I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 80



Melliza masih tertidur pulas diatas ranjangnya matanya sangat sulit untuk membuka, untung saja hari ini weekend jadi dia tidak perduli jika bangun kesiangan malah Melliza selalu sengaja bangun siang jika weekend


Saat ngantuknya sudah menghilang perlahan Melliza membuka kedua matanya dia mendengar bel appartementnya berbunyi dan Melliza pun perlahan membuka selimut yang menutupi tubuhnya


"Siapa sih yang datang, gua kan baru bangun masa iyaa go food apa salah pencet bel kali ya"


ucap Melliza berjalan menuju pintu appartementnya, biasanya tidak ada yang datang ke appartement Melliza kecuali Tania dan orangtua serta sahabat kuliahnya Salsa dan Audi tapi mereka selalu mengabari Melliza jika akan berkunjung, ohh mungkinkah ini Abang Gofood? tapi tidak mungkin karena Melliza baru saja bangun, ohh mungkin saja itu orang yang salah mencet bel


Melliza pun membuka pintu appartementnya dengan wajah bangun tidur bahkan tanpa mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu karena Melliza sudah mendengar bel tersebut terus berbunyi saat dia masih tidur


Dengan segera Melliza membuka pintu tersebut dan ternyata astaga yang datang menekan tombol bel dari tadi adalah orang yang saat ini ingin sekali Melliza hindari orang yang selalu merendahkan Melliza siapa lagi kalau bukan Alvi


Melliza hanya bingung melihat Alvi berada di depannya, astaga dia teringat jika dia baru saja bangun dan bahkan belum mencuci muka dan gosok gigi bahkan pakaiannya pun masih pakaian tidur dengan kaos lengan pendek dan hot pants


Begitupun Alvi yang melihat Melliza hanya bengong karena wanita didepannya kini, walaupun wajahnya terlihat jelas baru bangun tidur dan rambutnya acak acakan tapi Melliza tetap terlihat cantik dan tambah menggemaskan bagi Alvi yang kini telah mencintainya


Saat Melliza akan menutup pintunya kembali karena merasa malu akan penampilannya saat ini namun pintu tersebut malah dihalangi oleh lengan Alvi, Melliza berusaha agar pintu tersebut tertutup tapi apalah daya kekuatan Melliza kalah dengan kekuatan Alvi yang laki laki


Alvi pun langsung mendorong pintu tersebut, Melliza hanya bisa bengong saat Alvi masuk begitu saja ke dalam appartementnya, matanya terus mengikuti jalannya Alvi yang kini menuju sofa lalu dia duduk disana dengan santai dan dinginnya seperti appartement ini miliknya saja


"Kemana aja lu gua chat sama telpon dari tadi ga ada respon sama sekali?"


tanya Alvi yang padahal dia sendiri tau jika dilihat dari wajah Melliza jelas saja dia tak menjawabnya karena tadi masih tidur


"Ga punya mata apa? lu liat penampilan gua saat ini dong mengkhawatirkan banget"


ucap Melliza kesal dalam hati


"Tidur, emang ada apa?"


ucap Melliza cuek dan mencoba tak memperdulikan penampilannya saat ini


"Bodolah ga apa apa penampilan gua ginih juga toh dia udah terlanjur liat"


"Gua mau ngajak lu jalan"


ucap Alvi yang kini sedang duduk dengan menaikkan satu kakinya ke atas kaki satunya lagi ditambah dengan kepala yang menunduk melihat layar ponselnya


"Maaf saya ga bisa"


Jawaban Melliza seketika membuat Alvi mengalihkan pandangannya, dan kini menatap Melliza tajam


"Gua ga mau tau, lu harus bisa"


tegas Alvi


"Ga bisa gituh dong, lagian ini weekend saya juga perlu istirahat perlu libur Pa"


tegas Melliza balik


"Lu kan udah setuju sama kontrak kita kapan pun gua butuh walau itu weekend lu harus bisa, lagian ini juga karena nyokap gua yang ngajak"


Melliza yang mencerna setiap kata dari Alvi kini benar benar memahami jika permintaan Alvi yang menginginkannya menjadi pacar beneran itu hanya bullshit tidak sungguh sungguh, Alvi meminta itu hanya karena Ibunya bukan karena perasaannya pada Melliza, terlihat jelas dari ucapan Alvi barusan


Dan karena telah beranggapan seperti itu Melliza pun mencoba berani untuk tidak mengikuti kemauan Alvi, bahkan Melliza pun mencoba untuk mengatakan pada Alvi bahwa dia tidak mau lagi menjadi pacar purapura nya karena Melliza tak ingin terus terusa membohongi mereka


"Maaf Pa tapi saya ga bisa, terserah Pa Alvi mau pecat saya atau mau pindahin saya ke cabang yang jauh sekali pun"


"Kenapa jadi ginih? lu kan udah tanda tangan kontrak sama gua! kenapa tiba tiba ga setuju? apa ini karena cowo itu?"


ucap Alvi berdiri didepan Melliza


"Bukan, ini sama sekali ga ada urusan apapun sama dia. Ini beneran karena kemauan saya"