I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 123



Aku datang lagi nihh, Aku mau minta maaf nih sebelum kalian bilang "kenapa cuman dikit?" . Maaf yaa tapi segini aja dulu oke. Setidaknya aku berusaha untuk up, Tolong dimaklumi yaa. 🙏


Sedih aku tuh likenya sekarang dikit, kenapa? Apa sudah mulai bosan gengs sama ceritanya? Kasih tau ya biar aku perbaiki🙏


Semoga Suka💛Selamat Membaca✨


***


Setelah pulang dari acara perpisahannya dengan para karyawan kantor, Melliza diantar oleh Alvi menuju appartementnya. Dan kemudian tak lama supir pribadi Raka datang untuk menjemputnya.


Malam itu di appartement Melliza, Alvi merengek seperti anak kecil yang enggan ditinggal pergi oleh ibunya. Sungguh sikap Alvi malam ini tidak mencerminkan seorang Alvi Sanjaya yang terkenal cool. Bahkan Melliza sendiri tak percaya dengan sosok laki-laki yang ada di depannya itu.


"Lusa aja ya pulangnya, please! Nanti aku yang anterin kamu pulang" rengek Alvi menahan tangan Melliza saat gadis itu akan meninggalkan appartementnya.


"Mau jadi nikah sama aku ga?" tanya Melliza.


"Duh pertanyaan macam apa ini? Ya jelas mau dong sayang" jawabnya tegas.


"Yaudah aku harus pulang, kita harus jalanin ini. Ga lama ko cuman seminggu doang, nanti kita ketemu pas udah sah kan" jawab Melliza.


"Seminggu itu lama, nanti gimana kalau aku rindu kamu? Aku kan udah kebiasaan sama kamu terus" ucapnya dengan wajah memelas.


"Ayolah, aku kan pulang ke rumah orangtua aku bukan pergi jauh ninggalin kamu. Lagian inikan proses yang harus kita lakuin sebelum menikah" jelas Melliza.


"Iyaiyaa baiklah. Kabarin aku setelah sampai dan awas setiap aku telpon, kamu harus menjawabnya dengan cepat ya!" ucap Alvi.


"Iyaa bawel oke" jawabnya.


"Yaudah hati-hati ya sayang" ucap Alvi mencium kening Melliza.


Akhirnya Melliza pun pulang ke rumah orangtuanya.


***


Hari ini adalah hari pertama Melliza melakukan pingitan. Tampaknya dia akan menikmati proses pingitan ini, tentu saja itu semua berkat kedua sahabatnya yang selalu ada menemani Melliza.


Selain itu momen ini juga benar-benar dia gunakan untuk quality time bersama Salsa dan Audi karena mungkin setelah menikah nanti ia akan kesulitan untuk berkumpul bersama kedua sahabatnya seperti ini.


Terlebih lagi itu semua karena jarak. Karena rencananya setelah resmi menikah nanti, Melliza akan tinggal bersama Alvi meninggalkan sahabat dan kedua orang tuanya.


Sekitar jam sembilan pagi Salsa dan Audi yang menginap dan tidur bersama Melliza merasa terganggu dengan suara ponsel yang terus berbunyi sedari tadi, hingga kedua orang tersebut terbangun dari tidurnya dan saling menatap satu sama lain.


"Ponsel siapa tuh?" tanya Audi dengan suara khas bangun tidur.


"Kayanya Melliza deh" jawab Salsa.


Melliza sang pemilik ponsel itu masih tertidur pulas, sama sekali tidak terganggu dengan nada panggilan ponselnya. Karena takut penting, Salsa pun mencoba membangunkan Melliza. Namun nihil perempuan itu malah menyuruhnya untuk menjawab panggilan tersebut.


Mereka berdua yang menyaksikan itu sangat memaklumi kondisi sahabatnya, mungkin Melliza saat ini masih lelah karena semalam telah menempuh perjalanan selama tiga jam sehingga baru sampai dirumahnya pada dini hari. Salsa pun mengambil ponsel Melliza, kemudian dia menatap Audi setelah melihat nama pada layar panggilan tersebut.


Alvi, suara panggilan telpon yang sangat mengganggu dari tadi itu adalah panggilan dari Alvi calon suami Melliza. Salsa menaikan pundaknya dan mengangkat terbuka kedua tangannya sebagai artian dia bingung harus berbuat apa.


"Bangunin lagi aja deh Melliza nya, ga enak kalau kita terima panggilan Alvi" ucap Audi.


"Syaaa bangun! Calon suami lo nih nelpon" ucap Salsa menggoyahkan pundak Melliza.


"Bilang aja gue masih tidur" ucap Melliza dengan kedua mata yang masih tertutup rapat.


Salsa pun memberikan ponsel Melliza pada Audi karena dia tidak memiliki keberanian untuk menjawab panggilan dari calon suami sahabatnya. Akhirnya Audi pun menjawab panggilan Alvi dengan mengaktifkan tombol loudspeaker pada panggilan itu.


"H-Hallo" ucap Audi sedikit gugup.


"Halo ini siapa? Melliza mana?" tanya Alvi bingung karena ia sangat mengenali betul suara Melliza.


"Ini Audi, Melliza masih tidur. Udah dibangunin tapi tetap aja ga bangun" jawab


"Oke siap" jawab Audi singkat dan mematikan panggilan.


Sudah tiga puluh puluh menit berlalu, Salsa dan Audi pun sudah melakukan ritual mandi dan mereka berdua saat ini sedang sarapan dilantai bawah.


"Morning" ucap Melliza pada kedua sahabatnya yang ada dimeja makan dengan wajah bangun tidur.


"Sorry Sya kita sarapan duluan" ucap Salsa.


"Hmm abisnya lo lama sih" lanjut Audi.


"It's oke, kalian ini kaya sama orang lain aja" jawabnya.


Melliza pun ikut bergabung sarapan bersama mereka. Sambil menikmati makanan yang ada di depannya Salsa dan Audi memberitahu Melliza soal panggilan dari Alvi tadi dan juga memberitahu jika kedua orangtua Melliza telah pergi.


"Duhh iyaa gue lupa, dari pas sampai rumah gue belum kabarin dia" ucap Melliza.


"Pantesan dia telpon lo berkali-kali" ucap Audi.


"Terus barusan lo bangun ga ngecek handphone gituh?" tanya Salsa.


"Engga, perut gue lapar jadi langsung turun" jawabnya sambil mengunyah makanan didalam mulutnya.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Melliza pun langsung pergi ke kamarnya menghubungi Alvi. Dengan cepat panggilan Melliza pun langsung terjawab dan belum juga dia menyapa, Alvi sudah terus mengoceh.


"Hallo, Kamu kemana aja sih? Kenapa dari semalam ga ngabarin? Aku kan udan nyuruh kamu kan kalau udah sampai itu langsung kabarin!" ucap Alvi ditelpon.


"Iyaa maaf ya sayang, udah dong jangan marah. Aku semalam benar-benar lelah" ucapnya manja agar Alvi tak marah.


"Hmm iyaiyaa, Syaa aku kangen " ucap Alvi dengan nada sedih diakhir kalimat.


"Kita ini baru aja sehari ga ketemu loh sayang" jawabnya.


"Kamu ga kangen aku gituh? Kamu pasti suka kan jauh-jauh dari aku?" tanya Alvi kesal.


"Astaga ga gituh sayang, aku kangen ko kangen banget sama kamu uhh" ucapnya gemas.


"Benar nih?" tanyanya tak percaya.


"Tentu saja benar, tapi kita harus lewati proses ini" ucap Melliza membujuk agar Alvi tak terus merengek.


"Padahal kamu tuh nolak aja ga usah dipingit segala, kan kita jadi ga bisa ketemu. Aku jadi kangen" ucapnya kesal.


"Justru itu sayang, karena kita lagi dipingit pasti rindukan. Nah pada saat nanti hari pernikahan rasa rindu itu bakalan memuncak, jadi kamu tambah sayang deh sama aku" ucap Melliza mencoba menjelaskan.


Mereka pun terus saja bertelponan membahas perasaan mereka yang tak sabar menunggu hari H tiba. Hingga hampir tiga puluh menit telponan mereka pun berakhir, karena Audi masuk ke dalam kamar Melliza.


"Eh, Ay" ucap Melliza


"Mereka udah datang tuh Syaa, nunggu dibawah" ucap Audi memberitau karena beberapa orang dari salon ibunya telah datang.


"Oke ayo" jawab Melliza mengikuti Audi turun ke lantai bawah.


Hari ini Icha, ibunya Melliza memanggil beberapa pegawai di salonnya untuk datang ke rumah agar Melliza bisa melakukan perawatan sebelum hari pernikahan tiba. Itu semua dilakukan agar putri semata wayangnya itu tampil cantik dan mempesona dipernikahannya nanti.


****


Gimana nih eps kali ini? Alvi payah baru satu hari dipingit udah kaya gituh:(((


Jangan lupa di Like, Komen dan di vote pake poin yang banyak ya sayang-sayangku💛


Lovee💛💛💛💛


Tengkyuu🙏