
Sepulang kerja kini Melliza pergi ke Mall bersama Tania, seperti biasa kebayakan wanita lainnya mereka berbelanja mulai dari kebutuhan dapur sampai dengan berbelanja pakaian. Saking asiknya berbelanja mereka sampai lupa jika ternyata sekarang sudah pukul tujuh malam.
Sebelum pulang mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama, sambil menunggu makanan datang Melliza membuka ponselnya namun ternyata tidak ada pesan dari Alvi untuknya.
"Apa dia marah beneran?" ucap Melliza dalam hati.
Kemudiam makanan pun datang, mereka langsung saja memakannya karena lapar. Sambil makan Tania menanyakan perihal tentang pernikahan Melliza dan Bossnya itu.
"Ohhiyaa kamu sama Pak Alvin akan mengadakan pernikahannya kapan Syaa?" ucap Tania.
"Dua bulan lagi Kak"
"Nikah disini atau dikota kamu?"
"Dikota aku Kak, ohyaa Kak nanti temenin aku ke butik yuu" ajak Melliza.
"Nyari gaun pernikahan?" tanya Tania dan diangguki oleh Melliza.
"Syaa, Pak Alvin itu pasti udah nyiapin gaun rancangan desainer terkenal buat kamu" ucap Tania.
"Engga Kak, orang dia belum bilang apa-apa sama aku" ucap Melliza lirih.
"Aku yakin pasti dia udah nyiapin semuanya, secara pas kamu wisuda aja kan dia ngasih kamu gaun perancang terkenal. Ya apalagi untuk pernikahan kalian" ucap Tania sambil makan.
Melliza berpikir apakah bener yang dikatakan oleh Tania, tapi Alvi tidak membahas itu, tadi pun saat pulang meeting hanya membahas masalah tempat pernikahan saja.
"Ohh mungkin dia belum sempet bicara kali" ucapnya dalam hati.
Padahal tadi siang Alvi ingin memberitau Melliza jika untuk masalah baju pengantin itu akan diurus oleh sekretaris Ibunya, dimana nantinya baju pernikahan mereka akan dirancang oleh desainer terkenal yang sama yang merancang baju Melliza saat wisuda, karena memang desainer tersebut merupakan desainer langganan keluarga Alvi jadi mereka tidak meragukan lagi hasil karyanya. Tapi sayang Melliza malah membuat Alvi kesal sehingga dia tidak melanjutkan pembicaraannya soal pernikahan mereka.
Setelah selesai makan, Melliza mengantar Tania pulang. Setelah itu Melliza pun pulang ke appartementnya. Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang karena merasa lelah seharian bekerja dan berbelanja kebutuhan hingga pulang ke appartement pukul delapan malam.
Melliza pun langsung mandi karena tubuhnya sangat lengket membuatnya tidak nyaman. Setelah menyelesaikan ritual mandinya Melliza langsung menggunakan piyamanya dan berbaring di ranjang. Diambil ponselnya yang berada di tas, namun saat di liat ponselnya mati lantas dia pun menchargernya dan kembali merebahkan tubuhnya.
Niatnya menunggu ponsel sampai kembali menyala dan kemudian menghubungi Alvi tapi ternyata dia malah ketiduran sehingga tak sempat mengabari kekasihnya itu.
Sedangkan Alvi kini berada di appartement merasa kesal karena Melliza sedari tadi tidak mengabarinya, padahal Alvi hanya berpura-pura marah dan ingin melihat Melliza merayunya. Tapi tak disangka sampai saat ini belum ada pesan satu pun dari Melliza.
Melliza langsung saja pergi ke kamar mandi tanpa mengabari Alvi terlebih dahulu. Setelah selesai mandi dia langsung membuat sarapan untuknya dan juga bekal sarapan untuk Alvi, dia melakukan itu untuk merayu agar Alvi tidak marah lagi padanya. Setelah semuanya selesai Melliza kembali ke kamarnya membawa tas kerjanya kemudian dia pergi ke kantor menggunakan mobilnya.
Setibanya di kantor ternyata Alvi belum datang, Melliza langsung membuatkan kopi kemudian membawa kopi serta bekal sarapan yang dia bawa tersebut ke ruangan Alvi dan menyiapkannya di atas meja.
Saat akan membuka pintu karena akan keluar dari ruangan, ternyata Alvi lebih dahulu membuka pintunya dan membuat Melliza terjatuh.
"Aa-awwww" ucap Melliza terjatuh.
Alvi yang melihat kekasihnya terjatuh merasa bersalah karena itu ulahnya dan langsung saja dia membantunya berdiri.
"Kamu ga apa-apa? Kenapa malah berdiri dibelakang pintu?" tanya Alvi sambil mengajak duduk Melliza di sofa.
"Siapa yang berdiri dibelakang pintu? Aku tadi mau keluar tapi kamu malah duluan membuka pintunya" kesal Melliza merasa sakit pada lututnya, untung saja tidak ada yang melihatnya selain Alvi, jika tidak dia sudah merasa sangat malu.
"Yaudah maaf aku kan ga tau kamu ada di dalam, lagian kamu ngapain?" tanya Alvi.
"Tuh aku udah nyiapain itu" ucap Melliza menunjuk makanan yang berada di atas meja kemudian Alvi melihatnya.
"Itu aku yang buat sendiri" ucap Melliza tersenyum.
"Tumben masakin sarapan buat aku, ada maksud lainkan?" tanya Alvi tersenyum bingung.
"Aku lagi mood masak aja tadi pagi, maaf ya semalam abis aku pulang dari Mall handphone aku mati terus aku malah ketiduran" ucap Melliza tersenyum memohon.
"Udah aku duga, ngelakuin ini biar aku ga marah" ucap Alvi menggelengkan kepalanya.
"Maaf dong sayang jangan marah, aku kan semalam ga sengaja ketiduran jadi ga ngabarin kamu" ucap Melliza dengan kedua tangannya memegang pipi Alvi dengan gemas.
Alvi hanya mengangguk sebagai tanda bahwa dia tak marah dan memaafkan kekasihnya. Lalu sebelum Melliza pergi dari ruangan itu Alvi memberitaunya jika nanti sepulang kerja Mitha menyuruh mereka untuk pergi ke butik karena disana telah ada seseorang yang menunggu mereka. Melliza pun mengiyakannya.
Jangan lupa ya di like, vote dan komen oke💕
Terima kasih💕