
Hari ini Melliza memutuskan untuk pergi ke kota B. Sebenarnya interview kerja akan dimulai besok, namun dengan sengaja Melliza akan pergi hari ini, karena jarak rumahnya ke kota B membutuhkan perjalanan waktu sekitar 4 jam, sedangkan interview kerja dimulai pukul 8 pagi, sehingga dia tidak ingin datang terlambat.
"Pah, Melliza berangkat dulu ya. Doain supaya Melliza diterima kerja disana" ucapnya sambil mencium tangan sang Ayah.
Raka hanya tersenyum, dia berharap putri cantiknya itu tidak diterima kerja disana. Karena dia menginginkan Melliza mengelola bisnisnya. Namun Ibunya yaitu Icha selalu memberikan dukungan semangat dan doa kepada anaknya.
"Kamu ga usah khawatir sayang, kita pasti doain kamu. Semangat yaa nak, semoga yang kamu harapkan terwujud" ucap Icha sambil memeluk Melliza.
Melliza pun pergi menuju ke kota B.
Saat sampai, ternyata hari sudah sore, ya memang karena dia berangkat siang hari.
Melliza kini berada di hotel bintang lima yang telah Ibunya pesan melalui sebuah aplikasi. Melliza merasa lelah, karena dia mengemudi mobilnya sendiri selama perjalanan. Akhirnya dia pun memutuskan mandi dan setelah itu tidur.
Melliza kini keluar dari kamar hotelnya, karena ia merasa lapar. Dia menutup pintu kamar hotelnya, namun ketika dia berbalik badan dan ketika kakinya melangkah, tibatiba ada seorang pria berjalan dengan terburu buru sambil sibuk menatap layar ponselnya, sehingga menakbrak Melliza.
Bruuggkk...
Melliza langsung melihat pria itu, merekapun saling menatap dan terkejut.
"Lu? Emang ya lu itu ga bisa liat apa?" kata Melliza kesal.
Pria yang menabrak Melliza tak lain adalah Alvi.
"Lu tuh ngalangin jalan! Ga liat apa kalau gua lagi jalan?"
Bela Alvi
"Heh lu bilang gua ngalangin jalan? Gua baru keluar kamar. Lu tuh jalannya ke pinggir amat, takut ketabrak lu? Makanya jalan tuh pake mata! Jangan sambil liat handphone terus! Sampai lu ga sadar apa lorong ini tuh lumayan luas, gara gara lu sibuk main hp, jadi nabrak gua kan" Ocehan Melliza kesal tanpa jeda.
"Ohh Gituh? Udah ngocehnya? Sorry, gua ga ada waktu buat dengerin ocehan gadis kecil kaya lu" ucap Alvi sambil meninggalkan Melliza.
Tak heran banyak yang mengira bahwa Melliza masih berusia 19 tahun an, memang wajah Melliza masih terlihat imut, namun sekarang usianya hampir menginjak 22 tahun.
"Enak aja, gua bukan gadis kecil ya! Gua udah dewasa! Dasar lu OM OM SONGONG" kata melliza dengan lantang dan penuh penekanan.
Seketika ucapan Melliza membuat Alvi menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri Melliza.
"Apaan sih lu, awas minggir" ucap Melliza sambil melihat mata Alvi.
"Ya Tuhan kenapa gua deg deg an ginih? Diliat dari deket, kenapa itu cowo gantengnya pake banget sih? Please Melliza sadar lu! Tenang jangan gugup, jangan sampe dia tau kalau lu saat ini lagi jantungan" katanya dalam hati
Alvi dapat melihat kegugupan dari wajah Melliza, kini dia dengan sengaja menempelkan tangannya ke pintu hotel dan menatap Melliza dengan ganas sehingga membuat Melliza salah tingkah.
"Kenapa? Lu gugup ya? Sampai muka lu merah gituh"
kata Alvi sambil menyeringaikan bibirnya
"E eeuu engga ko! Siapa yang gugup? Lu apaan sih? Minggir sana!" ucapnya sambil berusaha melepaskan tangan Alvi yang menempel dipintu kamar, karena itu menghalangi Melliza yang akan pergi.
"Gua cuman mau kasih pelajaran aja sama lu! Inget ya, gua bukan om om! Umur gua belum nyentuh angka 30 tahun. Dan lu, buktiin dong kalau lu bukan gadis kecil" kata Alvi sambil mendekatkan wajahnya
Kini wajah mereka sangat dekat, bahkan jaraknya hanya beberapa cm saja. Sehingga membuat Melliza semakin takut dan gugup
"Ihh apaan sih lu? Lepas ga!? Kalau engga, gua teriak nih!" kata Melliza sambil berusaha mendorong tubuh Alvi yang semakin dekat dengannya
Tiba tiba Alvi teringat bahwa dia telah terlambat meeting dengan cliennya. Alvi berada di hotel ini untuk menghadiri rapat penting. Alvi pun akhirnya pergi meninggalkan Melliza dengan tatapan tajamnya, sambil tersenyum genit ke arah Melliza, namun Melliza hanya menunjukkan wajah bingungnya.
.
.
.
Ini dia ekspresi mereka
Jangan Lupa di Like, spam komen dan vote pake poin yang banyakkk🙏