I Love You My Boss

I Love You My Boss
Melliza Cemburu



Kini Melliza, Alvi, Tania dan Andre sudah berada di salah satu restoran di dekat kantornya.


Saat makan, Andre terus memperhatikan Melliza. Namun Melliza tidak sadar akan itu. Tapi sebaliknya dengan Alvi, dia menyadari bahwa Andre memperhatikan Melliza dengan tatapan suka.


Alvi yang melihat bahwa semua sudah selesai makan, dia merasa ingin segera pergi ke kantor, karena merasa risih kepada Andre yang dari tadi memperhatikan Melliza.


"Ayo kita balik ke kantor" kata Alvi sambil meninggalkan meja makan


"Ah anak itu, padahal gua masih pengen bareng Melliza" kata Andre dalam hati


Akhirnya, kini mereka pun sudah kembali ke kantor dan bekerja diruangan masing-masing. Tapi Andre kini malah berada di ruangan Alvi.


"Dia cantik, imut lagi ya?" kata Andre sambil menatap ke jendela ruangan Alvi, yang terlihat Melliza begitu fokus pada kerjaan nya


"Siapa?"


"Tuh liat aja"


Alvi pun melihat ke arah Melliza, dalam hatinya hanya ada satu kata untuk Melliza yaitu "Manis"


"Biasa aja, lu ga tau aja kalau itu anak sama geng nya nyebelin"


Perkataan Alvi membuat Andre kaget, kaget Andre kira Alvi sebelumnya tidak mengenal Melliza


"Jadi lu kenal dia sebelumnya?"


"Gua pernah ketemu dia dua kali, dan rese banget tuh anak"


"Rese gimana maksud lu?"tanya Andre penasaran


Alvi pun menceritakan pada Andre, saat bertemu dengan Melliza di Puncak, dimana Alvi yang saat itu tak sengaja membuat Melliza terciprat genangan air. Alvi pun menceritakan kekesalannya pada Melliza dan sahabatnya yang marah marah pada dirinya.


Namun tak disangka setelah cerita kepada Johan, dan kini kepada Andre. Mereka berdua mengatakan hal yang sama yaitu Alvi benar salah, apalagi sampai memberikan uang dan pergi begitu saja.


Karena merasa tak mendapatkan pembelaan, dia pun menceritakan lagi kejadian dirinya dan Melliza yang bertemu di hotel. Tap lagi-lagi Andre mengatakan jika itu memang kesalahan Alvi. Alvi yang tak terima dikatakan salah, dia terus membela dirinya.


"Ah, lu mah ga mau kalah, tapi sumpah buat gua dia bener bener menarik. Gua bagi nomor handphone nya dong" kata Andre


"Lu ya, ga bisa liat setiap ada karyawan baru. Kalau lu mau minta aja sendiri, gua ga punya nomor dia"


"Hah? Lu serius?" ucap Andre terkejut


"Lu itu ya Vin, dia itu sekretaris pribadi lu. Masa lu ga punya? Heran gua"


Tak lama andre pun keluar dari ruangan Alvi.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Melliza hendak memberikan dokumen kepada Alvi. Namun, ketika Melliza mengetuk pintu, tidak ada jawaban. Melliza pun memberanikan diri untuk langsung masuk.


Saat masuk dia melihat Alvi yang sedang telponan dengan seseorang, dengan posisi berdiri membelakangi Melliza, sehingga Alvi tidak tau Melliza datang.


📞Bagaimana apakah kamu suka?


📞Baiklah, aku tidak akan terlambat sayang


Deg, entah kenapa hati Melliza terasa sesak saat mendengar Alvi mengucapkan sayang pada seseorang ditelponnya


Melliza yang mendengar itu langsung saja menyimpan dokumen di atas meja kerja Alvi, karena dia tidak ingin Alvi marah karena telah mengupingnya.


Saat kembali ke tempat kerjanya Melliza menundukkan kepala dan memejamkan matanya.


"Stop Melliza stop! Kenapa perasaan lu jadi ginih? Astaga ini lebih parah dari perasaan suka yang gua rasain dulu"


"Stop stop! Ngapain lu cemburu? Ngapain luh mikirin itu?Inget Melliza dia siapa!?" gumam Melliza dalam hati


Sementara Alvi yang merasa tadi ada orang yang masuk langsung mematikan telponnya. Tadi, Alvi sedang telponan dengan adik perempuannya. Dia menanyakan apakah adiknya menyukai hadiah yang dia beli, selain itu adiknya pun mengingatkan Alvi bahwa meraka akan ada makan malam bersama untuk merayakan ulang tahunnya.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen💕