I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 139



TOLONG DIBACA:))


Niatnya hari ini mau kasih tiga eps karena kemarin telat up tapi dua aja dulu deh ya, gara-gara satu komentar bikin down. Ini bukan komentar pertamanya yang bikin saya merasa malas untuk lanjutkan cerita ini.


Sekiranya kalau kalian ga suka sama cerita yang saya buat yaudah gapapa ga usah dilanjutkan bacanya.


Kalau mau komen tolong yang membangun ya, saya ga ngelarang kalian ngasih penilaian buat cerita yang saya bikin. Justru saya malah suka minta penilaian kalian. Tapi bisa ga komentarnya yang sedikit lebih halus yang bisa memotivasi supaya cerita yang saya buat jadi lebih baik.


Saya juga tau dan menyadari tulisan dan alur cerita saya masih sangat jauh dari kata BAGUS. Seperti yang saya katakan pada eps awal kalau ini adalah tulisan pertama saya, jadi harap maklum karena saya masih belajar. Tolong sedikit kasih apresiasi bagi saya yang udah berusaha nulis dan bikin alur cerita ini.


Selamat Membaca✨


****


Kini mereka berdua sudah siap untuk bermain ski, lagi-lagi ini adalah pertama kalinya bagi Melliza. Bukan karena dia tak pernah berpergian ke luar negeri dan tidak tau tentang ski tapi karena pada dasarnya Melliza adalah perempuan yang penakut.


Dia menghindari berbagai hal yang menurutnya membahayakan. Seperti snorkeling yang menurutnya sangat berbahaya karena menyelam di lautan dan juga seperti hal nya bermain ski yang menurutnya akan bahaya jika nanti terjatuh diatas salju yang sangat dingin apalagi disisinya terdapat jurang, membayangkannya saja sudah sangat mengerikan untuknya.


"Kamu aja deh ya, aku nunggu disini sayang. Sambil video in kamu ya" ucapnya membujuk Alvi.


"Ga boleh, udah ayo aku ajarin" ucap Alvi sambil memakaikan kacamata khusus pada Melliza.


Melliza yang mendengar itu tidak bisa protes yang bisa dia lakukan hanya cemberut. Namun ternyata tingkah Melliza yang kesal dan mengerucutkan bibirnya itu malah membuat sang suami menjadi gemas dan dengan kilat Alvi langsung mengecup bibir Melliza dan membuatnya seketika menatap tajam kearah Alvi.


"Abisnya gemesin, pake cemburut segala kan aku jadi pengen cium kamu" ucapnya polos tak perduli dengan sorot mata Melliza yang menatapnya tajam.


Walaupun mereka berada diluar negeri dan hal yang seperti itu biasa disini tapi tetap Melliza merasa malu.


"Udah ah ayo. Kamu coba dulu beberapa meter nanti kalau emang ga bisa dan tetap ga mau, kamu tungguin aku aja sayang" sambungnya.


"Bener ya?" tanyanya memastikan.


"Iyaa beneran" jawab Alvi.


Alvi pun mencontohkan kepada Melliza bagaimana caranya agar bisa berjalan dengan papan ski. "Seperti ini, ayo coba pelan-pelan saja" ucapnya.


Melliza pun mencobanya walau dengan rasa takut tapi perlahan ada pergerakan darinya. "Ini gimana berhentinya?" teriak Melliza ketika baru beberapa meter meluncur.


"Bentuk huruf V dulu kalau mau berhenti" jawab Alvi dan berhasil Melliza lakukan.


"Nah itu bisa, ayo belajar terus" ucap Alvi.


Melliza pun terus mencoba sampai pada akhirnya dia terjatuh. "Udah ah ga mau lagi" ucapnya mencoba berdiri.


"Dia kan bule ya pasti dia jagolah" ucap Melliza memperhatikan anak laki-laki yang berkulit putih yang sepertinya memang orang eropa.


"Aku nunggu aja di cafe tadi ya? Dingin" sambung Melliza dengan nada memohon agar Alvi mengizinkannya.


Mendengar ucapan Melliza yang mengatakan kedinginan, Alvi pun langsung memeluknya. "Gimana masih dingin?" tanya Alvi masih memeluknya.


"Masih, aku mau ke cafe ya. Pengen minum coklat hangat" ucap Melliza yang memang benar merasa kedinginan ditempat itu padahal dirinya sudah menggunakan jaket yang sangat tebal.


Akhirnya Alvi memutuskan untuk bermain ski sendirian sedangkan Melliza menunggunya di cafe yang tak jauh dari sana, bahkan kedua mata Melliza pun masih dapat melihat sang suami yang asik meluncur kesana kemari. Dibalik kaca cafe itu pun dia menikmati betapa indahnya pemandangan hamparan salju yang ada disana.


"Menakjubkan" gumamnya sambil menikmati segelas coklat hangat.


Merasa tak enak meninggalan istrinya sendirian, Alvi pun memutuskan untuk berhenti bermain dan menghampiri Melliza yang menunggunya sendirian di cafe.


"Ko udahan?" tanya Melliza saat pria tampan itu duduk di depannya.


"Iyaa, soalnya aku takut kalau ninggalin kamu lama-lama nanti kamu digodain cowok lain" jawab Alvi dengan nada yang dibuat sedih.


"Tenang aja aku ga akan ke goda ko, aku kan udah jatuh... sejatuh jatuh cintanya sama kamu" ucap Melliza membalas godaan Alvi sambil mengedipkan sebelah matanya.


Alvi yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan memegang tangan kanan Melliza lalu diciumnya punggung tangan itu dengan bertubi-tubi.


Setelah keduanya menyantap makanan, mereka memilih pergi untuk menaiki kereta gantung. Kali ini tidak ada rasa takut pada diri Melliza bahkan dari atas kereta gantung itu Melliza sangat menikmati pemandangan yang sangat indah dan beberapa kali dia mengabadikannya dengan sebuah kamera yang dia bawa.


***


Nihh dikasih bonus visual Melliza dan Alvi saat di Swiss😍




Maaf ya teman-teman kalau ceritanya kurang seru.


Tapi semoga kalian tetap suka ya dan tetap setia baca cerita yang aku buat sampai End.


Terimakasih banyak buat kalian yang selalu support aku, yang selalu nyuruh aku untuk up, yang selalu ngasih semangat, yang ngasih komentar positif dan yang nyumbangin poinnya ke aku.


Terimakasih banyak luvvv jangan lupa di like komen dan vote💛💛💛