I Love You My Boss

I Love You My Boss
24 Jam Bersama Alvi



Melliza langsung mengantar Alvi ke appartementnya dan melliza pun menunggu alvi di loby "saya tunggu disini aja ya" ucap melliza "oke, gua bentar ko" ucap alvi, Mereka tidak akan ke kantor tetepi mereka akan pergi langsung ke lokasi untuk mengcek sejauh apa pekerjaan yang telah dikerjakan


seharusnya ini dilakukan oleh Andre tapi andre dan seluruh tim inti masih berada di Bali dan akan pulang nanti sore, sehingga terpaksa Alvi harus meninjau langsung ke lokasi


"ayoo" ucap alvi mengajak melliza, tapi ketika mereka akan pergi clara datang menghampiri alvi "vin aku bisa jelasin maafin aku" ucap clara tapi alvi tak peduli lagi dengan itu


"mana kunci mobilnya" tanya alvi kepada melliza yang kemudian melliza memberikan kunci mobilnya


lalu alvi berjalan dengan menggenggam tangan melliza bahkan pintu mobil pun dibuka kan oleh alvi sehingga itu membuat clara semakin kesal "vinn" ucap clara memegang tangan alvi kemudian alvi melepaskannya lalu masuk ke dalam mobil melliza dan mengendarai mobilnya


didalam mobil hati melliza berdetak lebih cepat kembali "duhh kenapa sih gagal terus giliran mau move on" ucapnya dalam hati "please melliza jangan salah artikan genggaman dia tadi !" ucapnya dalam hati memperingati dirinya sendiri


disepanjang jalan mereka tidak mengobrol alvi terlalu fokus mengendarai mobil, sampai akhirnya mereka telah tiba di lokasi pertama, disana mereka langsung mengontrol setiap pekerjaan dengan detail melliza mengikuti alvi kesana kemari dari belakang yang ditemani dengan karyawan lain


"sudah dicatatkan?" tanya alvi "sudah pa" jawab melliza "kalau begitu kamu langsung email ke pa johan suruh dia segara menindak lanjutinya" ucap alvi


alvi berbicara formal kepada melliza hanya ketika disekitar mereka ada karyawan lain, sedangkan ketika hanya ada melliza, andre, johan atau tania, alvi selalu berbicara informal kepada melliza yaitu lu gua. itu alvi lakukan karena awal pertemuan mereka yang bertengkar sehingga ketika dirinya berbicara formal itu sedikit terasa aneh baginya


setelah selesai dari lokasi pertama mereka lanjut ke lokasi kedua, hingga tak terasa waktu sudah memasuki sore hari, dan alvi kini malah mengajak melliza pergi ke suatu tempat


ternyata alvi membawa melliza ke tempat fitness dan tempat fitness tersebut merupakan milik alvi, dilengkapi dengan fasilitas yang serba ada "ayo masuk, lu temenin gua ya" ucap alvi "iyaa" jawab melliza


melliza hanya menyaksikan alvi yang sedang berolahraga "waw berotot juga dia, ganteng banget lagi walau keringetan gitu" ucap melliza dalam hati memperhatikan alvi



kemudian setelah hampir satu jam melliza menunggu dan menonton alvi akhirnya alvi menghampiri melliza dan melliza pun memberikan handuk kecil dan minuman kepada alvi yang telah tersedia disana "thanks" ucap alvi sambil tersenyum manis yang langsung membuat melliza meleleh tak percaya


"baru kali gua dapet senyuman manis dari dia yaampun" ucap melliza dalam hati dan masih terpesona akan senyuman indah dari bibir alvi


"yaudah yu pergi, gua laper" ucap alvi yang menyadarkan melliza dari lamunannya "melliza apa apaan sih lu ini? cuman senyum doang ga usah lebay deh lu" ucapnya dalam hati sambil berjalan mengikuti alvi


"hehee saya juga ga nyangka seorang ceo perusahaan besar ngekost di depan kampus saya"


"gua dulu belum jadi ceo, gua terpaksa aja sekarang"


"kenapa? harusnya bangga dong diusia muda bisa sukses ginih"


"lu mau tau ga kenapa dulu gua ngekost di depan kampus lu?"


"kenapa?" tanya melliza kepo tingkat tinggi


"gua dulu kabur karena ga mau ngurus perusahaan ini, sampe akhirnya johan sama andre nyari gua bikin gua sadar kalau bukan gua siapa lagi sedangkan adik gua masih kecil dan cewe lagi, dia ga bisa nerusin perusahaan"


"ko ga mau? banyak tuh orang yang rebutan pengen bisa nerusin perusahaan keluarganya dari pada mulai usaha baru kan"


"justru itu gua pengen sukses karena kerja keras gua dari nol bukan karena terusin milik keluarga gua"


"ternyata gua salah nilai selama ini, gua pikir dia orang yang cuman bisa menghambur hamburkan uang orangtuanya ternyata dia ga yang gua pikirin selama ini" ucap melliza dalam hati


tak terasa ternyata mereka sudah sampai di restoran, mereka langsung makan dan setelah itu hari sudah malam melliza pun mengantar alvi ke appartement nya.




Jangan Lupa Like Komen dan VOTE yaa


TERIMAKASIH💕