I Love You My Boss

I Love You My Boss
Kabar Untuk Orang Tersayang



Kini Melliza sudah kembali ke rumahnya di kota S, dia segera menghapiri kedua orangtuanya dan memeluk mereka.


"Mahh, Pah, aku di terima kerja disana, tapi untuk sementara aku berstatus magang sampai aku benar benar selesai wisuda"


ucap Melliza dengan raut wajah bahagia


"Tidak apa apa sayang, memang sebagian perusahaan besar hanya akan menerima pegawai baru yang benar benar telah resmi lulus. Kamu beruntung diberikan kesempatan oleh mereka. Mamah bangga sama kamu, anak mamah udah cantik, hebat lagi. Selamat ya sayang" ucap Icha sambil mencium sang anak


Sedangkan Raka, Ayah melliza hanya terdiam, dia tidak tau harus senang atau bagaimana karena dia tetap ingin Melliza meneruskan bisnis keluarganya. Melliza bingung karena melihat respon sang Ayah yang hanya terdiam.


"Pah ko papah diam aja sih? Papah ga suka ya aku kerja disana?"


kata Melliza dengan wajah cemberutnya


"Engga ko sayang, Papah seneng, Papah bangga sama kamu. Cuman Papah lagi berpikir aja, nanti kamu pasti jauh dari Mamah Papah"


ujurnya agar Melliza tidak tau, bahwa dia mengharapkan Melliza tidak kerja disana


"Aku akan pulang setiap minggu Pah,Mah. Lagian kalian juga bisa main kesana kan?"


ucap Melliza berusaha meyakinkan sang Ayah


"Iyaa Pah, udah kita turutin kemauan anak kita, jangan dia terus yang nurutin kemauan kita"


bela sang Ibu


Melliza merasa senang karena Ibunya membela dia


"Iyaiyaa, lantas nanti kamu bakalan tinggal dimana? Apa perlu Papah belikan rumah disana?"


"Aah ga usah Pah, mungkin Melliza akan ngekos saja disana"


"No sayang! Mamah ga setuju, itu ga aman buat kamu. Seengganya kalau kamu ga mau di beliin rumah, Mamah sama Papah akan cari apartemen buat kamu, supaya kamu lebih nyaman disana"


"Papah setuju sama Mamah"


"Baiklah terserah Mamah, Papah saja"


Setelah selesai memberitau kabar gembira kepada kedua orang tuanya, Melliza pun tak lupa untuk memberitau kedua sahabatnya Salsa dan Audi. Mereka yang mendengar itu begitu bahagia. Sampai pada akhirnya Melliza meminta kedua sahabatnya untuk bertemu menemani dia berbelanja pakaian yang akan dia gunakan nanti ketika bekerja disana.


Tepat pukul tiga sore mereka bertemu disalah satu mall di kota S tempat Melliza tinggal.


rengek Salsa sambil memeluk Melliza


"Kita kan baru ga ketemu dua hari Sal, apa kabar nanti kalau gua udah kerja disana? Lagian Audi lu anggap apa? Dia temen lu kan, bukan gua doang"


"Iyaa nih, lu nganggep gua apa Sal? musuh lu? Alay nih emang temen lu, padahal dua hari ga ketemu juga, kita kan video call bareng"


ujar Audi datar


"Bukannya gituh, lu juga temen gua. Tapi kalau sama lu, gua dibentak bentak mulu. Gua cerita, lu cuman "hmm hmm iyaa" terus lu gitu gituh mulu"


katanya cemberut


Obrolan seperti itu memang biasa dimata mereka, karena itu sering terjadi sehingga tidak membuat mereka bermusuhan. Paling jika ada salah satu yang tersinggung, dia tidak akan bisa marah lama lama, sampai pada akhirnya merekapun akur kembali. Sebenarnya mereka saling menyayangi, hanya saja cara perhatian dan sayangnya dari ketiga sahabat itu berbeda.


"Kalian ini ribut terus, udah deh mending kita makan dulu! Gua teraktir deh"


Untuk menghentikan perdebatan Audi dan Salsa, Melliza mempunyai jurus ampuh yaitu mengajak mereka makan dengan gratis. Kedua sahabatnya ini memang sangat antusias, ketika mendengar ajakan makan yang akan dibayar oleh Melliza. Akhirnya merekapun pergi menuju restoran.


.


.


.


.


Melliza, Salsa dan Audi saat berada di mall


Melliza Anantasya (Zhao Lusi)



Audi Ayunda (Eleanor Lee)



Salsa Juliana (Baek Jiheon)