
Happy Reading💕
****
Hari ini seperti biasa Melliza telah bersiap untuk ke kantor, dia keluar dari appartementnya dan langsung menghampiri mobil sport berwarna hitam yang telah menunggunya, tak lain adalah Kekasihnya yaitu Alvi.
"Morning sayang" ucap Alvi tersenyum.
"Morning too honey" ucap Melliza.
Astaga Alvi benar-benar tak percaya dengan ucapan Melliza tadi, sungguh ini baru pertama kali Melliza memanggilnya dengan kata seperti itu, sulit dipercaya.
"Apa tadi?" goda Alvi kembali.
"Iyaa pagi juga" jawab Melliza malu karena tak mau mengulang kembali kata yang tadi dia ucapkan.
"Ujungnya sayang" rengek Alvi menatapnya.
"Udah ah, ayo nanti terlambat loh" ucap Melliza yang memegang wajah Alvi agar mengalihkan pandangannya.
Dengan malas Alvi pun akhirnya melajukan mobilnya karena pagi ini ada meeting sehingga mereka harus cepat berada dikantor.
Sesampainya di basement Alvi keluar terlebih dahulu dan melihat keadaan sekitar lalu berjalan membukakan pintu mobilnya karena Melliza akan turun dari mobil tersebut.
Tania yang saat itu sedang touch up di dalam mobil tak sengaja melihat Alvi membukakan pintu mobilnya untuk Melliza. Dengan yakin Tania percaya jika Melliza dan Alvi telah berpacaran, karena sekarang diperkuat dengan Tania yang melihat Alvi menggenggam tangan Melliza dan memasuki lift bersama.
Tania yang kepo langsung turun dan mengejar keduanya, lantas begitu terkejutnya Melliza saat Tania melihat dirinya dengan Alvi berada di dalam lift berduaan dengan posisi tangan berpegangan.
Dengan seketika Melliza melepaskan genggaman Alvi, sedangkan Alvi dengan wajah tampannya dia tak menunjukkan ekspresi apapun, malah Alvi kembali menggenggam tangan Meliza. Alvi sengaja melakukan itu karena dia sebenarnya ingin semua orang tau hubungan dia dengan Melliza. Hanya saja Melliza tak ingin semua orang tau, karena pasti dia akan menjadi bahan gosip yang lain.
"Upss maaf ya Pak, Sya. Aku ganggu" ucap Tania pura-pura tak enak padahal dirinya sengaja.
"Ini tidak yang seperti Kak Tania bayangkan ko" elak Melliza dengan melepaskan genggaman Alvi.
"Ga apa-apa Sya, aku udah liat dari tadi ko. Pak boss romantis ya" ucap Tania tertawa. Sedangkan kini Melliza hanya diam dan memikirkan apa yang akan dia jelaskan pada Tania, karena pasti Tania akan mengintrogasinya.
"Yaudah kamu jangan bilang siapa-siapa dulu" perintah Alvi, karena melihat wajah Melliza khawatir seperti tertangkap apa saja.
Tadinya Melliza akan berbohong pada Tania tentang hubungannya dengan Alvi, tapi ternyata Alvi malah bilang seperti itu yang menegaskan jika benar keduanya memiliki hubungan diluar pekerjaan. Tapi Melliza berpikir kembali, tak masalah jika Tania tau. Toh dia sahabatnya dan juga bisa dipercaya.
"Siap tenang aja Pak" ucap Tania mengedipkan sebelah matanya.
Pintu lift pun terbuka dan Alvi keluar lebih dulu, sedangkan Melliza bersama Tania mengikuti dibelakangnya.
"Syaa, jadi sejak kapan? Ko ga bilang-bilang sih, ini kan kabar gembira" bisik Tania.
"Sstt, sejak kapan apa sih? Ko Kakak jadi kepo banget ginih?" ucap Melliza.
"Sejak hari ini, aku seneng akhirnya cinta kamu ga bertepuk sebelah tangan lagi. Selamat yaa" ucap Tania tertawa lalu duduk ditempatnya.
Melliza hanya bisi menggelengkan kepala dan melanjutkan berjalan menuju meja kerjanya.
"Jangan lupa taktiran Syaa" ucap Tania sedikit keras.
Wajah Melliza kini memerah karena terus digoda oleh Tania. Sedangkan Alvi biasa saja, malah dia sengaja ingin semua orang tau agar tak ada laki-laki yang mendekati Melliza di kantor ini.
Ketika mereka telah selesai meeting, Melliza langsung menuju ke toilet bersama Tania. Disepanjang jalan sampai sudah berada di toilet, Tania terus menanyakan perihal hubungan Melliza dengan Alvi. Sehingga Melliza pun menarik Tania dan membisikan ke telinganya tentang semua yang terjadi kepadanya dan juga Alvi.
"Sumpah kamu aneh Sya" teriak Tania saat mengetahui lamaran Alvi telah Melliza tolak.
"Ko aneh?"
Melliza memikirkan atas semua ucapan Tania, tapi dia juga tidak bisa menerima lamaran Alvi begitu saja. Kini setelah mendengar ucapan Tania ada sedikit kekhawatiran pada diri Melliza yang takut jika Alvi berpaling darinya, terlebih lagi Alvi tampan dan kaya sehingga banyak perempuan yang mengejarnya.
"Udah deh Ka Tania ga usah nakutin aku gituh, kalau dia bener-bener sayang sama aku, dia pasti ga bakalan tergoda sama yang lain" ucap Melliza meninggalkan Tania di toilet sendirian.
Melliza sadar, mungkin benar apa yang dikatakan Tania. Dia bisa menyesal atas keputusannya karena telah menolak lamaran Alvi, tapi jika kita belum yakin sebaiknya kita jangan memaksanya bukan? Sebab sesuatu dengan niatan yang belum yakin pasti akan ada kendalanya.
"Syaa kenapa murung gituh? Kamu kepikiran yang tadi Kakak ucapin ya?" tanya Tania yang sekarang berada di depan meja kerja Melliza.
"Engga ko Ka"
"Jangan dipikirin, Kaka bilang gituh cuman takut aja kamu nyesel. Tapi semoga Pak Alvin bisa setia dan bisa yakinin hati kamu 100% sampai kamu mau nerima lamaran dia"
"Aminn Kak Aminn paling serius deh" ucap Melliza dengan mengusapkan tangannya ke wajah.
Dan tak sadar jika Alvi sekarang berada di depan dia, sedangkan Tania sudah kembali ke meja kerjanya karena ketika dia selesai mengucapkan itu Alvi menghampiri mereka. Dan dengan sengaja Alvi menyuruh Tania kembali bekerja.
Begitu terkejutnya Melliza saat membuka tangannya ternyata yang didepan nya bukan Tania tapi Alvi.
Dan yang membuatnya lebih malu, Alvi malah meledeknya dengan sikap dia yang terlalu kepedean.
"Aminn Ya Allah, segitu pengen bangetnya ya sama aku?" Ledek Alvi tersenyum.
"Sejak kapan disitu?" ucap Melliza dengan wajah merahnya karena malu.
"Sejak kamu tutupin mata pake tangan" ucap Alvi masih tersenyum.
"Udah sana pergi ah, nanti pada tau lagi" usir Melliza malu.
"Sengaja biar pada tau"
"Udah ih sana masuk lagi ke ruangan!" rengek Melliza.
"Yeh orang aku mau keluar" ucap Alvi dengan menjulurkan lidahnya.
"Mau kemana? Kamu kan ga ada jadwal meeting atau ketemuan sama client" ucap Melliza curiga karena tau semua jadwal kekasihnya, yaiyalah secara Melliza sekretaris pribadi Alvi.
"Mau ketemuan sama cewek cantik" ucap Alvi sengaja ingin membuat Melliza cemburu.
"Oh" ucap Melliza dingin dan mencoba kembali bekerja.
"Ciee cemburu nih?" goda Alvi.
"Engga, yaudah sana pergi nanti telat lagi!" ucap Melliza kesal.
"Engga ko sayang, aku mau ke proyek tadi Andre nelpon. Ayo kamu juga ikut. Eh tapi jangan tebar pesona sama cowok disana"
"Kamu kira aku cewek apaan? Aku itu ga pernah tebar pesona ya" ucap Melliza kesal karena dituduh seperti itu.
"Iyaa maaf, aku ga maksud gituh. Aku tau ko kamu cewek baik-baik. Aku cuman takut aja kamu ninggalin aku" ucap Alvi.
Mereka pun akhirnya pergi menuju lokasi proyek yang Andre bilang lewat telpon pada Alvi.
***
Jangan lupa Like, Komen, Vote sebanyak-banyaknya oke💕
Terima Kasih💕💕💕