
Sudah satu bulan Alvi dan Melliza berpacaran.
Tadinya hanya Orang tua, Andre, Tania dan kedua sahabat kuliah Melliza yang tau hubungan mereka, tapi kini hampir semua orang kantor membicarakan hubungan mereka.
Karena mereka baru tau hubungan Boss dengan sekretarisnya itu. Ini semua terbongkar saat Alvi terlihat mengantar jemput Melliza oleh salah satu karyawati yang suka bergosip, tak hanya itu mereka pun ketauan karyawan lainnya yang melihat mereka dinner romantis bahkan video kemesraan mereka tersebar di grup whatsapp kantor.
Melliza sudah sangat risih akan tatapan dan juga mulut tajam karyawan lain pada dirinya. Mereka semua memfitnah jika Melliza telah menggoda CEO nya, bahkan mereka menduga jika barang mewah yang Melliza gunakan merupakan pemberian dari Bossnya. Banyak juga yang mengatakan jika Melliza bukan perempuan baik-baik dan merupakan wanita simpanan pria kaya.
Ingin sekali Melliza merobek mulut para karyawan itu, tapi apalah daya tangannya hanya ada dua tidak cukup untuk menutup semua mulut yang membicarakannya.
Seperti saat ini ketika dirinya dan Tania akan pergi ke toilet, tak sengaja dia mendengar para wanita-wanita itu sedang menggosipkan dirinya. Sehingga dia menahan dirinya untuk masuk ke toilet itu.
"Palingan Melliza mau harta Pak Alvin aja" ucap wanita itu.
"Iyalah, liat aja penampilannya. Dari mana barang mewahnya kalau bukan dapet dari para cowok kaya?" Sahut wanita satu lagi.
Mereka yang nyinyir tidak pernah tau bagaimana rasanya jadi bahan pembicaraan dibelakang, andai para wanita itu tau rasanya menahan sedih dan amarah bersamaan. Dan betapa sulitnya saat Melliza ingin memberikan penjelasan tapi sejujur apapun penjelasannya itu terasa percuma karena mereka yang benci tidak akan mengubah pandangannya.
Untung saja Melliza memiliki Tania, sahabat yang sekaligus sudah seperti Kakak baginya. Dia selalu menguatkan Melliza dan membuat dirinya berani menghadapi semuanya, bahkan tak jarang Tania melawan wanita-wanita itu demi Melliza.
Seperti saat ini Tania masuk ke dalam toilet meninggalkan Melliza yang masing berdiri di depan toilet. Dengan berani Tania membuka toilet itu kasar karena tak tahan sahabatnya menjadi bahan gosip.
"Woi ini kantor bukan tempat gosip! Lagian lu semua itu ga tau awalnya, jangan suka ngehujat dan fitnah orang gituh aja" ucap Tania yang membuat mereka terdiam.
Mendengar ucapan Tania, Melliza pun masuk menyusul Tania mencoba menenangkan Tania agar tak emosi.
"Sudah Kak" ucap Melliza.
"Pantes aja belain, orang temennya" ucap wanita itu pada temannya sambil mereka berjalan pergi meninggalkan toilet.
"Aku udah ga tahan Syaa, Kamu udah di omongin sama orang-orang udah dua hari. Kamu harus bilang sama Alvin biar mereka dikasih pelajaran" ucap Tania.
Alvi memang tidak tau jika Melliza sudah dua hari ini menjadi bahan gosip karyawannya. Tania sudah beberapa kali bilang kepada Melliza untuk mengadu kepada Alvi, tapi Melliza selalu menolak dan tak ingin Alvi mengetahui itu. Dia tidak ingin para wanita itu tambah benci padanya.
"Serah lu deh Syaa" ucap Tania prustasi.
Kini mereka sedang diruangan meeting karena memang sedang diadakan rapat. Setelah selesai meeting, seperti biasa Melliza dan Tania berjalan dibelakang Alvi yang akan menuju ruang kerjanya. Tak sengaja Alvi mendengar para karyawan wanita sedang berkumpul bergosip di meja mereka masing-masing yang terdengar olehnya sedang menyebut-nyebut nama Melliza dengan sinis.
Langsung saja Alvi menghampiri mereka.
"Ada apa ini? Apa saya membayar kalian untuk bergosip seperti ini?" bentak Alvi pada karyawannya tanpa dia tau apa yang mereka bicarakan.
Para karyawan itu langsung kembali melanjutkan pekerjaan mereka karena telah di peringati langsung oleh Bossnya.
"Mampus tuh rasain, berani-berani gosipin kamu Syaa" ucap Tania melihat Alvi sedang memperingatkan karyawannya.
Lantas Alvi pun pergi meninggalkan mereka. Kini Alvi sedang berada diruangannya dan langsung Alvi memanggil Tania untuk masuk ke ruangannya. Dia merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui tentang Melliza, oleh sebab itu dia memanggil Tania sabahat kekasihnya untuk menanyakan sesuatu karena jika dia bertanya kepada Melliz langsung, kekasihnya itu tak akan memberitahunya karena Melliza selalu saja tak ingin mengkhawatirkan Alvi.
Sudah dua hari memang Alvi merasa Melliza berbeda, dia merasa bahwa Melliza menjauh darinya, Melliza pun tak ingin lagi diantar jemput oleh Alvi. Ditambah lagi dia merasa orang-orang kantor memandang Melliza tak suka saat sedang berjalan berdua bersamanya.
"Permisi, ada apa Pak?" tanya Tania.
"Kamu kan sahabatnya Melliza, dia pasti bercerita bukan?"
"Iyaa Pak"
"Sebenarnya mengapa orang-orang kantor melihatnya seperti itu? Bahkan tadi aku dengar mereka menyebut-nyebut namanya"
"Semua orang sudah tau hubungan Pak Alvin dan Melliza, mereka semua menggosipkan dan bahkan memfitnah Melliza yang tidak-tidak"
"Ternyata itu alasan dia menghindar" ucap Alvi pelan.
"Baiklah kamu kembali ke ruang kerja lagi, jangan bilang pada Melliza aku menanyakan hal ini" sambung Alvi.