
setelah melliza selesai mandi terdengar suara orang orang yang berada di ruang tamu, akhirnya melliza pun keluar menemui mereka semua "syaa lu kenapa?" tanya tania yang melihat melliza jalan dengan kaki yang masih sedikit pincang
"ohh tadi kepeleset ka" jawabnya "udah di obatin belum sya?" tanya andre "udah ko ka" jawabnya kembali, lalu alvi pun datang dan mereka semua menghitung satu persatu bendera yang di dapat sedangkan melliza hanya duduk menyaksikan itu semua
akhirnya yang menang yaitu tania dengan andre karena mereka yang paling banyak mengumpulkan bendera terlihat wajah bahagia diantara andre dan tania bahkan mereka berdua terlihat sangat dekat dari yang sebelumnya
"ciee girang amat ka dapet macbook baru" ucap melliza "hahaa iyaa dong berkat kerjasama tim nih" ucap nya melirik andre "yoi dong ga nyeselkan bareng gua" ucap andre yang dibalas senyuman oleh tania
mereka pun satu persatu pergi ke kamar masing masing meninggalkan melliza termasuk tania "syaa gua mandi dulu ya" ucapnya "iyaa ka" sehingga kini hanya tinggal melliza, andre dan alvi
melliza hendak berjalan ke kamar tapi andre yang melihat melliza seperti kesulitan mencoba menolongnya "gua bantu lu sya" lalu alvi melihat melliza dan membuat dirinya teringat atas perkataan alvi yang meminta dirinya menjauhi andre "ga apa apa ka aku bisa ko" ucap melliza "yakin lu? lu jalan kaya yang kesakitan gituh" tanya andre "bener ka, lagian udah di obatin ko" tolak melliza
melliza pun berjalan perlahan sampai akhirnya dia berada di dalam kamar "gua harus gimana nih? gua ngerasa cape ya Allah harus ngadepin orang kaya dia, gua pengen keluar dari perusahaan ini" gumamnya kesal
karena suasana hati yang tidak enak melliza pun menghubungi audi dan salsa menceritakan semua kepada melliza, dia tidak menceritakan kepada ayah dan ibu nya karena dia tidak mau membuat kedua orang tua nya khawatir
"g*laa tuh cowo makin berani aja, dia ga tau apa kalau om om yang dia liat itu bokap lu" ucap audi kesal
"lu sih syaa punya bokap udah tua tapi masih keren gituh" ucap salsa
"yeh lu sal, jadi menurut kalian gua harus gimana?"
"yaudah lu pengen keluar kan? keluar aja sih menurut gua biar kita bisa kumpul juga kan hahaa" jawab salsa
"eits tepi sebelum itu lu harus buktiin dulu ke dia kalau lu bukan seperti cewe yang dia bilang, biar dia ga seenaknya aja tuh sama lu, so ganteng banget tuh cowo mentang mentang lu suka dia jadi seenaknya gituh" ucap audi
"hmm oke oke gua bakalan coba buat bertahan dulu kerja disini, nanti kalau gua bener bener udah ga sanggup gua bener bener bakalan out"
mereka pun terus berbicara membahas segala hal
sekarang waktunya makan malam melliza pergi bersama tania untuk turun ke bawah karena makan malam di adakan di pinggir pantai sambil berjalan mereka pun mengobrol "eh iyaa syaa ko kamu bisa terpeleset gimana ceritanya tuh?" tanya tania kepo "iyaa tadi aku lari pas ujan mau neduh jadi kepeleset ka" jawabnya "terus alvi bantuin lu kan buat jalan sampe vila ini?" tanya tania "hmm bantuin ko ka" jawab melliza padahal dirinya berjalan susah payah sendirian untuk sampai ke vila ya walau pun pada akhirnya alvi memijat kaki nya "harusnya kamu di kamar aja syaa jangan banyak gerak nanti aku bawain makanan nya" ucap tania "ga apa apa ko ka lagian udah mendingan besok juga sembuh" ucap melliza
Keesokan hari nya bener saja kaki melliza sudah sembuh sehingga dia bisa berjalan normal kembali, hari ini rencanya mereka semua akan pergi menuju sebuah pulau, terlihat melliza sangat cantik dengan senyuman di wajahnya sedangkan alvi terlihat begitu sangat keren
baru saja melliza bersenang senang tiba tiba telpon nya berbunyi dan itu panggilan dari Johan sekretaris Alvi yang lama, dia meminta alvi dan melliza kembali karena ada clien dari Korea jadi mereka harus meeting dan harus dihadiri oleh Alvi secara langsung
Melliza langsung menghampiri Alvi yang sedang duduk santai "pa maaf barusan pa johan telpon saya, kata nya kita harus kembali hari ini karena ada clien penting dari korea" ucap melliza
lalu alvi mengambil handphone di sakunya ketika dia melihat ternyata sudah banyak panggilan dan pesan masuk dari johan "pantesan dia nelpon ke lu, gua lupa handphone gua di silent" jawab alvi "yaudah kita pergi sekarang" sambung alvi kembali
"lalu mereka bagaimana?" tanya melliza "biar mereka tetap disini sampai besok sore sesuai jadwal, udah kita balik sekarang ke vila siap siap lu langsung pake baju formal kita langsung ke kantor, dan lu jangan lupa hubungi tania buat siap siap kalau gua butuh beberapa dokumen nanti langsung kirim ke lu" ucap alvi
kemudian melliza pergi memberitau tania untung saja tania selalu sedia payung sebelum hujan, dia selalu membawa macbooknya karena semua pekerjaannya ada didalam situ sehingga memudahkan dia jika tidak masuk kantor, dirinya selalu bisa diandalkan
sedangkan alvi berbicara pada andre untuk mengurus semua hal disini, alvi dan melliza pun pergi kembali ke vila berdua mereka langsung bersiap siap dan setelah selesai langsung pergi ke airport
hanya butuh waktu kurang lebih satu setengah jam mereka sudah sampai di kantor dan langsung menemui clien penting dari korea yang sudah menunggu sekitar setengah jam namun berhasil di handle oleh johan sehingga mereka mampu menunggu alvi dan melliza
setelah selesai meeting alvi mengajak clien nya pergi makan malam bersama di salah satu restoran bintang lima yang sebelum nya telah melliza siapkan, alvi mengajak cliennya makan malam itu sebagai permintaan maaf dari nya karena sudah telat
makan malam pun akhirnya sudah selesai "lu nanti ada yang jemput supir kantor" ucap alvi kepada melliza "saya bisa naik taksi online aja ko pa" jawab melliza "udah dijalan, kalau lu ga mau lu bilang aja sendiri nanti kalau dia udah nyampe" ucap alvi meninggalkan melliza
"huhf" hanya hembusan napas kasar yang dilakukan melliza kemudia dia pun mengikuti alvi menuju mobilnya, lalu alvi mengeluarkan koper melliza "nih, gua duluan" ucap alvi, akhirnya tak lama setelah melliza menunggu, supir pun telah datang
.
.
.
.
Jangan Lupa Like dan Vote ya teman teman
TERIMAKASIH💕