I Love You My Boss

I Love You My Boss
Dia Lucu



"Astaga gara gara gua bilang dia om om , dia jadi murka sama gua, bisa bisa gua dibikin susah kerja disini" ucap Melliza pelan sambil duduk di tempat kerjanya


"Apa gua harus minta maaf aja? Supaya gua ga dipersulit. Tapi kan gua ga bakalan bilang om om, kalau dia ga ngatain gua gadis kecil. Gimana mungkin dia kaya om om, orang dia ganteng gituh huuft" gumam Melliza dalam hatinya


"Aah sudah sudah Melliza! Biarkan, anggap semua tidak terjadi dan nikmati saja" ucap Melliza prustasi


Melliza menyiapkan dokumen untuk dia bawa meeting bersama Alvi nanti, Melliza tidak kesulitan menyiapkan dokumen dokumen itu karena dia membaca petunjuk yang ada dalam buku catatan yang telah Jphan berikan kepadanya tadi, dan itu sangat membantu Melliza untuk menyelesaikan tugasnya dengan benar dan cepat.


Alvi pun keluar dari ruangannya dan berhenti di meja Melliza


"Mana dokumen buat meeting? apa sudah siap?" ucapnya dingin sambil menyodorkan tangan kanannya


"Ini, sudah Pak"


"Ayo pergi!" kata Alvi yang tetap dingin


Melliza pun mengikuti Alvi dari belakang, mereka pun memasuki sebuah lift di dalam lift tersebut hanya ada dirinya dengan Alvi. Dalam hatinya, Melliza merasa sangat tidak nyaman dengan keadaanya saat ini.


"Hmmm ko dia dingin banget ya, apa dia marah sama gua gara gara waktu itu? Oke Melliza lu harus minta maaf! Supaya boss lu ini bisa berubah baik dan akrab sama lu"


Dengan gugup Melliza pun berusaha berbicara kepada Alvi


"Hm Pak"


"Siapa? gua?" kata Alvi dengan menunjuk dirinya sendiri


"Iyalah siapa lagi, yang ada disini kan cuman lu" ucap nya dalam hati


"Iyaa, ma maaf soal waktu itu" sambil menatap Alvi


"Maaf buat apa?" tanya Alvi kemudian mendekatkan dirinya kepada Melliza. Alvi tau apa yang Melliza maksud, hanya saja dia ingin mengerjai Melliza


"Euu anu soal.." ucap Melliza gugup.


Tiba tiba pintu lift pun terbuka, dan ada orang yang melihat Alvi dan Melliza sedang dalam posisi sangat dekat. Mereka pun membuat jarak dan keluar dari lift itu, Melliza yang berjalan di belakang Alvi mendengar orang-orang yang melihatnya tadi sedang menggosipkan dirinya


"Itu anak baru ya?"


"Iyaa, baru masuk kerja hari ini udah ganjen aja tuh, ga nyangka wajah cantiknya ternyata cuman buat ngegoda CEO kita" kata mereka berbisik tapi tetap terdengar oleh Melliza


Melliza kesal atas ucapan orang-orang tadi, dia baru pertama masuk kerja sudah di gosipkan yang tidak-tidak.


"Euh gara-gara dia, gua jadi di gosipin. Harusnya tadi gua diem aja ga usah mau minta maaf segala" gumam Melliza dalam hati.


Alvi melihat Melliza jauh dari belakangnya.


"Cepet lu lelet banget, lu tuh sekretaris gua harus deket gua lu ga tau apa?" kata Alvi ketus


"Iyaa maaf" jawab Melliza sambil nunduk


Kini Melliza dan Alvi pun masuk ke dalam sebuah ruangan, Melliza begitu fokus melihat Alvi yang sedang presentasi.


"Ternyata bukan cuman ganteng, tapi dia juga pinter. Eh sayang tapi songong" gumam Melliza dalam hati.


Alvi yang tau bahwa dirinya di perhatikan oleh Melliza, kini dirinya menatap Melliza kembali sehingga pandangan mereka bertemu, Melliza yang ketauan sedang memperhatikan nya, dia berubah menjadi gugup dan mengalihkan pandangannya


Akhirnya dua jam kemudian rapat pun telah selesai. Mereka pun satu persatu keluar dari ruangan dan kini tinggal Alvi dengan Melliza dalam ruangan tersebut.


"Rapat selanjutnya jam berapa?" tanya Alvi


"Pukul tiga sore Pak"


"Kalau gituh lu ikut gua ke lapangan, nanti abis itu kita langsung ke lokasi rapat, lu siapin sekarang nanti kita berangkat"


"Ohh baik Pak"


Melliza dan Alvi pun kembali ke ruangannya menyiapkan dokumen untuk rapat selanjutnya, kemudian mereka pun pergi ke parkiran, kemudian Alvi masuk kedalam mobilnya sedangkan Melliza masih berdiri di depan mobil Alvi.


"Ayo lu masuk"


"Mau saya yang mengemudi?" tanya Melliza sopan, karena Alvi mengemudi sendiri, pikirnya seorang CEO biasanya menggunakan supir pribadi.


"Gua ga suka di superin, ayo cepet lu masuk"


Melliza pun menuruti perintah Alvi, di dalam mobil kini terasa sangat canggung, mereka hanya berdiam diri sama sekali tidak ada percakapan diantara mereka, tapi tiba-tiba ada suara muncul


🎶Krubukk krubukkk (anggap saja suara perut ya hehe)


Alvi yang mendengar itu langsung melihat ke arah Melliza, sedangkan Melliza hanya menunduk malu dan memegang perutnya. Iyaa benar benar lapar karena ini sudah waktunya jam makan siang.


"Lu laper?"


"Hmm sedikit" kata Melliza malu


"Yaudah kita makan dulu, lagian ini udah jam makan siang"


Melliza yang mendengar perkataan Alvi dia merasa begitu senang, ternyata bos nya mempunyai rasa kemanusiaan juga pikirnya


"Ternyata baik juga tuh orang" gumam Melliza dalam hati


Kini mereka pun telah tiba disalah satu restoran, Alvi tak sengaja melihat Melliza yang sedang fokus asik makan


"Kalau diliat liat tuh cewe lucu juga" kata Alvi di dalam hati


Melliza menyadari bahwa Alvi sedang melihatnya, kemudian dia melihat ke arah Alvi


"Kenapa Pak? Maaf ya, saya lagi lapar jadi ga kontrol makannya" kata Melliza karena dirinya bingung melihat Alvi menatap nya aneh seperti itu.


"Euh ya ga apa-apa" jawab Alvi, untung saja Melliza tidak mengetahui, jika Alvi memperhatikan wajahnya yang imut


.


.


.


Terima kasih yang sudah setia membaca💛


jangan lupa like dan komen💕