I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 109



Kini mereka sudah berada di kantor lagi, Melliza keluar terlebih dahulu meninggalkan Alvi tanpa sepatah kata pun karena dia masih marah dan cemburu pada Calista.


"Huhf dasar cewek sukanya cemburuan" gumam Alvi.


Dia sangat tidak introspeksi pada dirinya sendiri. Padahal saja kemarin dia sangat cemburu pada Key tapi giliran Melliza cemburu Alvi malah seperti itu tidak meminta maaf dan memberikan penjelasan yang bisa membuat Melliza tenang dan percaya.


Ternyata yang egois itu bukan hanya perempuan tapi laki-laki pun sama. Mereka melarang para wanitanya dekat dengan pria lain tapi dirinya sendiri ingin bebas dekat dengan wanita lain.


Melliza pun kini kembali bekerja menginput data-data hasil meeting tadi ke dalam komputer yang ada di depannya. Saat ini ingin sekali dirinya cepat pulang tapi dia teringat jika hari ini dia harus pergi ke butik bersama Alvi.


"Males banget kalau kaya ginih" ucap Melliza dalam hati yang tak ingin pergi bersama Alvi.


Alvi pun kini berjalan masuk ke dalam ruangannya, saat melewati Melliza dia melihat kekasihnya sedang fokus bekerja dengan wajah yang masih terlihat kesal. Alvi pun melewatinya begitu saja lalu masuk ke dalam ruangannya.


Di dalam ruangan Alvi berjalan menuju lemari pendingin yang sangat mini yang berada diruangannya, dia mengambil satu minuman kemasan segar kemudian dia berjalan ke meja kerjanya dan mencari kertas note. Alvi menuliskan sesuatu di atas kertas itu dan menempelkannya pada minuman kemasan tersebut.


Dia pun keluar dari ruangannya dan berjalan menuju meja kerja Melliza lalu menyimpan minuman itu di depannya. Melliza yang fokus mengetik kaget melihat ada seseorang menyimpan minuman di depannya dan saat dilihat itu adalah Alvi, tapi Alvi sudah berjalan pergi dan punggungnya mulai tak terlihat lagi saat pintu ruangannya itu mulai tertutup.


Melliza pun membaca kertas yang menempel pada minuman itu, dia kira tulisan dalam kertas tersebut adalah permintaan maaf tapi ternyata bukan.


Jangan cemberut terus, nanti cepat tua ga cantik lagi. Senyum dong ! 💛


Itulah isi pesan dalam kertas tersebut, Melliza kecewa karena dirinya mengharapkan penjelasan dan permintaan maaf Alvi. Tapi walaupun begitu dia tetap meminum minuman tersebut dan tersenyum malas. Alvi yang melihatnya dari ruangan kerjanya pun ikut tersenyum saat melihat kekasihnya itu tersenyum walaupun dengan senyuman malas yang Melliza berikan.


Sore hari Melliza sedang menunggu Alvi keluar dari ruangannya karena mereka janji akan pergi ke butik.


Tak lama menunggu akhirnya Alvi datang dan mengajaknya turun agar mereka bisi segera pergi.


"Pakai mobil aku ya" ucap Alvi didalam lift pada Melliza.


"Aku bawa mobil" ucap Melliza singkat karena memang masih marah pada Alvi.


Melliza pun menolaknya karena memang saat ini dia sedang malas dan tak ingin berdekatan dengan Alvi sampai Alvi memberikan penjelasan dan meminta maaf kepadanya.


"Kamu masih marah sama aku? Sayang aku tuh ga bakalan berpaling dari kamu. Lagian aku ngasih kontak pribadi aku ya karena dia selain partner bisnis emang dia teman lama aku, apa salahnya? Andre juga mengetahuinya. Dan ya aku minta maaf, aku salah tadi malah asik ngajak Calista mengobrol dan ngediemin kamu" ucap Alvi dengan memegang tangan Melliza.


Pintu lift pun terbuka sehingga mereka berjalan menuju basement tempat mobil mereka terparkir. Saat Alvi menuju ke arah mobilnya Melliza malah ke arah yang berbeda.


"Kamu mau kemana?" tanya Alvi.


"Mobil aku" ucap Melliza ketus.


Alvi pun menghampiri Melliza dan memegang tangannya.


"Ayo dong Yang, jangan marah gituh. Aku minta maaf" ucap Alvi.


Kemudian karena takut ajakannya di tolak Alvi pun menggendong Melliza menuju ke mobilnya. Sedangkan Melliza begitu terkejut saat tubuhnya di gendong seperti itu, dia meminta Alvi melepaskannya karena malu jika karyawan lain melihatnya.


"Iyaiyaa pakai mobil kamu, turunin dong" ronta Melliza.


"Maafin juga baru nanti diturunin" jawab Alvi.


"Hmm iya aku maafin, cepet turunin"


Akhirnya Alvi pun menurunkan Melliza tapi sebelum itu dia mencium kening Melliza lembut sehingga seketika membuat wajah Melliza menjadi merah merona.


.


.


Jangan lupa like, vote dan komen ya. Vote kalian sangat berharga buat aku, karena vote kalian penyemangat aku biar nulis terus. Semakin banyak vote semakin sering up hihii...