
Orangtua Melliza dan kedua sahabatnya akan kembali pulang, mereka disana hanya sampai sore saja.
"Sayang kita pulang dulu yaa, kamu jaga diri baik baik jangan telat makan sama ibadahnya ya"
ucap Icha sambil memeluk dan mencium sang anak
"Kalau ada apa apa, kamu kabarin Papah langsung ya" sambil mncium kening Melliza
"Syaa, lu nanti sering sering videocall sama kita ya"
kata Audi
"Iyaa loh Syaa, kabarin terus. Gua pasti kangen sama lu"
ucap Salsa
Mereka bertigapun bepelukan bersama, Melliza pun mengantarkan mereka semua sampai di depan pintu apartementnya.
"Hatihati ya semuanya, Makasih banyak"
"Iyaa Syaa, daah"
ucapnya sambil melambaikan tangan
Saat ini Melliza hanya sendirian di apartement nya, dia mulai merasakan kesepian, padahal baru saja ditinggal beberapa jam yang lalu oleh orangtua dan sahabatnya
"Hmm belum apa apa aku udah ngerasa bosan sendirian disini, semoga aja nanti setelah kerja aku dapat teman biar bisa bareng kemana mana sama aku"
gumamnya sendiri
"Aah yasudahlah, aku mending nonton drama korea aja. Biar ga jenuh jenuh amat"
gumamnya sambil bergegas mengambil laptop
Melliza pun menonton drama korea di laptopnya, selama ini ketika dia merasa bosan, dia akan menonton drama, dia menonton drama diatas kasurnya sambil tiduran. Tak terasa dia mulai mengantuk dan sampai ketiduran.
Ketika bangun ternyata waktu sudah pagi, dia segera mandi dan mempersiapkan dirinya, tak lupa dia sarapan roti dan susu sebelum pergi ke kantor barunya.
Hanya perlu waktu lima belas menit dari apartementnya menuju kantor. Kini Melliza sudah tiba di loby kantor dan rasa gugup mulai menyerangnya.
Melliza mengambil nafas, lalu membuangnya dan mengatakan dalam hatinya
"Huuhff oke tenang melliza, semangat lu pasti bisa! Lakuin semua yang terbaik dan lu tenang aja, bos lu pasti baik banget orangnya"
Melliza mencoba berpikir positif untuk menenangkan dirinya, tiba tiba ketika dia memasuki lift dia bertemu dengan Johan.
"Selamat pagi Pak"
sapa Melliza kepada Johan, dia beruntung bisa bertemu dengan Johan disini, karena dirinya tidak usah repot repot pergi keruangan Johan
"Yaa selamat pagi, Melliza kamu bisa ikut saya. Nanti saya akan tunjukan ruangan kamu"
"Baik Pak"
jawab Melliza dengan sopan
Kemudian Johan keluar dari lift itu dan diikuti oleh Melliza dari belakang
"Nahh Melliza ini tempat kerja kamu disini, dan itu ruangan CEO"
Tempat kerja Melliza tepat di depan ruangan CEO nya
"Ohhiyaa Pak"
Johan tau jika Melliza sangat tegang karena bisa dilihat dari raut wajahnya
"Saya hanya belum terbiasa Pak"
ucap Melliza tersenyum
"Kamu tenang saja, jika nanti ada masalah kamu tinggal hubungi saya, dan ini kamu pelajari semuanya di dalam buku ini, jika tidak ada yang mengerti bisa tanyakan kepada saya"
"Oh baik Pak"
Johan pun meninggalkan Melliza. Melliza kini sibuk membaca buku catatan yang diberikan Johan kepadanya, ternyata didalam catatan tersebut berisi jadwal jadwal meeting CEO nya, bahkan sampai kepada hal hal yang harus Melliza lakukan juga untuk CEO nya.
Ketika Melliza masih membaca buku agenda terdengar suara kaki melangkan menghampirinya, dia tiba tiba berdiri sambil mebungkukan badannya
"Selamat pagi Pak"
Sapanya sopan kemudian dia membenarkan posisi badannya menjadi tegak berdiri
Melliza bengong seketika saat dia melihat bahwa yang barusan dia sapa adalah Alvi
"Ngapain lu disini?"
Tanya Alvi heran
"Ya gua kerjalah! Masa minta sumbangan. Lu sendiri ngapain?"
Belum Alvi menjawab pertanyaan Melliza, tiba tiba Johan datang menghampiri mereka
"Melliza perkenalkan ini Alvin Sanjaya, anak dari Putra Sanjaya, pemilik perusahaan Sanjaya Sentosa Land dan tak lain dia adalah CEO kita"
"Haah?"
Kata Melliza dengan spontan, sedangkan Alvi yang mendengar respon itu hanya senyum dengan tatapan tajam
"Iyaa dia CEO perusahan ini, kamu kenapa? Apa kalian saling kenal"
kata Johan
Sontak mereka yang mendengar pertanyaan dari Johan langsung menjawab pertanyaan itu secara bersamaan
"Tidakk!!"
jawab mereka singkat
"Ohh aku kira kalian kenapa"
"Johan, ikutlah dengan ku" kata Alvin
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan komen💕