
Melliza telah sampai ditempat Alvi. Dia melihat Alvi sedang duduk sendiri sambil sarapan disana. Melliza pun langsung menghampiri Alvi.
"Lama banget sih lu. Liat nih, lu udah telat"
Bentak Alvi sambil menunjuk ke arah jam tangannya.
"Iyaa maaf Pak, kan lokasi dari apartemen ke sini jauh dan lagian saya harus siap-siap dulu, itu juga saya udah nyuruh sopirnya buat cepet ko" bela Melliza.
Melliza memang telat setengah jam, untung saja keburu Pak Ben datang sehingga Alvi tidak mengomel lagi kepada Melliza. Melliza mengikuti Alvi yang sedang bermain golf.
Karena bosan bermain golf, Pak Ben yang bisa dibilang masih muda dan cocok dibilang sebagai Kakak Alvi, karena raut wajah yang sama tampan. Pak Ben menantang Alvi untuk bermain basket tapi dengan mengajak sekretarisnya masing-masing.
Alvi pun menyetujuinya, dan meminta Melliza mengganti pakaiannya. Tapi melliza hanya terdiam, dia merasa tidak akan kuat jika harus dipaksakan karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat.
"Ayolah Melliza, ini saya yang minta"
Kata Pak Ben menyadarkan Melliza dari diamnya.
"Ahh, iyaa Pak"
Melliza pun pergi berganti pakaian bersama sekretarisnya Pak Ben.
Setelah selesai ganti baju, mereka memulai permainan basket.
"Dia hebat juga"
ucap Alvi dalam hati sambil menatap Melliza yang memasuk kan bola basket ke dalam ring.
"Waahh kamu hebat Melliza" ucap Pak Ben dan sekretarisnya.
"Terima kasih" balas Melliza sambil tersenyum.
Melliza memang pandai bermain basket karena dulu ketika Melliza SMA, diri nya mengikuti ekskul Bola Basket jadi dia tau teknik basket walaupun sedikit-sedikit.
Permainan bola basket pun di menangkan oleh Alvi dan Melliza, mereka terlihat sangat lelah. Namun senang dan bangga karena mereka menang. Ya walaupun ini hanya permainan.
Wajah Melliza dan Alvi setelah bermain basket
Setelah permainan selesai, Pak Ben dan sekretarisnya pergi duluan karena masih ada urusan lainnya, sedangkan Alvi dan Melliza masih ada disana. Ketika Melliza selesai berganti pakaian, dia merasa sangat pusing. Wajahnya sangat pucat dan pandangan nya suram seperti ada bayangan-bayangan.
Alvi menatap Melliza dan bergumam dalam hati
"Ternyata dia beneran sakit"
Seketika dia menawarkan tumpangan pada Melliza karena mesara khawatir.
"Ayo ikut gua, gua anter lu pulang" ucap Alvi pada Melliza.
Brukkkk....
Dan Melliza pun terjatuh di parkiran ketika dia akan masuk ke dalam mobil. Alvi yang melihat itu kaget dan menepuk pipi Melliza.
"Melliza lu kenapa? Hey bangun lu, sadar!"
Ucap Alvi khawatir
Karena melihat Melliza pingsan, Alvi langsung menggendongnya ke dalam mobil. Dia melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Tapi Alvi malah membawa Melliza ke apartemennya karena jarak rumah sakit yang jauh, tapi diperjalanan dia menelpon seorang Dokter untuk segera datang ke apartementnya.
"Lu sekarang ke apartement gua, cepet gua tunggu lima belas menit lu harus udah disana!"
Ketika sudah sampai di apartement, ternyata Dokternya sudah menunggu sebelum mereka datang. Dokter itu terkejut melihat Alvi menggendong perempuan tapi bukan Clara.
"Siapa ini Vin? Gua kira Clara, soalnya lu panik banget"
"Udah deh lu mending bantuin gua masuk, cepet lu pencet tanggal lahir gua" kata Alvi menyuruh Dokter itu memasukkan password apartement nya.
Alvi langsung membaringkan Melliza di atas tempat tidurnya, dan Dokter pun langsung memeriksa Melliza.
"Gimana keadaannya?" tanya Alvi khawatir.
"Lu tenang aja, dia cuman kecapean. Gula darahnya rendah, mungkin dia telat sarapan dan dia demam biasa kok. Satu atau dua hari juga sembuh. Ntar gua kasih obat nya" Terlihat raut wajah lega pada Alvi.
"Siapa sih dia? Kok lu khawatir banget? Gua kira Clara"
Alvi langsung menatap tidak suka karena perkataan Dokter itu.
"Apaan sih lu bahas Clara, dia sekretaris pribadi gua"
"Ya kan gua denger dia balik ke Indo, gua kira lu balikan" Ledek dokter itu yang tak lain dia adalah sahabat Alvi ketika SMA.
"Mana obatnya? Udah deh sana lu pergi" usir Alvi
Dokter itu pun langsung memberikan obat untuk Melliza kepada Alvi dan tak lupa memberitahu Alvi bahwa Melliza tidak boleh telat makan dan harus banyak minum serta makan buah dan sayur. Setelahnya dokter itu pun pergi meninggalkan Alvi.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like dan Komen👍💕
Minta bantuannya juga teman teman untuk vote🙏