I Love You My Boss

I Love You My Boss
Rencana



Kini Melliza dan sahabatnya telah berada di cafe xxx, mereka mulai memesan makanan. Tak butuh waktu lama menu yang dipesan pun akhirnya datang, sambil menikmati makanan merekapun mengobrol mulai dari pembicaraan gosip yang sedang hangat di kampus sampai ke rencana mereka masing masing setelah kuliah


"Jadi nanti abis wisuda lu semua mau ngelamar dimana? bareng ya gua ikut kalian"


"Ish sorry kalau gua mah kaga mau ngelamar mau nya dilamar" ucap Salsa yang memang selalu mengaitkan segalanya dengan cinta, dasar bucin stadium akhir ingin cepat cepat dilamar Haikal kekasihnya


"Lu mah bucin mulu Sal, gua nanya serius nih" ucap Audi dengan wajah flat nya


"Lu juga sama Ay semenjak pacaran sama Reno udah mulai ketularan bucin sama kaya Salsa hahaa"


Fakta memang jika Audi kini berubah dia bahkan tertular virus bucin seperti Salsa semenjak dirinya berpacaran dengan Reno. Kini Salsa yang mendengar ucapan Melliza hanya tertawa bahagia karena dia merasa dibela oleh Melliza


"Tapi gua ga sebucin dia ko, udah ah gua nanya serius nih" ucap Audi kesal karena tak ingin disama samakan dengan kebucinan yang melanda Salsa.


"Kalau gua kayanya sebelum wisuda pun mau ngelamar kerja dari sekarang deh, kita mau ngapain coba masa diem aja nunggu wisuda kan masih empat bulan lagi kita wisuda"


"Bener tuhh, gua juga kalau gituh mau ngelamar kerjaan dari sekarang dan siapin semua berkas berkasnya" ucap Salsa.


"Jadi kalian mau ngelamar ke perusahaan apa? Lo gamau kerja di Rumah sakit bokap lu Sya? Kan lo bisa jadi bagian keuangan atau adm disana" tanya Audi.


Orang tua Melliza memang memiliki rumah sakit tapi dirinya tak ingin bekerja dengan pengaruh orang tuanya, dia ingin menjadi mandiri dan dapat sukses karena kerja kerasnya sendiri.


"Ga gua ga minat, gua mau belajar mandiri mulai sekarang, gua harus bisa tanpa bantuan kedua orang tua gua, mungkin gua bakalan masukin lamaran gua ke perusahaan dikota S ini, atau bahkan gua juga mau ngelamar kerja di kota B atau ke kota J"


"Wihh Melliza Anantasya mau belajar mandiri udah dewasa utcukk uctukk, kaya lu diizinin nyokap bokap lu aja Syaa" ucap Audi dengan nada mengejek, karena selama ini mereka tau Melliza anak satu satunya dan dia selalu dibantu oleh orangtuanya


Salsa hanya tertawa melihat Melliza yang diejek oleh Audi, karena memang benar selama ini Melliza selalu dimanja oleh kedua orang tua nya, bahkan Melliza sampai harus menuruti keinginan kedua orang tuanya yang melarang dia untuk kuliah diluar kota.


Melliza hanya diam memikirkan perkataan Audi, dia takut jika berkerja jauh tidak diberi izin oleh orangtuanya. Melliza takut jika sang Ayah menyuruh dia mengelola rumah sakit milik kedua orangtuanya.


Melliza memang anak yang berasal dari kedua orangtua yang cukup berada, Ayah dan Ibunya memiliki rumah sakit dan juga bisnis dibidang perkebunan dan kuliner dikota S tempat Melliza tinggal. Kedua orangtua Melliza selama ini memang sangat protektif bahkan bisa dibilang posesif terhadap Melliza karena dia anak satu satunya dan wajar saja jika Melliza sangat manja karena itu kebiasaan yang diberikan oleh orangtuanya


Melihat Melliza yang terdiam memikirkan ucapan dari sahabatnya dia berpikir selama ini memang benar dia tak pernah lepas dari orangtuanya, sikap Melliza yang diam membuat kedua sahabatnya kebingungan


"Yehh ko lu malah diem sih Sya? Lo kepikiran sama pertanyaan Audi ya?"


"Iyaa nih, tapi gua bakalan berusaha supaya orangtua gua ngasih izin gua kerja diluar kota, selama ini gua dilarang kuliah diunniv yang gua pengen dengan alasan gua masih belum dewasa takut ga bisa jaga diri, masa sekarang gua udah dewasa bisa jaga diri tetep ga dibolehin?"


"Sabar ya Syaa ini semua karena mereka terlalu sayang sama lu" ucap Audi menenangkan sambil mengelus pundak sahabatnya.


"Iya bener tuh Sya, kita bakalan doain lu ko supaya diizinin kerja ditempat yang lu mau" ucap Salsa.


"Thank girls" ucapnya sambil tersenyum manis kepada kedua sahabatnya.


Kedua sahabat Melliza berkata benar jika kedua orang tuanya melakukan seperti itu bukan karena ingin mengekang dirinya tapi karena mereka sayang pada Melliza, mereka tak ingin Melliza terjerumus dalam pergaulan bebas di luar kota sana. Mereka seperti itu karena terlalu menyayangi anak satu satunya itu.


Mereke selanjutnya menyelesaikan makanan tersebut, tak terasa waktu sudah malam. Mereka pun pulang ke rumah masing masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Komen ya teman teman


TERIMA KASIH💛