I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 121



Haiiii... Maaf telat up nihhh๐Ÿ™


Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya.


Jaga kesehatan ya semuanya.


Nihh yang penasaran Calista sama Alvi ngapain aku kasih tau dibawah ini. Jangan kaget ya!!! Maaf kalau ga sesuai sama harapan kalian, tapi ya beginilah alur ceritanya.


Mau ngingetin nih jangan lupa yaa di Like, di komen dan vote yang banyak pake poin setelah selesai baca.


Semoga suka yaa...


Selamat Membaca โœจ


*****


"Aku percaya sama kamu, semoga kamu bisa menjaga kepercayaan aku" ucap Melliza menatap Alvi.


"Tentu, aku ga akan membuat kamu kecewa. Karena aku ga akan siap kalau kehilangan kamu"


Ucap Alvi memeluk Melliza meyakinkan perempuan itu. Melliza hanya bisa membalas pelukan calon suaminya berdoa di dalam hati agar apa yang dikatakan laki-laki itu dapat dipercaya dan dibuktikan olehnya.


"Hmm.. Apa kamu suka sayang dengan kejutan ku?" tanya Alvi, kemudian Melliza melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata indah calon suaminya.


"Tentu saja, aku sangat bahagia. Tapi tolong jangan membuat aku khawatir seperti tadi" ucap Melliza sedih.


"Maaf aku tidak bermaksud" ucap Alvi mencium kening Melliza.


"I love you honey" sambung Alvi.


"Love you too" balas Melliza sambil mencium pipi Alvi dan kemudian dengan segera masuk kedalam menghampiri sahabat dan sepupunya.


"Ishh dasar" ucap Alvi tersenyum melihat tingkah Melliza.


Setelah itu Alvi pun mengantar Melliza, sahabat dan sepupunya untuk bermalam di hotel memberikan waktu untuk calon istrinya agar menghabiskan malam dengan orang terdekatnya sebelum dia sibuk menjadi Nyonya Alvin Sanjaya.


****


Hari in Melliza datang telat ke kantor karena ia harus menunggu sahabat dan sepupunya pulang terlebih dahulu, tentu walaupun dia calon nyonya pemilik perusahaan ini Melliza tetap melewati prosedur seperti karyawan yang lain yaitu meminta izin pada atasannya.


Sekitar pukul sepuluh pagi barulah dia sampai di kantor. Baru saja ia akan duduk di kursinya tapi tiba-tiba pintu ruangan kerja Alvi terbuka dengan spontan Melliza mengurungkan niatnya untuk duduk dan segera membungkukan badannya.


"Apa mereka sudah pulang Sayang?" tanya Alvi menghampirinya.


"Sudah, kamu mau kemana?" jawab Melliza.


"Aku kan ada meeting dengan Rans Corp" ucap Alvi.


"Astaga aku lupa. Maaf semalem aku ga melihat agenda" ucap Melliza benar-benar lupa karena semalam dia begitu menikmati kebersamaan dengan sahabat dan sepupunya.


"Tidak masalah sayang, kamu baru saja datang. Aku bisa pergi dengan Johan ko, kamu pasti lelah jadi tunggu di kantor saja" ucap Alvi penuh pengertian.


"Tidak, ini pekerjaanku. Aku akan menemani mu" jawab Melliza.


Akhirnya mereka pun pergi menuju kantor Rans Corp untuk melakukan kerjasama. Di dalam perjalanan sebenarnya Melliza ingin mengatakan sesuatu dengan Alvi mengenai bagaimana nanti ia setelah menikah.


Melliza berniat untuk meminta izin pada Alvi jika nanti setelah mereka menikah, Melliza ingin tetap bekerja walaupun mungkin tidak bisa bekerja di tempat yang sama dengan Alvi. Tapi ia takut jika calon suaminya itu melarangnya untuk bekerja.


Walaupun begitu Melliza akan tetap mengutarakan keinginannya, apapun keputusan Alvi ia akan menerima semua itu. Karena setelah mereka menikah nanti Melliza harus menghormati keputusan dan keinginan Alvi sebagai suami dan kepala rumah tangga.


Baru saja ia akan berbicara tetapi malah Alvi sudah memberitahunya terdahulu.


"Sayang dua hari lagi acara perpisahan kamu dikantor dan semua itu sudah Johan siapkan" ucap Alvi memberitahu.


"Hmm oke, baru juga kerja disini udah keluar lagi" ucapnya sedikit sedih dengan bibir cemberut.


"Jangan sedih dong sayang. Kamu kan nanti ga perlu cape lagi, kamu cukup dirumah aja bekerja menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk anak-anak kita" ucap Alvi dengan senyum genitnya.


Mendengar itu membuat Melliza tersipu sekaligus membuat Melliza sedikit tak suka. Melliza tersipu ketika Alvi memintanya menjadi Ibu yang baik untuk anak mereka nanti tapi harapannya untuk tetap bekerja setelah menikah sudah tidak mungkin lagi baginya. Walaupun begitu Melliza akan tetap berusaha membujuk Alvi.


"Tapi nanti aku bosan, kamu kan kerja. Aku dirumah sendiri dong? Boleh ya aku tetap kerja?" ucapnya dengan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin agar Alvi bisa mengizinkannya bekerja walaupun bukan di perusahaan miliknya.


"Dimana saja, ya tolong?" ucapnya memohon.


"Oke kamu boleh bekerja kalau pernikahan kita sudah dua bulan" ucap Alvi.


"Benarkah? Aku ga masalah" ucap Melliza senang.


"Tapi jika nanti setelah menikah kamu hamil, maka kamu ga boleh bekerja. Gimana?" tanyanya.


" Kurang dari dua bulan setelah menikah Melliza harus hamil" ucap Alvi dalam hati.


Sebenarnya Alvi tau jika Melliza pasti masih ingin bekerja terlebih lagi dia mengerti jika Melliza masih ingin memiliki pengalaman kerja yang banyak. Tapi bagaimana? Alvi memang pria yang tidak akan membiarkan istrinya bekerja. Menurutnya selama dia mampu dan bisa menafkahi maka istrinya tidak boleh bekerja. Cukup menjadi ibu rumah tangga yang baik saja.


"Hmma baiklah" ucap Melliza.


Sudahlah Melliza benar-benar pasrah. Harusnya dia merasa sangat beruntung bukan? Karena telah memiliki suami yang sangat bertanggung jawab dan tak ingin istrinya kelelahan jika terus bekerja.


Merekapun akhirnya tiba di perusahaan Rans Corp. Disana Alvi mempresentasikan kerjasamanya dengan sangat baik terlihat dari semua mata yang berada diruangan meeting itu hanya tertuju padanya. Alvi begitu sangat cool saat seperti ini, sungguh beruntung Melliza bisa mendapatkan seorang Alvin Sanjaya, pria tampan, pintar dan kaya tentunya.


Hanya butuh waktu dua jam mereka pun telah menyelesaikan meeting dan berhasil mendapatkan kontrak kerjasama dengan Rans Corp. Setelah itu mereka pun akhirnya kembali ke kantor.


***


Pukul enam sore Melliza baru keluar dari kantor karena dia sibuk menyiapkan dokumen yang akan Alvi bawa untuk meeting malam ini. Melliza pulang sendiri dengan mengemudi mobilnya. Sedangkan Alvi kini langsung pergi menuju restoran yang telah Calista kirim melalui pesan singkatnya, ya malam ini mereka akan makan malam bersama hanya untuk kepentingan bisnis.


Hanya butuh waktu dua puluh menit akhirnya Alvi telah sampai dan dapat dia lihat disana sudah ada seorang perempuan yang menunggunya. Ternyata Calista sudah datang lebih dulu darinya.


Alvi langsung duduk dan menyapa Calista meminta maaf karena dia datang terlambat. Ah tapi tidak, memang perempuan itu saja yang terlalu cepat datang bahkan sekarang masih pukul 18.25 sedangkan waktu yang ditentukan Calista itu pukul 18.30.


"Maaf aku membuatmu menunggu" ucap Alvi.


"Tidak masalah, aku juga baru saja datang" balasnya.


"Hmm bagaimana kalau kita makan dulu?" tanya Calista.


"Baiklah" jawab Alvi.


Mereka pun akhirnya memasan makanan, sebelum makanan itu datang Alvi memberikan suatu surat pada Calista yang tak lain surat itu merupakan surat undangan pernikahannya.


"Ini. Karena kita sedang bertemu, jadi tidak masalahkan aku memberikan ini sendiri?" ucap Alvi tersenyum.


"Apa ini Vin?" tanyanya bingung setelah menerima undangan tersebut.


"Itu undangan pernikahan ku" ucap Alvi.


"Hah? Pernikahan? Kamu kan sudah putus dengan Clara, lalu kamu menikah dengan siapa?" tanyanya lebih bingung.


"Iyaa aku akan menikah, bukan dengan Clara tapi Melliza sekretaris pribadiku yang pernah bertemu denganmu waktu itu. Dia calon istriku" ucap Alvi santai.


"Sial, pantas saja dia waktu itu seperti tak suka aku dekat dengan Alvi. Arrgh kenapa aku selalu tidak bisa mendapatkan mu sih Vin?" ucap Calista sedih dan kesal dalam hati.


"Ohh jadi dia, baiklah aku akan usahakan untuk datang" ucap Calista tersenyum kaku.


"Baru saja aku menyusun strategi agar bisa dekat dengan mu Vin, tapi kamu sudah menjadi milik yang lain. Walaupun aku masih memiliki rasa suka dan tertarik dengan mu tapi aku tidak akan merebut milik orang lain. Aku tau sakitnya seperti apa ketika milikku direbut orang" ucap Calista dalam hati.


Beruntunglah Melliza perempuan yang selama ini dia takuti akan merebut Alvi ternyata dia perempuan yang masih memiliki hati. Mungkin memang awalnya Calista ingin memiliki Alvi, tapi dia perempuan yang menjaga nama baiknya, perempuan yang tak akan pernah mengambil milik orang lain.


Kejadian dimasa lalu membuat Calista tidak ingin menjadi perempuan murahan yang mengambil milik orang lain. Calista tau sakitnya ketika orang yang dia cinta diambil oleh orang lain. Oleh sebab itu dia tak ingin perempuan lain mengalami sakit yang sama dengannya.


Tak lama makanan pun datang, mereka menikmati makanan tersebut sambil sesekali Alvi menanyakan kabar Pak Handoko ayah Calista rekan bisnisnya dulu. Setelah selesai makan mereka langsung membahas pekerjaan.


Tak perlu waktu lama meeting berjalan dengan lancar. Dan setelah itu selesai keduanya pulang ke rumah masing-masing.


*****


Siapa nih yang udah berpikiran buruk tentang Calista?


Terimakasih telah membuang waktu berharga kalian untuk membaca novel ini๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Jangan lupa ya di Like, komen dan vote pake poin yang banyak๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™