
Di kantor, setelah Alvi menerima panggilan dari Melliza yang meminta izin untuk keluar bersama ibunya. Alvi langsung menelpon Mitha yang saat itu sedang dijalan menuju rumah mereka.
Alvi memberitahu pada Mitha jika tadi pagi Melliza muntah, dia khawatir jika kondisi istrinya sedang tidak sehat. Oleh sebab itu Alvi menelpon Mitha agar ibunya memperhatikan kondisi istri cantiknya itu.
"Melliza beneran muntah karena itu? Bukan karena sesuatu yang lain gituh Vin?" tanya Mitha di telpon.
"Bukan Mah"
"Yaudah kalau gituh Mamah ke rumah kalian aja, Mamah ga akan jadi arisan. Mamah akan temenin Melliza aja"
"Ga apa-apa ko Mah, tadi kata Melliza dia baik-baik aja. Lagian kasian juga dia selama ini di rumah terus, keluar sama Alvin cuman pas weekend itu pun cuman nonton"
"Makanya jangan kerja mulu, pengantin baru ko sibuk terus. Kapan kasih Mamah cucunya" ucap Mitha kesal mengingat setelah honeymoon, anaknya selalu sibuk dengan pekerjaan kantor.
"Yaudah deh Mah tunggu aja, mungkin belum dikasih. Pokoknya Mamah jagain Melliza ya, jangan sampai dia telat makan. Kalau ada apa-apa Mamah langsung kasih tau Alvin"
"Iya udah deh, tenang aja Mamah ini sayang sama mantu Mamah"
"Iyaa percaya ko, yaudah Alvin mau meeting dulu ya" ucap Alvi yang langsung mematikan panggilan tersebut karena dia benar-benar sudah ditunggu untuk meeting.
Melliza dan Mitha pun kini dalam perjalanan menuju Mall diantar oleh supir pribadi keluarga Alvi. Tak lupa dengan pesan sang anak untuk menjaga menantunya, Mitha menanyakan kondisi Melliza. Terlebih lagi Mitha penasaran dengan penyebab muntahnya Melliza.
"Syaa, kamu baik-baik aja? Mamah dengar kamu tadi pagi muntah dan mual-mual" tanya Mitha.
"Pasti Alvi nih kasih tau Mamah" ucap Melliza dalam hati.
"Iyaa Mah, tapi sekarang Melliza baik-baik aja ko" ucapnya tak ingin Mitha khawatir, tapi memang itulah kondisi Melliza sebenarnya. Dia baik-baik saja, bahkan rasa mualnya sudah tidak ada lagi sejak tadi pun.
"Ko kamu bisa mual gituh nak?" tanya Mitha penasaran, sunggu dia berharap jika mual yang terjadi pada Melliza pagi ini karena menantunya itu sedang hamil.
"Melliza tadi udah kenyang Mah, tapi Mas Alvin malah nyuruh aku minum susu jadi mual deh. Mungkin karena efek kekenyangan Mah jadi perutnya udah nolak"
Melliza tau maksud Mitha dengan cepat menjawab.
"Bulan ini memang belum sih Mah, tapi siklus datang bulan Melliza suka ga teratur. Kadang lebih awal kadang juga suka telat tiga sampai empat hari"
Saat mendengar Melliza belum datang bulan wajah Mitha seketika berbinar bahagia tapi ketika mendengar bagian akhir, wajah Mitha berubah menjadi seperti kecewa.
"Maaf ya Mah" ucap Melliza yang tidak enak karena belum bisa memenuhi keinginan mertuanya.
"Ga apa-apa sayang, mungkin belum waktunya. Asal kalian harus terus berusaha ya, nanti juga Tuhan tau kerja keras kalian" ucap Mitha dengan tersenyum.
Jujur Melliza sebenarnya takut, takut Mitha yang tidak sabar menunggu cucu darinya lalu dia berniat menikahkan Alvi dengan wanita lain agar cepat memberikan cucu. Melliza takut jika Mitha seperti mertua yang ada pada sinetron-sinetron.
Tapi untung saja ketakutan itu hilang ketika mendengar ucapan yamg terlontar dari ibu mertuanya yang begitu pengertian. Melliza berharap Mitha tetap sabar menunggunya untuk memberikan cucu.
***
Sudah dulu yaa, nanti dilanjut lagi. Tetap tunggu kelanjutannya yaa.
Jangan lupa juga di Like, di Komen dan tentunya di Vote.
Terutama di Like yaa, karena like itu gratis, mudah dan ga bayarrr.
Untuk yang kelebihan poin tolong disumbangkan vote untuk cerita ini. Biar akunya senang dan semangat gituh hihii
Maaf ya banyak maunya:((
Thankyou luvv💚💚💚