
Halloooo....
Apa kabar gengs? Semoga baik dan sehat selalu ya🙏
Mau ngingetin kalian nih kalau selesai baca langsung di like di komen di vote pake poin dan di share yaa.
Selamat Membaca, semoga suka✨
***
Alvi beserta keluarga kini mulai memasuki lokasi pernikahan. Venue wedding outdoor yang mereka pilih sangat terkenal dengan harga sewanya yang mahal.
Dekorasi yang indah pun membuat tempat ini menjadi begitu mewah dan megah.
Suasana yang tergambar dilokasi pernikahan Melliza dan Alvi yaitu hijau dan sejuk. Terdapat beberapa kursi untuk para tamu yang hadir serta beberapa kain putih yang digelar dibagian atas sebagai atap dan sampingnya dengan sedemikian rupa membuatnya terkesan indah.
Proses akad pun akan segera berlangsung, entah kenapa setelah Alvi duduk di depan penghulu dan beberapa saksi, dirinya malah merasa lebih tegang dari sebelumnya. Keringat dingin dan gemetar pun kini mulai menyerangnya.
"Tenang Vin, kontrol jangan keliatan tegangnya" ucap Ayahnya yang melihat wajah Alvi begitu tegang.
Sambil menunggu Melliza datang, Alvi pun mencoba mengatur nafasnya untuk menghilangkan rasa tegang dan gugup yang ada pada dirinya.
Salsa dan Audi pun kini mengantar Melliza menuju meja ijab kabul untuk duduk disamping Alvi. Tak kalah dengan Alvi, Melliza pun merasakan gugup yang luar biasa.
"Duhh gue deg-degan banget nih" bisiknya kepada Salsa dan Audi sambil tetap dengan wajah tersenyum memandang semua tamu yang datang.
"Wajar Syaa, namanya juga mau nikah pasti deg-deganlah" jawab Audi.
"Berdoa aja Syaa biar lo ga tegang lagi, biar pernikahannya juga lancar" ucap Salsa mengingatkannya.
Akhirnya Melliza pun kini sudah duduk tepat di samping calon suaminya. Alvi terus memandang kagum sosok perempuan cantik disampingnya yang beberapa menit lagi akan resmi menjadi istri sahnya.
Melihat kedua mempelai sudah ada dan siap semua, penghulu pun segera memulainya. Alvi begitu lancar saat tadi dia mengucapkan ijab kabul. Membuat Melliza dan orangtua mereka menitikan air mata karena rasa syukur dan bahagia atas kelancaran pernikahan mereka.
"SAAHHH" ucap semua orang yang ada disana.
Melliza pun kini mencium punggung tangan kanan Alvi yang sudah sah menjadi suaminya, sebaliknya dengan Alvi yang kini mencium kening Melliza. Sontak perbuatan mereka berdua membuat orang yang ada disana teriak gemas karena merasa iri dengan pasangan baru yang sangat cocok dan serasi itu.
Setelah itu mereka berduapun melakukan sesi foto untuk mengabadikan momen spesialnya. Mereka berfoto dengan pose Alvi memberikan sebuah frame yang berisikan sejumlah uang dollar yang ditata dengan rapi. Frame berisikan dollar itu merupakan mahar yang diberikan Alvi.
Jumlah uang dollar tersebut sesuai dengan tanggal pernikahan mereka, yaitu sebesar $252.020 atau sebesar Rp 3.760.277.011. Mahar yang sangat besar itu merupakan keputusan kedua keluarga.
Sebelumnya Melliza pun sempat menolak karena mahar tersebut terlalu besar, tapi uang sebanyak itu bagi Alvi dan keluarganya tidak ada apa-apa.
Mereka pun beberapa kali berganti gaya disetiap fotonya, tidak hanya berdua tapi mereka pun berfoto bersama keluarga dan juga sahabat-sahabat yang datang.
Pukul satu siang mereka kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak karena acara resepsi akan berlangsung nanti malam. Kali ini Alvi ikut bersama Melliza, tidak kembali ke hotel yang dia tempati kemarin.
Didalam perjalanan keduanya saling bertatapan melemparkan senyuman tak percaya jika kini status mereka telah berubah menjadi sepasang suami istri.
"Kamu cantik banget sih Syaa" sebuah kalimat yang dari tadi ingin Alvi katakan akhirnya keluar dari bibir tipisnya.
Padahal bukan pertama kali Alvi memujinya seperti itu, tapi entah kenapa Melliza selalu tersipu ketika mendengarkan pujian dari pria itu. "Emangnya sehari-hari aku ga cantik gituh?" ucapnya mengalihkan rasa malunya.
"Cantik, cuman hari ini nambah" bisiknya ketelinga Melliza kemudian mencium pipinya.
"Duh kenapa tuh abis di cium ko berubah pipinya? Ga usah malu sayang kan udah sah" ucap Alvi gemas melihat tingkah Melliza.
"Ish siapa juga yang malu, biasa aja ko" elaknya membuang pandangan keluar jendela mobil. Sejujurnya Melliza memang malu terlebih lagi dia masih tak percaya jika hari ini statusnya telah berubah menjadi seorang istri.
Dia pun merasa tak percaya jika dirinya menikah dengan laki-laki yang dulu sangat dia kagumi. Ternyata harapan dan semua khayalan yang terlintas di kepala Melliza dulu, kini menjadi kenyataan.
Tak ada salahnya memang jika manusia memiliki harapan, semua boleh memiliki itu namun dalam batas yang wajar. Sebab tak semua harapan hanya menjadi angan dan berakhir dengan kekecewaan tapi sebuah harapan pun bisa menjadi sebuah kenyataan yang sangat membahagiakan.
Semua tergantung dengan kehendak-Nya. Jika Tuhan tak mewujudkan harapan kita mungkin itulah yang terbaik dan yakin Tuhan memiliki rencana indah diluar dugaan kita.
**
Setelah sampai di hotel Melliza dan Alvi segera menuju kamar, karena merasa lapar mereka pun akhirnya menghubungi room service dan memesan beberapa makanan untuk diantar ke kamar mereka.
Tak lama makanan pun datang, Melliza dan Alvi langsung duduk untuk menyantap makanan tersebut. Namun ketika Melliza sudah memasukin satu sendok makanan kedalam mulutnya Alvi hanya memperhatikan dan belum menyentuh makanannya sama sekali.
"Kenapa ko ga dimakan?" tanya Melliza bingung.
"Mau disuapin dong sama istrinya" goda Alvi tersenyum membuat Melliza mengerutkan keningnya.
"Ish manja sekali, baiklah. Buka mulutmu bayi besarku yang manja" ucap Melliza dengan mengarahkan satu sendok makanan pada mulut Alvi.
Alvi pun tersenyum dan akhirnya membuka mulut menerima suapan itu. Sebenarnya Alvi tidak benar-benar ingin disuapi, tadi dia hanya memperhatikan Melliza yang sedang fokus pada makanannya dan terlihat begitu menggemaskan dan sangat cantik.
Namun karena wanita itu menyadari dirinya belum menyentuh makanan yang ada didepannya maka Alvi pun menggoda Melliza untuk menyuapinya. Namun ternyata Melliza menuruti permintaanya.
Tak lama setelah selesai makan, beberapa orang kini memasuki kamar itu meminta Melliza dan Alvi bersiap kembali untuk acara resepsi nanti.
**
Suasana resepsi malam ini begitu sangat romantis dan mewah karena adanya beberapa lampu yang menggantung serta beberapa lilin yang ada disetiap meja tamu menambah kesan yang sangat romantis.
Berbeda dengan akad yang hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat, kini orang-orang yang hadir di acara resepsi bertambah dengan datangnya para tamu penting yang merupakan rekan bisnis dari Pak Putra, Alvi serta rekan bisnis dari Raka ayah Melliza.
"Kakak, selamat menempuh hidup baru. Kamu sangat beruntung memiliki istri yang cantik seperti Kak Melliza. Semoga kakak dan kak Melliza bahagia selalu ya" ucap Elvina adik Alvi.
"Yah sahabat gue udah jadi istri orang, selamat ya Syaa. Nanti jangan lupa ya cerita sama kita digrup" ucap Audi membuatnya tersenyum.
"Syaa selamat yaa, bahagia terus kalian. Walaupun udah nikah jangan bosen dan harus tetap bisa dengerin curhatan gue yaa" ucap Salsa yang khawatir jika setelah Melliza menikah tak bisa menjadi tempat curhatnya.
"Bisa, tenang aja. Makanya jangan galau mulu. Cepet minta dinikahin ke Haikal" jawabnya dengan tersenyum.
"Selamat bro, semoga langsung berhasil punya baby ya lo" ucap Andre pada Alvi.
"Yeyy selamat Syaaa, semoga bahagia selalu yaa" ucap Tania memeluk sahabatnya.
"Terima kasih Kak" jawab Melliza.
"Selamat menempuh hidup baru Vin" ucap Calista yang datang sendirian ke acara pernikahan Alvi. Melliza yang melihat Calista bersalaman sambil menempelkan pipi kiri dan kanannya pada Alvi merasa tak suka dan terus memperhatikan keduanya.
"Thanks Ca" ucap Alvi tersenyum kaku, karena tau jika dirinya sedang diperhatikan oleh Melliza.
"Papah minta maaf ga bisa datang, karena dia sedang ada kesibukan" ucap Calista menyampaikan permintaan maaf Pak Handoko.
"Ga apa-apa, gue ngerti Ca" jawabnya tersenyum.
"Selamat menempuh hidup baru ya Melliza" ucap Calista menyodorkan tangannya pada Melliza dan langsung dibalas oleh perempuan itu.
"Terima kasih" ucapnya tersenyum.
Mereka pun terus menerima tamu undangan yang datang mengucapkan selamat pada mereka. Tak lama kemudian datang sosok laki-laki yang sangat Alvi cemburui.
"Selamat menempuh hidup baru bro" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Key.
"Bro bro, emang gue brother lo apa" gumamnya tak suka dalam hati.
"Thanks" jawab Alvi singkat.
"Awas ya kalau lo berani nyakitin atau menyia-nyiakan Melliza, gue bakalan ngambil dia dari lo" bisik Key tak terdengar seperti ancaman bagi Alvi. Tapi ucapan Key itu sungguh benar-benar dalam hatinya, sekarang Key sudah mengganggap Melliza seperti adiknya sehingga tak ingin ada pria yang berani menyakiti Melliza.
"Tenang, ga akan mungkin" ucap Alvi percaya diri dibalas senyuman oleh Key.
"Selamat menempuh hidup baru Syaa, semoga kamu selalu bahagia yaa" ucap Key memeluk Melliza dan mendapatkan tatapan tak suka dari Alvi.
"Makasih Kak, makasih udah bela-belain pulang dari London untuk datang kesini" ucap Melliza karena dia tau jika Key datang jauh-jauh dari London hanya untuk menghadiri pernikahannya.
"Ga masalah, kan seorang kakak harus datang bukan ke pernikahan adiknya" tanya Key tersenyum dan dibalas senyuman kembali serta anggukan dari Melliza.
Setelah selesai menerima tamu acara ditutup dengan penampilan dansa Alvi dan Melliza yang sangat romantis. Semua orang yang ada disana mengeluarkan ponselnya mengabadikan momen romantis Melliza dan Alvi yang sedang berdansa.
"Terima kasih sudah mempercayakan aku menjadi imammu" ucap Alvi disela-sela mereka berdansa.
"Terima kasih juga telah memilih aku menjadi wanita yang akan mendampingimu saat ini dan dimasa depan nanti" jawab Melliza tersenyum.
"I love you my wife" ucap Alvi berbisik ditelinga Melliza.
"I love you too my husband" jawabnya.
Dansa mereka ditutup dengan sebuah ciuman yang sangat romantis membuat semua tamu disana terutama para tamu yang belum memiliki pasangan merasa iri melihat keduanya yang sangat romantis.
***
END~~
Tempat Alvi sama Melliza dansa nihh.
Sumber Foto: Pinterest.
Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk para readers yang selama ini telah memberikan dukungannya. Mohon maaf bila ada bagian cerita yang kurang kalian sukai🙏
Sebenarnya rencanaku tamat sampai eps ini. Tapi jika banyak dari kalian yang minta untuk tetap lanjut, maka akan aku usahakan untuk terus berlanjut guys.
Thanks gengs, love you💛💛💛
Jangan lupa ya di like di vote di komen dan dishare ya🙏