
Siapa yang nunggu kelanjutannya nih?
Maaf banget aku telat yaa. Tapi tenang aja aku kasih dua eps ko. Tapi jangan lupa dong sayang-sayang ku untuk terus like komen dan vote sebanyak mungkin.
Selamat Membaca yaa✨
Setelah melihat mobil Alvi berlalu pergi, Melliza kembali masuk ke dalam rumah menuju dapur dan ternyata disana sudah ada Bi Imas yang sedang membereskan bekas sarapan mereka tadi.
"Eh udah selesai ya Bi" ucap Melliza yang tadinya akan membantu membereskan.
"Sudah Non. Non jangan terus-terusan bantuin Bibi, biar Bibi yang kerjain semua. Ini kan udah jadi tugas Bibi disini"
Bi Imas merasa tak enak karena Melliza selalu ikut andil dalam pekerjaan rumah, bahkan bukan hanya memasak tapi Melliza pun suka melakukan pekerjaan rumah yang lainnya.
"Ga apa-apa Bi, kan biar Bibi ga terlalu cape. Lagian bosan tau Bi, di rumah cuman diam aja ga ada kerjaan"
Selama satu bulan ini Melliza memang merasa sangat bosan sekali karena terus berada di rumah sendirian, dia sangat kesepian terutama ketika Alvi tidak ada di rumah untuk bekerja.
Walaupun di rumau ini ada Bi Imas tapi wanita paruh baya itu selalu berada di kamarnya, dia akan keluar hanya untuk melakukan pekerjaannya dan tentunya dia akan keluar ketika dipanggil.
"Aduh non enakan diam aja dirumah, masih banyak loh perempuan diluar sana yang mengeluh karena harus bekerja membantu suaminya"
"Hmm iyaa sih Bi, tapi kadang suka jenuh aja gituh ga ada aktivitas. Mau kumpul sama teman-teman pun susah karena jauh"
Jika sudah seperti ini Melliza benar-benar merasa rindu dengan kedua sahabatnya, Salsa dan Audi. Rasanya dia ingin kembali saat masa kuliah dulu dimana mereka menghabiskan waktu bersama-sama.
"Yang sabar ya Non, kalau kangen non minta teman-teman non datang aja kesini" ucap Bi Imas karena merasa kasihan ketika melihat raut wajah majikannya yang mulai bersedih.
"Mereka sekarang sibuk Bi, udah pada kerja. Jadi sepertinya akan sulit kalau berkumpul"
Beberapa detik setelah mengucapkan itu, tiba-tiba ponsel Melliza berdering dan tak lain itu adalah telpon dari Mamah mertuanya, Mitha. Langsung saja Melliza menekan tombol hijau pada layar ponselnya, berjalan menuju kamar meninggalkan Bi Imas sendirian.
"Hallo Mah"
"Iyaa Mah, Melliza tunggu"
Panggilan telpon pun terputus dan dengan segera Melliza mengganti pakaiannya, karena tadi Mitha menelpon meminta Melliza menemaninya shopping dan arisan bersama teman-temannya.
Setelah selesai mengganti pakaian, Melliza menghubungi Alvi memberitau suaminya jika dia akan pergi menemani Mitha. Awalnya Alvi tak mengizinkan karena khawatir takut terjadi sesuatu dengan Melliza.
Tapi untungnya Melliza dapat meyakinkan Alvi dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja dan soal mual tadi pagi murni karena dia merasa kekenyangan sehingga perutnya menolak dan kembali mengeluarkan isinya.
Lima belas menit kemudian mobil Mitha telah terparkir di rumah Melliza, dia segera turun dan memasuki rumah anaknya. "Bi, Melliza dimana?" tanya Mitha ketika bertemu dengan Bi Imas yang membukakan pintu rumah.
"Ada Nyonya di kamarnya, sebentar saya panggilkan" jawab Bi Imas hendak pergi memanggil Melliza, namun tak jadi karena nyatanya perempuan cantik itu sedang berjalan menyusuri anak tangga untuk menghampiri mereka dengan senyuman indah di wajahnya.
"Wah anak Mamah cantik banget" puji Mitha ketika Melliza sudah ada di depannya.
"Makasih Mah, tentunya Melliza harus cantik dong biar ga kalah sama Mamah" ucap Melliza yang disenyumi Mitha.
"Bisa aja nih, yaudah ayo kita pergi" ajak Mitha pada menantunya yang dibalas anggukan.
"Bi, Melliza pergi dulu ya" pamitnya pada Bi Imas.
"Hati-hati Non, Nyonya" ucap Bi Imas yang dibalas senyuman oleh kedua perempuan cantik itu.
***
Pokonya jangan lupa untuk di Like, Komen dan Vote yaaa
Thankyou Luvv💚💚💚
Bonus nih visual Melliza yang udah jadi Nyonya Alvin Sanjaya, siap untuk arisan sama ibu-ibu sosialita.