I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 116



Haiii apa kabar?.... Aku datang lagi hihi..


Kangen ga nih sama Melliza dan Alvi?


Selamat menjalankan Ibadah Puasa ya bagi yang menjalankan, semoga kita selalu diberikan kesehatan supaya ibadah kita tetap lancar🙏


Selamat Membaca✨


***


Setelah pemotretan berakhir mereka berempat langsung pergi menuju sebuah restoran untuk makan malam bersama. Tak butuh waktu lama hanya lima belas menit dari lokasi pemotretan tadi mereka sudah sampai ditempat tujuan.


Mereka memilih restoran tersebut karena mendapatkan referensi dari media sosial bahwa restoran seafood di Bali yang mereka kunjungi saat ini, merupakan restoran yang sangat terkenal karena kelezatannya akhir-akhir ini . Sehingga pantas saja saat sampai di restoran tersebut, suasananya begitu ramai.


Mereka berempat memilih duduk di pojokan yang sedikit jauh dari keramain pengunjung. Pelayan pun datang menghampiri mereka memberikan daftar menu lalu mempersilahkan mereka untuk memilih.


"Sajikan saja semua makanan yang best seller disini"


Ucap Alvi membuat Melliza dan juga Tania memandanginya karena terkejut, berbeda dengan Andre yang memang sudah mengetahui kebiasaan Alvi jika mereka pergi ke tempat baru pasti akan memesan makanan yang paling laris di restoran tersebut, semua itu dilakukan Alvi hanya karena rasa penasarannya akan cita rasa yang diberikan.


"Baik, tunggu sebentar" ucap pelayan lalu pergi dengan wajah senang karena mendapatkan orderan sangat banyak.


"Kamu ko malah pesen banyak banget sih, kita ini berempat bukan se RT sayang" bisik Melliza pada Alvi.


"Ga apa-apa biar kita nyobain semua makanan yang best seller disini sayang" balas Alvi berbisik.


"Aku ga yakin bakalan abis tuh makanan, inget ini tuh restoran seafood kamu tuh ga boleh makan banyak-banyak nanti kena kolesterol baru tau rasa " ucap Melliza.


"Ish kamu ko malah nyumpahin" kesal Alvi.


"Bukan nyumpahin, aku ngingetin"


Tiba-tiba beberapa pelayan datang dengan membawa beberapa makanan untuk mereka seperti lobster saus padang, ikan sukang bakar, kepiting telur asin, menu seafood lain dan juga beberapa makanan khas Bali.


Semua makanan itu sangat menggiurkan dan sudah dipastikan jika harga dari makanan tersebut pasti sangat mahal. Terlihat dari ukuran makanan tersebut yang menyajikan seafood dengan ukuran jumbo.


"Hmm apa semua orang kaya selalu begitu? Memasan makanan dengan porsi yang sangat banyak" ucap Melliza dalam hati.


Mereka berempat pun mulai menyantap makanan yang sudah berada di atas meja, semua tampak menikmati makanan tersebut dan benar sekali yang dikatakan di media sosial bahwa makanan di restoran ini sangat lezat, sehingga tidak sia-sia Alvi memesan makanan sebanyak ini.


Bahkan menurutnya jika nanti dia ke Bali, maka wajib sekali datang ke restoran ini lagi.


Walaupun makanan yang di pesan tidak habis karena terlalu banyak dan mereka pun sudah merasa kenyang. Mereka pun langsung pergi dari restoran itu. Namun sebelum kembali ke hotel mereka jalan-jalan menyusuri kota Bali di malam minggu yang ramai ini.


Saat melewati jalanan terdapat sebuah kedai ice cream yang cukup ramai didatangi pengunjung membuat Melliza penasaran dan ingin mencicipi rasanya.


"Sayang, aku pengen itu deh" ucapnya sambil menunjuk ke arah kedai ice cream.


Alvi pun hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban setujunya. Mereka berdua pun mulai memasuki kedai Ice cream tersebut, sedangkan Tania dan Andre sekarang entah berada dimana karena setelah keluar dari restoran tersebut mereka berpisah.


Mereka berdua pun kini duduk di sofa yang berada di ujung ruangan dengan posisi duduk saling berhadapan. Alvi yang memang masih merasa kenyang tidak ikut memesan tapi dengan setia dia menemani kekasihnya yang menginginkan ice cream.


Saat Melliza mendongakkan kepalanya, kedua mata mereka saling bertemu dan saling menatap satu sama lain. Ketika itu juga Melliza menjadi gugup, jantungnya berdetak lebih cepat karena ulah Alvi yang terus menatapnya membuat kedua pipinya menjadi berwarna merah.



"Kenapa, mau?" ucap Melliza gugup sambil menyodorkan ice cream miliknya.


"Tidak" jawab Alvi sambil tersenyum.


"Lalu kenapa menatapku seperti itu?" tanya Melliza malu.


"Hanya ingin saja"


Jawab Alvi masih dengan memperhatikan Melliza dan terus nemebarkan senyum manisnya, membuat Melliza semakin tersipu malu olehnya.


"Jangan menatapku seperti itu"


Ucap Melliza kesal karena dia merasa benar-benar tak sanggup jika harus ditatap seperti itu terus oleh Alvi. Bisa-bisa jantungnya terus berdetak tidak normal.


"Kenapa?"


Tanya Alvi dengan sengaja ingin terus melihat Melliza tersipu dan membuat pipinya memerah sehingga membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


"Aku malu" ucap Melliza pelan sambil memakan ice creamnya dengan wajah cemberut.


Mendengar ucapan kekasihnya membuat Alvi tertawa lebar apalagi ditambah dengan tingkah Melliza yang salah tingkah seperti itu membuatnya semakin gemas melihat kekasih cantiknya itu.


"Sini" ucap Alvi sambil menepuk sofa disebahlah.


"Engga mau" jawab Melliza jutek karena tak suka Alvi menertawakan dirinya yang sedang salah tingkah.


"Sini sayang" ucap Alvi.


Akhirnya Melliza pun tak bisa apa-apa, dia hanya menuruti permintaan kekasihnya itu sehingga sekarang Melliza duduk di sebalah Alvi. Saat Melliza duduk, langsung saja dia mencubit gemas pipi chuby kekasihnya itu membuat orang yang diperlakukan itu merengek kesal.


"Ih jangan di cubit, nanti pipi aku tambah besar" ucapnya kesal.


"Ga masalah, aku tetap cinta sayang" jawab Alvi.


Astaga kenapa hari ini Alvi terus membuat dirinya salah tingkah, kenapa setiap ucapan Alvi membuat dirinya menjadi tersipu malu. Sungguh jika terus seperti ini jantungnya akan terus berdetak tidak normal.


***


Teman-teman jangan lupa ya jaga kesehatan kalian.


Jangan lupa juga terus like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya. Kenapa sih nyuruh vote mulu? Karena kalau votenya banyak aku jadi semangat nulisnya hihii


Terima kasih ya yang selama ini selalu vote dan like, ku sayang kalian💕