
Setelah selesai melakukan wawancara, Alvi langsung pergi ke restoran dekat kantornya. Hanya butuh waktu sepuluh menit baginya untuk sampai di tempat itu. Di parkiran Alvi tidak melihat mobil istrinya, sepertinya dia masih dalam perjalanan.
Alvi pun memutuskan untuk menunggu di dalam mobil. Tak lama akhirnya terlihat mobil Melliza, dia langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Melliza. "Kamu baik-baik aja kan sayang?" tanyanya saat Melliza sudah ada di hadapannya.
"Aku baik-baik aja sayang, jangan khawatir" jawabnya sambil menggandeng tangan Alvi.
"Terus perutnya udah ga sakit gituh?" tanya Alvi memastikan.
"Engga sayang, yaudah ayo kita masuk" jawabnya.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam restoran itu dan memilih tempat duduk yang berada di pojokan. Restoran itu adalah restoran yang sering mereka kunjungi ketika Melliza masih bekerja di perusahaan Alvi, bahkan mereka dulu tak hanya berdua tapi bersama Tania dan juga Andre.
Rasanya baru kemarin mereka kesini sebagai Boss dan atasan tapi bersyukur sekarang status itu sudah berubah menjadi pasangan suami istri.
Nyatanya kita berhak memiliki harapan, keinginan dan mimpi untuk hidup bersama siapapun, sekalipun itu orang yang tidak kita kenal dan besar kemungkinan tidak bisa bersamanya.
Percayalah Tuhan selalu memiliki rencana yang indah tanpa bisa kita menduganya, seperti Melliza dan Alvi. Melliza yang tidak kenal tapi jatuh cinta dan berharap bersamanya. Kemudian Tuhan mempertemukan kembali dan mengabulkan keinginan Melliza untuk bersama.
**
Sambil menunggu pesanan datang, mereka terus mengobrol membahas banyak hal. Seperti saat ini Melliza yang menanyakan kelangsungan wawancara sekretaris baru yang tadi Alvi lakukan. "Gimana sayang tadi? Apa udah dapat keputusannya?" tanya Melliza.
"Tentu aku sudah punya pilihan sayang. Tapi akan diumumkan minggu depan" jawab Alvi.
"Siapa? Apa aku boleh tau yang akan jadi sekretaris kamu?" tanyanya dengan sedikit penasaran.
"Yang pasti pilihan aku tidak akan mengecewakan kamu. Aku ga bisa kasih tau kamu sekarang, karena aku belum mendiskusikannya dengan Johan dan juga Riki. Tadi aku tidak sempat membahasnya karena takut telat ketemu sama kamu" ucap Alvi dengan menggenggam tangan Melliza.
"Ga sabar banget ya mau ketemu aku?" goda Melliza.
"Iyaalah, tentu saja aku ga sabar ketemu perempuan cantik kaya kamu" gombal Alvi
"Mulai deh gombalnya" ucapnya sambil tersenyum.
"Itu fakta sayang, coba kamu tanya aja sama orang yang ada disini pasti mereka bilang kamu cantik" ucap Alvi.
Tak lama pelayan datang membawakan makanan yang telah mereka pesan. Tidak di duga Alvi memberikan pertanyaan kepada pelayan yang membuat Melliza menjadi malu.
"Oh silahkan Pak" jawab pelayan itu.
"Menurut Mbak, istri saya cantik ga?" tanya Alvi yang mendapat tatapan tajam dari Melliza.
"Cantik sekali Pak" ucap pelayan itu tersenyum.
"Makasih Mbak, dia ga percaya saya bilang cantik. Katanya cuman gombal" ucap Alvi yang hanya di balas senyuman oleh pelayan itu sedangkan Melliza merasa malu dan kini menundukkan wajahnya.
"Tuh kata pelayan itu aja kamu tuh cantik sayang" ucap Alvi setelah pelayan itu pergi.
"Ish kamu itu nyebelin banget sih" kesalnya dengan cemberut.
"Suruh siapa ga percaya, aku tuh bukan nge gombal tapi aku bicara fakta sayang" ucap Alvi sambil mencium pipi Melliza.
"Iyaiyaa deh" jawab Melliza malas.
Setelah makan siang selesai, Alvi kembali ke kantor sedangkan Melliza pulang ke rumah. Melliza merasa sangat senang setelah makan siang bersama suaminya.
***
Hayo kira-kira yang jadi sekretaris barunya Alvi siapa?
a. Nayshila
b. Orang lain
Coba tebak di kolom komentar yaa.
Berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, vote dan jangan lupa kasih rate bintang lima ya. Aku tunggu loh.
Terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah setia membaca, menyukai ceritanya, dan memberikan dukungan.
Luvv untuk kalianππππ