I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 78



Sore hari kini Melliza tengah berjalan menuju ruangan Alvi dengan membawa beberapa file yang telah Alvi minta sebelumnya


Setelah mengetuk pintu, terdenger suara Alvi yang mengizinkannya untuk masuk


"Masuk"


Melliza pun langsung masuk dan memberikan dokumen yang Alvi minta, namun saat Melliza akan keluar tiba tiba Alvi mengajak Melliza dinner malam ini dan itu membuat kepala Melliza bertanya tanya, mungkinkah dia diundang dinner dengan keluarga Alvi? Tapi jika begitu pasti Mitha Ibunya Alvi akan menghubungi dan mengajak Melliza secara langsung


"Syaa nanti malam gua jemput lu, kita makan malam"


ucap Alvi seperti perintah


"Maaf tapi acara apa ya Pa? apa sama orangtua Pa Alvi?"


"Ngga, dinner biasa"


"Tapi maaf Pa, Saya ga bisa"


ucap Melliza menolak karena memang hari ini dia telah memiliki janji dengan Key untuk dinner, sebagai pengganti karena kemarin tidak jadi jalan bersamanya


"Kenapa ga bisa?"


ucap Alvi dingin mengerutkan keningnya


"Saya udah ada janji sama teman, dan ga enak kalau dibatalin"


Alvi sudah tau yang dimaksud dengan teman oleh Melliza itu pasti Key karena yang Alvi tau Melliza tidak memiliki teman disini kecuali Key dan Tania, dan jika teman yang memiliki janji itu Tania maka Melliza pasti akan lebih memilih dirinya


"Siapa? Supir itu?"


ucap Alvi meremehkan


"Bukan supir, dia teman saya namanya Key"


jelas Melliza tak suka Key dipanggil supir oleh Alvi


"Lu kenapa sih sama dia mulu?"


tanya Alvi mulai emosi


"Ya karena dia temen saya Pa"


"Gua kan udah bilang jangan deket deket sama dia"


ucap Alvi dengan nada tinggi dan membuat Melliza tak percaya jika Alvi akan berbicara setinggi itu hanya karena dia tak suka pada Key


"Apa urusannya sama pa Alvi? Pa Alvi itu cuman boss saya ga ada hak untuk mengatur saya berteman dengan siapapun"


ucap Melliza yang mulai terpancing suasana


"Lu ga inget Gua ini pacar Lu"


Melliza hanya diam mencerna kembali kata kata Alvi


"Pacar? sejak kapan?" ucap Melliza dalam hati


"Ya walaupun Lu cuman pacar pura pura tapi lu ga boleh deket deket sama cowo lain"


sambung Alvi kembali


Melliza yang tadinya diam kini sudah tersadar kembali akan penjelasan Alvi


"Kan cuman pacar pura pura jadi ga berhak dong, lagian ga ada diperjanjian kita!" ucap Melliza yang benar benar sudah emosi


ucap Alvi emosi karena mendengar ucapan Melliza tadi, Alvi adalah orang yang tak suka dibantah oleh sebab itu dia berbicara begitu pada Melliza


Melliza hanya menggelengkan kepala dan tersenyum sinis, dia benar benar tak percaya akan ucapan Alvi yang seolah sangat merendahkan dan meremehkan dirinya yang mencintai Alvi


"Pa Alvin Sanjaya yang terhormat bukan berarti saya menyukai anda lantas mau menjadi pacar anda, tolong jangan terlalu kepedean! dan satu lagi saya tidak suka punya pacar yang suka ngekang"


ucap Melliza dengan tegas lantang berani padahal dalam hatinya Melliza sangat ketakutan akan ucapannya itu karena bagaimana bisa dia berbicara seperti itu pada atasannya sendiri, tapi Alvi memang harus dibegitukan agar tidak berkata semena mena pada Melliza


"Ohhya masa? Coba buktikan omongan Lu barusan"


ucap Alvi menantang dan kini berjalan menghampiri Melliza, karena merasa takut Melliza pun semakin mundur dan punggungnya sampai menempel pada tembok karena Alvi terus menatap tajam sambil mendekatinya


"Ayo tatap mata gua, kenapa nunduk? coba bilang kalau lu udah ga suka gua dan lu ga mau jadi pacar gua?!"


ucap Alvi yang terus menatap Melliza dengan tajam bahkan tubuh mereka pun sangat dekat


Sungguh Melliza merasa kesal bahkan benci kepada Alvi saat ini, bagaimana tidak? Alvi benar benar membuatnya tak mampu berbicara lagi sekarang, tubuh Melliza gemetar mulutnya tak bisa berucap, matanya sudah memerah menahan emosinya sendiri


Melihat tingkah Melliza yang seperti itu semakin membuat Alvi yakin bahwa Melliza masih mencintainya


"Semakin lu buang muka, semakin yakin Gua kalau lu masih cinta sama gua!" ucap Alvi dengan nada rendah


"Ngga, Gua udah ga suka lagi sama cowo nyebelin kaya Lu, Puas?"


ucap Melliza memberanikan diri menatap Alvi


Bukannya merasa menyerah atau marah mendengar ucapan Melliza tapi Alvi malah tersenyum karena melihat tingkah gugup Melliza membuatnya tambah gemas dan malah ingin menjahilinya, dengan sengaja Alvi memiringkan wajahnya dan berbisik pada telinga Melliza


"Walaupun lu udah ga cinta sama gua lagi, gua bakalan bikin lu jatuh cinta lagi sama gua tanpa bisa lu hilangin rasa cinta itu"


Jantung Melliza berdetak semakin cepat lagi mendengar ucapan Alvi yang membuatnya tambah gila, sampai saat ini pun Melliza masih mencintai Alvi dan tak bisa menghilangkan rasa itu


Akan semakin sulit bagi Melliza move on ketika Alvi berkata seperti itu


Melliza bingung dengan semua tingkah Alvi hari ini, dia tiba tiba meminta Melliza menjadi kekasih sungguhannya tapi disatu sisi seolah meremehkan Melliza dengan ucapan "Bukannya itu yang lu mau?" sungguh kata itu membuat Melliza merasa tak punya harga diri dan tak menganggap permintaan Alvi serius, bahkan Melliza berpikir jika Alvi hanya ingin mempermainkannya dan memanfaatkan dirinya agar Alvi bisa menghindar dari perjodohan orangtuanya


Tapi jika Alvi tak serius mengapa Alvi berkata akan membuat Melliza kembali jatuh cinta padanya? sungguh itu membuat Melliza bingung akan sikap Alvi hari ini


Melliza masih melamun saat mendengar ucapan Alvi, dengan sengaja Alvi kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Melliza seolah akan menciumnya, dengan segara Melliza mendorong tubuh Alvi menjauh dari tubuhnya sehingga Alvi tak berhasil mencium dirinya, karena ada kesempatan kabur Melliza pun keluar dari ruangan panas dingin itu


"huhf benci gua" gumam Melliza berjalan ke meja kerjanya


dilihatnya jam ditangannya dan ternyata sudah menunjukkan waktunya pulang, Melliza pun mengambil tas dan mengeluarkan kunci mobilnya yang berada didalam tas itu


.


.


.


.


Gimana nih eps kali ini? Komen dong yaa!!๐Ÿ˜


Jangan Lupa Readers Sayang untuk Like, Komen, dan jadikan novel ini Favorite yaaa


Jangan lupa berikan Vote (tip) juga yaa teman teman๐Ÿ’•


Terimakasih๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•