I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 133



Dimohon setelah membaca tekan tombol like, komen dan vote pakai poin ya teman-teman ku yang baik hati🙏


Semoga suka ya sama ceritanya, Selamat Membaca✨


***


Mungkin karena lelah, Melliza tidak sengaja tertidur dengan posisi tangan yang masih menggenggam ponselnya. Melliza tak menyadari jika saat ini seseorang masuk ke dalam kamarnya.


Alvi, dia baru saja datang setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Dia tersenyum ketika melihat sang istri meringkuk tidur diatas ranjang mereka. Alvi melihat jika layar ponsel Melliza masih menyala.


Memang dia baru beberapa menit tertidur sehingga layar ponselnya masih menyala menunjukkan artikel online yang tadi sedang dia baca. Alvi pun kembali mengukir senyuman dibibirnya sambil menggelengkan kepala karena ulah istrinya yang bermain ponsel sampai tertidur.


Tapi senyuman itu seketika menghilang dari wajah tampannya. Dia menaikkan alisnya bingung ketika layar ponsel istrinya menunjukkan artikel online tentang efek samping dari menunda kehamilan.


Pikiran Alvi saat ini berubah menjadi negatif, dia berpikir jika sang istri tak ingin memiliki anak dengannya. Saat pikiran buruk itu mulai memenuhi otaknya, Melliza tiba-tiba tersadar dari tidurnya dan kini dengan mata mengantuk dia menatap Alvi memberikan senyuman.


"Udah pulang Sayang? Maaf ya aku ga sengaja ketiduran" ucapnya memegang tangan kiri Alvi.


Melliza tersadar kini raut wajah Alvi tampak tak bersahabat, dia pun melihat jika ponselnya ada pada genggaman tangan kanan suaminya. "Loh itu ponsel aku kan?" tanyanya.


"Nihh" ucap Alvi sambil memberikan ponsel pada Melliza. Alvi langsung membuka dasi dan jasnya serta tak lupa dia membuka dua kancing teratas kemaja yang dia gunakan.


Melliza menatap Alvi bingung, lalu dia menatap layar ponselnya. "Duhh pasti marah karena ini" gumamnya dalam hati.


Melliza segera bangkit dari ranjangnya dan menghampiri Alvi yang saat ini sedang duduk di sofa kamar mereka. Melliza berjongkok didepan Alvi, menggenggam kedua tangan suaminya. "Sayang maaf" ucapnya sedikit takut.


"Untuk apa?" tanya Alvi pura-pura tidak mengerti akan perkataan istrinya.


"Aku tau aku salah. Jujur aku tadinya memikirkan untuk menunda kehamilan. Tapi setelah menjenguk Luna dan aku baca efek samping dari semua itu, aku memikirnya kembali" ucap Melliza.


Terdengar helaan nafas dari Alvi yang menunjukkan jika dirinya kecewa. "Kenapa harus menundanya?" tanyanya.


"Apa kamu sudah meminum pil kontrasepsinya?" tanyanya seperti mengintrogasi.


"Belum, aku bersumpah" ucapnya tegas.


"Kenapa kamu ga bilang ke aku sih? Kenapa ga jujur dari awal kalau kamu ingin menunda memiliki anak? Kalau kamu jujur dan bilang baik-baik pun aku ga akan maksa kalau kamu memang ga mau" ucap Alvi dengan nada suara sedikit naik.


"Aku bukan ga mau, aku cuman pengen nunda aja" elaknya.


"Ya sama aja kan. Yaudah kalau emang kamu ga mau, mulai sekarang aku ga bakalan bikin kamu hamil" balas Alvi.


"Ga gituh. Itu pemikiran saat aku belum mempertimbangkan semuanya. Aku nyesel udah berpikiran seperti itu, aku ga akan ada niat untuk menundanya" ucap Melliza sungguh-sungguh.


Sebagai seorang suami Alvi memang tidak ingin menunda untuk memiliki anak, tapi jika begini dia pun bisa untuk mencoba menerima dan memaklumi istrinya. Dia sadar jika usia Melliza berada dibawahnya, wajar jika seorang perempuan yang baru beberapa bulan lulus kuliah ingin memiliki karir yang bagus.


Tapi kesempatan itu dirampas oleh Alvi karena dia mempersunting Melliza. Ya walaupun mereka menikah karena kemauan keduanya. Seharusnya Melliza siap dengan semua yang akan dia jalani setelah mengambil keputusan untuk menikah dengan Alvi, termasuk menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya.


"Aku ga masalah kalau emang kamu belum siap. Tapi aku ga setuju kalau kamu menundanya dengan cara mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Aku takut jika terjadi sesuatu dengan kesuburan kamu dan nanti pada akhirnya kamu sendiri yang akan menyesal" ucap Alvi menjelaskan.


"Aku ga akan ada niat untuk menundanya lagi, ga akan ada pikirin untuk hal itu lagi. Aku minta maaf ga jujur sama kamu" ucapnya lirih.


"Iya udah ga apa-apa. Lain kali kalau ada yang kamu ga setuju, kamu bilang saat itu juga ke aku. Jangan sampai aku berpikiran buruk tentang kamu. Aku ga suka kalau kamu kaya gituh lagi" ucap Alvi kemudian menyentuh wajah Melliza dengan kedua tangannya.


Mereka saling bertatapan kemudian Alvi mencium kilas bibir istrinya. "Yaudah kita makan dulu, Mamah sama Papah udah nunggu" ucap Alvi.


***


Diingatkan lagi setelah membaca tekan tombol like, komen dan vote pakai poin ya teman-teman ku yang baik hati🙏


Terimakasih💛💛💛💛💛💛💛