cuman pengen keluarga dan sahabat-sahabat aja yang datang" ucap Melliza melepaskan pelukan Alvi.


"It's oke aku nurutin semua kemauan kamu sayang" jawab Alvi tersenyum.


Teman-teman jangan lupa Like, Komen dan jangan lupa terus Vote yang banyak ya. Terimakasih💕