
Ke esokan harinya Melliza sedang bersiap siap merias diri, setelah selesai waktu kini menunjukan pukul 08 : 30 pagi, dan Melliza pun telah siap untuk pergi ke Singapura, dia kini sedang menunggu Alvi dengan sopirnya datang di loby appartement nya.
Beberapa menit kemudian Alvi telah datang dan Melliza pun masuk ke dalam mobil duduk di kursi belakang bersama Alvi, lalu mereka menuju Airport. Penerbangan mereka menuju Singapur sekitar pukul 09 : 30 Pagi
Setelah melakukan penerbangan akhirnya mereka telah tiba di Changi Airport Singapura pada pukul 11 : 00 siang, seperti biasa kedatangan mereka telah ditunggu oleh pihak kantor yang ada disana
Dengan segera Alvi dan Melliza menuju kantor tersebut, ketika telah sampai Melliza mengikuti Alvi dari belakang yang akan menuju ruang meeting, Alvi mulai melakukan presentasi nya membahas tentang bisnisnya, sedangkan Melliza mencatat sesuatu yang dinilai penting dalam pembahasan rapat tersebut
Hingga sampai larut malam mereka masih melakukan meeting, Alvi dan Melliza hanya bersantai ketika jam istirahat saja, meeting kali ini memang tak kalah penting dari meeting sebelumnya sehingga mengharuskan Alvi dan Melliza pergi langsung ke Singapur tanpa perencanaan terlebih dahulu
Setelah pukul 11 : 00 Malam barulah meeting selesai, terlihat raut wajah kesal dan khawatir dari Melliza sungguh dia ingin segera pulang ke rumahnya "akhirnya beres juga nih" ucapnya dalam hati sambil meninggalkan ruangan tersebut
"Pa kita bisa kembali sekarangkan?" tanya Melliza kepada Alvi
"Iyaa, kamu tenang aja" jawab Alvi
kemudian ada seorang wanita yang menghampiri Alvi dan Melliza "Pa Alvin mohon maaf untuk penerbangan malam ini di cancel karena cuaca diluar sana sedang tidak bagus" ucap wanita tersebut
Alvi langsung melirik kepada Melliza terlihat wajah gelisih ketika Alvi memandangnya
"Kalau begitu bisa tolong cari kan lagi, penerbangan apapun tidak masalah asal bisa pulang malam ini" ucap Alvi
"Mohon maaf pa, saya sudah cari tapi tidak ada penerbangan malam ini, penerbangan yang terakhir itu pukul 23 : 00 tadi ketika masih sedang meeting" ucapnya
"Terus penerbangan selanjutnya pukul berapa?" tanya Alvi kembali
"Pukul 04 : 00 pagi dan Pukul 06 : 00 Pa " jawabnya
Mendengar itu Melliza semakin gelisah dia takut jika tidak bisa menghadiri acara penting itu
"Yaudah ambil yang pukul 04 : 00 pagi saja" ucap Alvi
"Baik kalau begitu, untuk penginapan mari saya antarkan ke Hotel" ucap perempuan itu
Alvi kali ini tidur di hotel tidak seperti waktu itu yang kembali ke appartement nya karena mengingat ini hanya untuk satu malam
Kemudian Alvi dan Melliza pun masuk ke dalam mobil tersebut mereka kini di antar oleh supir yang ada disana untuk menuju sebuah hotel yang telah disediakan
Tapi sebelum itu Alvi meminta kepada Pa Supir yang mengantarnya untuk pergi ke sebuah cafee favorite nya yang ada disana
"nih orang masih pengen ngopi ngopi aja, ga tau apa gua pengen pulang nih ga tenang ginih ya Allah" ucap Melliza dalam hati
kemudian telpon Melliza berbunyi dan itu panggil dari Ibu nya tapi Melliza mematikan panggilan tersebut, dan Alvi melihat itu "Jawab aja lagian udah bukan jam kerja" ucap Alvi
Dan akhirnya telpon Melliza berbunyi kembali kali ini dijawab oleh Melliza karena Alvi mengizinkannya
"Sayang penerbangan kamu jam berapa?" tanya Icha
"jam empat pagi mah" jawabnya
"emang masih belum beres? nanti gimana kamu makeup dan segala macem nya sayang?" tanya ibu nya
"hmm ntahlah mah, kalau aku ga datang mamah aja ya sama papah" ucap melliza pelan dengan suara lirih
"mamah yakin ko masih bisa. Ga apa apa mending kamu telat aja sayang" ucap Icha menenangkan
"yaudah udah dulu ya mah" ucap Melliza
Telponan pun telah berakhir, Alvi dari tadi mendengarkan percakapan antara Melliza dengan Icha ibunya
ketika Alvi kembali dari toilet terlihat Melliza begitu sedih
bahkan ketika Alvi sudah duduk di depannya dan memakan makanan yang telah di pesan Melliza masih tetap dengan wajahnya yang seperti itu, malah kini dia terlihat seperti sedang melamun sambil memegang dagunya. Ekspresi Melliza itu membuat Alvi gemas kepadanya "Lucu juga tuh kalau lagi badmood gituh" ucap Alvi dalam hati sambil tersenyum melihat Melliza
"makan dulu tuh, tenang aja gua jamin lu ga bakalan telat, percaya sama gua" ucap Alvi menenangkan Melliza
ucapan Alvi tersebut menyadarkan Melliza dari lamunannya
"ah iyaa Pa" jawab Melliza
"gua udah bilang ko kita ubah jadi ke airport xx supaya lebih deket sama tempat lu" ucap Alvi
"tetep aja butuh waktu satu jam setengah untuk nyampe rumah" jawab Melliza
"ya seengganya itu akan jauh lebih baik dari pada Airport sebelumnya kan (airport dekat kantor Melliza bekerja) yang butuh waktu tiga sampai empat jam buat nyampe rumah" ucap Alvi
"udah deh makan tuh, biar semua gua yang ngatur" ucap Alvi menenangkan Melliza
Setelah selesai mereka langsung menuju hotel diantar kembali oleh supir.
ketika sudah masuk di dalam kamar terlihat sebuah paper bag yang berada diatas kasur
"apaan tuh" tanya Melliza
Melliza pun membukanya dan ternyata itu adalah dua set lengkap pakaian ganti untuk dirinya
"ohh mungkin Alvi yang udah nyuruh cewe tadi" ucap Melliza
ya saat Alvi dan Melliza pergi ke caffe Alvi meminta perempuaan tadi untuk membelikan pakaian ganti untuk dirinya dan Melliza karena mereka sama sekali tidak membawa pakaian, karena dianggapnya akan langsung kembali sehingga itu tidak perlu
Sekitar pukul tiga pagi Melliza yang telah siap langsung menuju kamar Alvi, saat Alvi membukakan pintu kamarnya terlihat wajah baru bangun tidur
"lu masuk dulu aja, gua cuci muka doang ko" ucap Alvi
"hah serius tuh orang ga bakalan mandi?" ucap Melliza dalam hati
baru beberapa menit menunggu akhirnya Alvi pun telah keluar dan siap untuk menuju airport "bener tuh orang ga mandi cuman ganti baju doang, tapi tetep ganteng sih" ucap Melliza dalam hati
beberapa jam kemudian akhirnya mereka telah tiba pada pukul 05 : 30 pagi
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like Komen dan Vote
Terimakasih💕💕💕