
Hari demi hari telah Melliza lewati, tak terasa kini dia sudah satu minggu bekerja. Andre terus mendekati Melliza, bahkan mereka sering makan siang bersama, tetapi Melliza selalu mengajak Tania teman baru dikantornya. Dan begitu juga Andre yang sesekali mengajak Alvi bersamanya.
Hubungan Alvi dengan Melliza masih tetap canggung. Bahkan sesekali Alvi selalu membahas apa yang dulu Melliza kata kan kepadanya, yaitu soal Melliza yang memanggilnya om dan laki laki sombong. Sehingga itu membuat Melliza tidak nyaman, dan takut jika itu mempengaruhi dirinya selama bekerja disana. Apalagi mengingat posisi Alvi sebagai CEO. Melliza sebenarnya ingin meminta maaf, namun melihat sikap Alvi yang dingin, dia pun mengurungkan niatnya.
Entah apa yang dirasakan Alvi, tapi saat melihat Melliza diajak terus menerus oleh Andre untuk makan bersama dirinya mulai risih dan tak tenang.
Kini waktu sudah hampir menunjukkan jam makan siang, Alvi memanggil Melliza lewat telpon kantor untuk datang ke dalam ruangannya.
"Permisi, Ada yang bisa saya bantu Pak?"
"Tolong kamu belikan saya kopi Caramel Macchiato" sambil memberikan kartu kepada Melliza
"Ohh baik Pak" ketika Melliza keluar, Alvi memanggilnya kembali
"Tunggu" ucap Alvi, yang membuat Melliza langsung menoleh kepadanya
"Beli kan saya juga Beef Casserole"
"Apa ada lagi Pak?"
"Beli kan saya juga dessert Creme Brulee"
"Apa sudah cukup Pak?" tanya Melliza tetap tersenyum
"Belikan semua itu untuk dua orang, sekarang kamu boleh pergi!"
Disepanjang jalan sambil menyetir, Melliza terus menggerutu kesal.
"Rese banget sih! Kenapa harus nyuruh di saat jam makan siang tinggal sepuluh menit lagi? Kenapa ga dari tadi tuh? Mana makanan yang dia pesen jauh"
"Padahal dia bisa tuh nyuruh OB atau dia pesan aja pake aplikasi online, emang niat nyusahin gua tuh orang"
"Tapi ko dia mintanya buat dua orang ya? Apa dia bakalan makan sama seseorang? Atau dia emang doyan? Ah udah bodo amat, bukan urusan gua!" kata Melliza bingung
Memang makanan yang Alvi pesan tempatnya berjauhan dari tempat satu ke tempat yang lainnya, Alvi sengaja membuat Melliza pergi di jam makan siang, karena ntah kenapa Alvi tidak ingin melihat Melliza terus terusan dekat dengan Andre.
Diruang kerja Alvi
"Vin, Melliza kemana?" tanya Andre
"Lu ngapain cari dia?"
Alvi pura pura tidak tau, padahal dirinya tau bahwa Andre mencari Melliza untuk mengajaknya makan siang bersama.
"Ya biasa gua mau ngajak dia makan bareng"
"Ohh" jawab Alvi singkat sambil sibuk memainkan game di handphone nya
"Jadi lu tau ga dia kemana?"
"Dia gua suruh keluar beli makan"
"Ya suka-suka gua, dia kan sekretaris pribadi gua. Lagian, lu kalau mau makan, makan aja sendiri" kata Alvi ketus
Andre bingung melihat Alvi berbicara seperti itu.
"Lu kenapa? Cemburu gua ngajak dia makan bareng?"
Alvi yang mendengar itu langsung menyimpan handphonenya dan menatap Andre.
"Hah gua cemburu sama lu? Lagian mana mungkin gua suka sama tuh cewe"
"Lu yakin? Kalau gua nembak dia, lu ga akan marah?"
"Hhmm yakin, lagian bukan urusan gua"
"Lu jangan permainin dia aja" tanpa sadar Alvi berbicara seperti itu kepada Andre, seolah dia tidak ingin Melliza terluka dan tersakiti
"Lu tenang aja, lagian mana berani gua nyakitin sekretaris kesayangan lu" kata Andre
Alvi hanya terdiam dan memainkan gamenya kembali sedangkan Andre pergi untuk makan siang.
Ditempat lain, kini Melliza sedang memesan makanan yang Alvi inginkan.Akhirnya setelah kurang lebih satu jam, berpindah-pindah tempat untuk membeli makanan yang Alvi inginkan kini telah dia dapatkan juga.
"Akhirnya, udah semua"
Melliza masuk ke dalam mobil dan pergi kembali menuju kantor.
Haii gua Andre👋
Sahabat Alvin Sanja dan partner kerjanya juga
.
.
.
.
.
.
Terima kasih bagi yang sudah setia untuk membaca💕
jangan lupa like dan komen😘