
"Gua maklumin kalau lu ga percaya, tapi gua beneran serius Syaa. Gimana lagi coba gua buktiin ke lu kalau gua tuh bener bener serius sama ucapan gua"
"Yaudah tinggal buktiin aja sampe percaya"
ucap Melliza sangat pelan tapi itu tetap terdengar oleh Alvi
"Oke gua bakalan buktiin sampe lu bener bener percaya dan yakin sama gua"
ucap Alvi dengan melihat Melliza namun yang dilihat tak merespon malah hanya menunduk dan memainkan ponselnya
Bukannya Melliza ingin mengabaikan Alvi begitu saja, tapi Melliza hanya ingin mengetaui kesungguhan Alvi. Melliza tidak mau jika hatinya dipermainkan begitu saja oleh laki laki, apalagi ini oleh Alvi laki laki yang dari dulu Melliza idam idamkan dan selalu bersikap dingin tapi sekarang malah menyatakan cintanya begitu saja, bukankah itu membuat Melliza bingung dan tak akan mudah percaya dengan pernyataan cinta Alvi itu
Melliza memainkan ponselnya karena dia sedang chat dengan ibu nya yaitu Icha untuk memberitau jika dia akan pulang hari ini tapi diantar oleh Boss tampannya
Dalam pesan tersebut sepertinya Ibu Melliza merasa aneh akan hubungan anaknya dengan Boss tampannya, pasalnya terakhir kali Boss nya itu mengantar Melliza saat wisuda beberapa waktu lalu
Ga akan ada jika seorang Boss tampan dan muda mengantar sekretarisnya jika boss tersebut tak memiliki perasaan tertentu ke sekretarisnya itu.
Karena sudah waktunya untuk makan siang dan kebetulan Alvi pun merasa lapar dan dia juga tau jika Melliza pastinya belum makan apapun sejak bagun tidur, oleh karena itu dia berhenti disalah satu tempat makan
"Kita makan dulu, kamu pasti belum makan kan"
ucap Alvi dengan bahasa Aku Kamu membuat Melliza mengerutkan keningnya
"hmmm"
jawab Melliza karena merasa aneh Alvi berbicara Aku Kamu
Mereka pun makan bersama dan ketika sudah selesai makan akan kembali menuju mobil tiba tiba Melliza yang berjalan sambil memainkan ponselnya tersandung batu didepannya dan hampir saja jatuh tapi untungnya Alvi segera menarik tangan Melliza sehingga dia tidak terjatuh dan malah memeluk Alvi
Jantungnya berdetak lebih cepat lagi dan Melliza pun merasakan jantung Alvi berdetak sangat cepat bahkan suaranya terdengar oleh dia karena memang posisi Melliza memeluk Alvi dan kepalanya berada tepat di dada Alvi
Melliza pun dengan cepat melepaskan pelukannya dan kemudian menatap Alvi
"Kamu ga apa apa? makanya kalau jalan liat liat jangan main handphone mulu"
ucap Alvi menatap Melliza
"Iyaa, makasih"
ucap Melliza malu kemudian dia lari dan memasuki kembali mobil mewah milik Alvi
Sedangkan Alvi yang merasa jantungnya berdetak kencang akan kejadian barusan, kini memegang dadanya merasakan detak jantunya tersebut dan tersenyum sembari melihat Melliza yang berlari memasuki mobilnya
Merekapun kembali melanjutkan perjalannya dan akhkirnya tepat pada pukul setengah tiga sore mereka telah sampai di kediaman orang tua Melliza
Melliza turun dari mobil tersebut diikuti Alvi dari belakang namun ketika akan masuk Alvi masih saja berdiam diri
"Kenapa?"
"Ga apa apa"
jawab Alvi tersenyum, kali ini rasanya berbeda saat Alvi pertama kali mengantar Melliza ke rumahnya, perasaannya dulu tidak seperti sekarang yang sedang gugup
Alvi mengikuti Melliza dari belakang yang mulai memasuki rumahnya
"Mah Pah"
teriak Melliza
Kemudian kedua orang tua Melliza keluar dan menghampiri mereka, kedua orang tua Melliza memang sangat ramah dan baik pada semua teman Melliza sehingga setiap Melliza mengajak orang lain ke rumahnya pasti kedua orang tuanya akan menyambut mereka dengan sangat baik
Namun kali ini kedua orang tua Melliza bertanya tanya pada anaknya yang sudah dua kali datang bersama seorang laki laki tampan yang merupakan Bossnya itu
Alvi kini sedang berada di ruang tamu bersama Ayah Melliza mereka saling mengobrol satu sama lain menanyakan keadaan masing masing, dan Ayah Melliza tentunya menanyakan kondisi anaknya yang bekerja dengan Alvi tak jarang pula Alvi menanyakan tempat tempat strategis di daerah itu untuk mencari peluang bisnis di kota Melliza
Sedangkan Melliza kini sedang bersama Ibunya menyiapkan minum untuk Alvi dan Ayahnya
"Sayang kamu ada hubungan apa sama Alvi?"
tanya Ica ibu Melliza dengan nada menggoda
"Ga ada apa apa ko Mah"
"Ih masa sih? ga mungkin dong Syaa seorang Boss mau nganterin sekretarisnya kalau ga ada perasaan apa apa"
"Mah emang beneran aku itu ga ada hubungan apa apa, lagian mungkin aja ko, wajar. Jangan aku aja yang nemenin dia kemana mana, kali kali kan boss nemenin sekretarisnya, ya ga Mah?"
"Euhn kamu ini"
"Yaudah bawa tuh minumannya"
sambung Ica sambil meninggalkan anaknya
Malam hari setelah selesai makan malam bersama niatnya Melliza ingin pulang namun Ibu dan Ayahnya melarang dengan alasan hari sudah malam dan cuaca yang sedang hujan deras
"Kamu ini baru aja nyampe masa udah mau pulang lagi"
ucap Ayah Melliza
"Tapi kan.."
ucap Melliza melirik Alvi
"Ga apa apa ko kalau kamu mau nginep Syaa"
ucal Alvi yang mengerti bahwa Melliza tak enak dengan dirinya
"Iyaa lagian kasian nak Alvi pasti cape dia harus istirahat dulu"
ucap Ibu Melliza
"Iyaa nginep aja disini gimana?"
tanya Ayah Melliza pada Alvi
"hmm boleh kalau tidak merepotkan"
"Tidak sama sekali"
kompak jawab orang tua Melliza
Akhirnya untuk pertama kali Alvi pun menginap di rumah Melliza, dia berjalan ke lantai dua mengikuti Melliza yang mengantarnya ke kamar yang akan dia tiduri malam ini
"Ini kamarnya, kalau ada sesuatu telpon aja. Saya di kamar sebelah"
"Ohyaa Pa Alvi ada baju ganti kan?"
"Tentu"
jawab Alvi tersenyum kemudian Melliza meninggalkannya
Setelah rebahan cukup lama, Alvi pun keluar dari kamarnya menuju garasi untuk mengambil pakaian di mobilnya
Bukannya Alvi menyiapkan pakaian karena tau akan menginap dirumah Melliza hanya saja dia selalu membawa beberapa baju ganti untuk dirinya dan Melliza tau kebiasaan Bossnya itu, karena sebagai orang penting kadang Alvi harus siap kapanpun untuk menemui client untuk meeting dan hal lainnya. Jadi dia selalu membawa beberapa set pakaian untuk keadaan darurat.
Pagi hari Alvi sudah bangun, semalam dia susah untuk tidur karena terus memikirkan hal bagaimana caranya untuk membuat Melliza yakin pada dirinya
Sampai pada akhirnya setelah selesai sarapan, kini Melliza dan Alvi berada diruang tamu akan berpamitan pada kedua orang tua Melliza
"Pah Mah Aku pulang lagi ya"
ucap Melliza bergantian bersalaman dan mencium pipi Ibu dan Ayahnya
"Iyaa hatihati ya sayang"
ucap orangtua Melliza
Sedangkan Alvi hanya menyaksikan itu dia terus berpikir dan meyakinkan dirinya untuk berani menyatakan cintanya pada Melliza dan sekaligus meminta izin pada kedua orang tua Melliza
Dengan hati yang begitu deg degan menandakan kegugupan, Alvi memberanikan diri untuk berbicara, karena mungkin ini waktu yang tepat
"Om Tante ada yang mau Saya bicarakan"
"Ohh silahkan Alvi"
ucap Ayah Melliza sambil mengarahkan Alvi duduk kembali di sofa
"Mau apa lagi nih orang"
ucap Melliza pelan namun terdengar oleh Ibunya
"Sttt ga boleh gituh"
ucap Ibu Melliza
"Om, Alvi mau minta izin untuk melamar anak Om"
ucap Alvi mengejutkan Melliza
"hah?"
teriak Melliza membuat kedua orang tuanya terkejut
"Kamu ini Syaa"
ucap Ibunya melirik Melliza
"Aku kaget Mah"
bisik Melliza pada Icha
"Iyaa Syaa, Aku mau ngelamar kamu. Aku cinta kamu"
ucap Alvi menatap Melliza sedangkan kedua orang tua Melliza hanya diam dan mendengarkan setiap ucapan Alvi
"Om aku beneran serius cinta sama anak Om dan Tante, Aku mau melamar Melliza, mungkin kalau Melliza belum siap jadi istri aku, aku bakalan nunggu dia sampai dia siap"
"Kalau Om dan Tante ga bisa memutuskan apapun, semua ada ditangan Melliza, kita hanya bisa mendukungnya"
jawab Ayah Melliza
Mendengar itu Melliza langsung berdiri dan menarik tangan Alvi menuju keluar
"Duhh apa apaan sih Pa? udah deh jangan bawa bawa kedua orang tua aku ke dalam sandiwara Pa Alvi"
"Sandiwara apa Syaa maksud kamu?"
"Udah deh ga usah pura pura gituh, cukup orang tua Pa Alvi yang dibohongin kalau kita pacaran, ga usah bawa orang tua aku. Ga usah sampe jauh ginih deh drama nya"
"Syaa liat aku, liat mata aku. Apa ada kebohongan saat aku minta kamu ke orangtua kamu? apa ada kebohongan saat aku beberapa kali nyatain cinta ke kamu?"
ucap Alvi sambil memegang dagu Melliza supaya Melliza menatap Matanya
Melliza hanya diam, dia memang tak melihat kebohongan di mata Alvi saat dirinya menyatakan cinta dan meminta Melliza kepada orangtuanya, Alvi menyatakan perasaannya memang tulus dari hatinya bahwa dia benar mencintai Melliza
"Udah deh ayo ke dalam lagi, kita pamit. Ga usah dibahas lagi"
ucap Melliza kembali masuk ke dalam
Kemudian Alvi pun kembali masuk dan kini dia menuruti permintaan Melliza untuk tak membahas itu kembali dan kini berpamitan pada orangtua Melliza
"Om Tante Alvi pamit dulu yaa, terimakasih untuk semuanya"
ucap Alvi
Mereka pun pergi meninggalkan rumah orangtua Melliza
Sedangkan kini orangtua Melliza tak percaya jika anaknya dilamar oleh seorang pengusaha muda tampan dan sukses, mereka sangat bangga putrinya dicintai oleh laki laki seperti Alvi, tapi Melliza malah seperti menolaknya
"Tadi itu pasti Melliza marahin Alvi sampe Alvi ga ngebahas lamarannya lagi. Padahal Papah suka loh sama Alvi masih muda udah sukses"
"Papah ini kaya ga ngerti aja, mungkin ya Melliza kaget Pah tiba tiba tanpa sepengetauan dia, dia dilamar gituh aja. Udahlah biarin nanti kita tunggu aja kabar baik dari Melliza"
ucap Ibu Melliza
.
.
.
Jangan Lupa
Like
Komen
Vote (tip)
tekan Favorite
Terimakasih💕